<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Daya Beli Rendah, Industri Mamin Rem Ekspansi</title><description>Industri makanan dan minuman (mamin) akan berhati-hati untuk  melakukan ekspansi pada tahun 2021.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2020/11/02/320/2302748/daya-beli-rendah-industri-mamin-rem-ekspansi</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2020/11/02/320/2302748/daya-beli-rendah-industri-mamin-rem-ekspansi"/><item><title>Daya Beli Rendah, Industri Mamin Rem Ekspansi</title><link>https://economy.okezone.com/read/2020/11/02/320/2302748/daya-beli-rendah-industri-mamin-rem-ekspansi</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2020/11/02/320/2302748/daya-beli-rendah-industri-mamin-rem-ekspansi</guid><pubDate>Senin 02 November 2020 13:39 WIB</pubDate><dc:creator>Ferdi Rantung</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/11/02/320/2302748/daya-beli-rendah-industri-mamin-rem-ekspansi-bl9ELl8zys.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Grafik Ekonomi (Foto: Ilustrasi Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/11/02/320/2302748/daya-beli-rendah-industri-mamin-rem-ekspansi-bl9ELl8zys.jpg</image><title>Grafik Ekonomi (Foto: Ilustrasi Shutterstock)</title></images><description>JAKARTA - Analis Pefindo Martin Pandiangan memprediksi bahwa industri makanan dan minuman (mamin) akan berhati-hati untuk  melakukan ekspansi pada tahun 2021. Sebab, menurutnya, pelemahan daya daya beli masyarakat masih berlanjut.
&quot;Perkembangan dari industri mamin akan bergerak terbatas. mereka akan berhati - hati untuk  melakukan ekspansi,&quot; katanya dalam Market Review IDX channel, Senin (2/11/2020).
Baca juga: Anies Putuskan PSBB Total, Mal di Jakarta Akan Tutup
Dia menilai bahwa pelemahan daya beli masyarakat akibat pandemi covid-19 akan berlanjut hingga akhir tahun. Stimulus yang diberikan pemerintah dinilai tidak memberikan pengaruh untuk mendongkrak daya beli masyarakat .
&quot;Stimulus dari pemerintah belum cukup mendorong konsumsi dari masyarakat,&quot; terangnya.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMC8xMC8zMS8xLzEyMzk0NC8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
Dia menambahkan, pertumbuhan industri mamin di semester I 2020 cenderung stagnan di 0,02%. Angka itu sangat rendah jika dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai pertumbuhan di level 8%.</description><content:encoded>JAKARTA - Analis Pefindo Martin Pandiangan memprediksi bahwa industri makanan dan minuman (mamin) akan berhati-hati untuk  melakukan ekspansi pada tahun 2021. Sebab, menurutnya, pelemahan daya daya beli masyarakat masih berlanjut.
&quot;Perkembangan dari industri mamin akan bergerak terbatas. mereka akan berhati - hati untuk  melakukan ekspansi,&quot; katanya dalam Market Review IDX channel, Senin (2/11/2020).
Baca juga: Anies Putuskan PSBB Total, Mal di Jakarta Akan Tutup
Dia menilai bahwa pelemahan daya beli masyarakat akibat pandemi covid-19 akan berlanjut hingga akhir tahun. Stimulus yang diberikan pemerintah dinilai tidak memberikan pengaruh untuk mendongkrak daya beli masyarakat .
&quot;Stimulus dari pemerintah belum cukup mendorong konsumsi dari masyarakat,&quot; terangnya.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMC8xMC8zMS8xLzEyMzk0NC8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
Dia menambahkan, pertumbuhan industri mamin di semester I 2020 cenderung stagnan di 0,02%. Angka itu sangat rendah jika dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai pertumbuhan di level 8%.</content:encoded></item></channel></rss>
