<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Pengusaha Hotel dan Restoran: Banyak Wisatawan Tidak Gunakan Masker</title><description>Banyak treatment dilakukan agar para wisatawan merasa aman saat berkunjung</description><link>https://economy.okezone.com/read/2020/11/02/320/2302793/pengusaha-hotel-dan-restoran-banyak-wisatawan-tidak-gunakan-masker</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2020/11/02/320/2302793/pengusaha-hotel-dan-restoran-banyak-wisatawan-tidak-gunakan-masker"/><item><title>Pengusaha Hotel dan Restoran: Banyak Wisatawan Tidak Gunakan Masker</title><link>https://economy.okezone.com/read/2020/11/02/320/2302793/pengusaha-hotel-dan-restoran-banyak-wisatawan-tidak-gunakan-masker</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2020/11/02/320/2302793/pengusaha-hotel-dan-restoran-banyak-wisatawan-tidak-gunakan-masker</guid><pubDate>Senin 02 November 2020 14:39 WIB</pubDate><dc:creator>Ferdi Rantung</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/11/02/320/2302793/pengusaha-hotel-dan-restoran-banyak-wisatawan-tidak-gunakan-masker-fB5Y3hCvFz.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Masker Jadi Protokol Kesehatan di Hotel dan Restoran. (Foto: Okezone.com)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/11/02/320/2302793/pengusaha-hotel-dan-restoran-banyak-wisatawan-tidak-gunakan-masker-fB5Y3hCvFz.jpg</image><title>Masker Jadi Protokol Kesehatan di Hotel dan Restoran. (Foto: Okezone.com)</title></images><description>JAKARTA -  Wakil Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Maulana Yusran menegaskan bahwa penerapan protokol kesehatan di hotel dan restoran sudah diterapkan. Banyak treatment dilakukan agar para wisatawan merasa aman saat berkunjung.
&quot;Standar protokol kesehatan yang kami lakukan sesuai dengan yang dikeluarkan oleh Kementerian Kesehatan,&quot; katanya dalam Market Review IDX channel, Senin (2/11/2020).
Baca Juga:&amp;nbsp;Resesi di Depan Mata, Industri Hotel Bisa Terselamatkan jika Vaksin Berhasil
Dia menjelaskan, dalam membersihkan kamar, treatment yang dilakukan adalah fogging atau menyemprotkan desinfektan. Setelah kamar bersih, sterilisasi dilakukan kembali dengan menyemprotkan desinfektan
Tak hanya itu, area publik juga dilakukan pembersihan dilakukan setiap beberapa jam sekali, minimal 3 kali sehari.  Untuk pengunjung atau tamu, protokol kesehatan yang dilakukan seperti cek suhu tubuh, diwajibkan mencuci tangan dan penyemprotan desinfektan ke koper.
Dia mengungkapkan bahwa kesulitan dalam penerapan protokol kesehatan bukan berasal dari pelaku usaha, namun dari pihak pengunjung atau wisatawan.
Baca Juga:&amp;nbsp;Ekonomi RI 2020 Diramal Minus 1,7% hingga 0,6%
&quot;Penerapan protokol kesehatan yang sulit diterapkan adalah mengubah perilaku, banyak wisatawan yang masih tidak menggunakan masker. Dalam hal ini kami ingatkan terus untuk menggunakan masker,&quot; jelasnya.
Sebelumnya, Maulana menyampaikan, saat liburan panjang pekan lalu okupansi hotel mengalami peningkatan 30%. Namun sayangnya hal ini tidak merata ke seluruh daerah tempat wisata. Salah satu penyebabnya adalah wisatawan masih khawatir akan adanya pandemi Covid-19.</description><content:encoded>JAKARTA -  Wakil Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Maulana Yusran menegaskan bahwa penerapan protokol kesehatan di hotel dan restoran sudah diterapkan. Banyak treatment dilakukan agar para wisatawan merasa aman saat berkunjung.
&quot;Standar protokol kesehatan yang kami lakukan sesuai dengan yang dikeluarkan oleh Kementerian Kesehatan,&quot; katanya dalam Market Review IDX channel, Senin (2/11/2020).
Baca Juga:&amp;nbsp;Resesi di Depan Mata, Industri Hotel Bisa Terselamatkan jika Vaksin Berhasil
Dia menjelaskan, dalam membersihkan kamar, treatment yang dilakukan adalah fogging atau menyemprotkan desinfektan. Setelah kamar bersih, sterilisasi dilakukan kembali dengan menyemprotkan desinfektan
Tak hanya itu, area publik juga dilakukan pembersihan dilakukan setiap beberapa jam sekali, minimal 3 kali sehari.  Untuk pengunjung atau tamu, protokol kesehatan yang dilakukan seperti cek suhu tubuh, diwajibkan mencuci tangan dan penyemprotan desinfektan ke koper.
Dia mengungkapkan bahwa kesulitan dalam penerapan protokol kesehatan bukan berasal dari pelaku usaha, namun dari pihak pengunjung atau wisatawan.
Baca Juga:&amp;nbsp;Ekonomi RI 2020 Diramal Minus 1,7% hingga 0,6%
&quot;Penerapan protokol kesehatan yang sulit diterapkan adalah mengubah perilaku, banyak wisatawan yang masih tidak menggunakan masker. Dalam hal ini kami ingatkan terus untuk menggunakan masker,&quot; jelasnya.
Sebelumnya, Maulana menyampaikan, saat liburan panjang pekan lalu okupansi hotel mengalami peningkatan 30%. Namun sayangnya hal ini tidak merata ke seluruh daerah tempat wisata. Salah satu penyebabnya adalah wisatawan masih khawatir akan adanya pandemi Covid-19.</content:encoded></item></channel></rss>
