<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Produk Indonesia Bakal Banjiri AS, Ini Daftarnya</title><description>GSP membawa optimisme baru bagi peningkatan kerjasama bisnis yang lebih erat antara kedua negara.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2020/11/02/320/2303031/produk-indonesia-bakal-banjiri-as-ini-daftarnya</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2020/11/02/320/2303031/produk-indonesia-bakal-banjiri-as-ini-daftarnya"/><item><title>Produk Indonesia Bakal Banjiri AS, Ini Daftarnya</title><link>https://economy.okezone.com/read/2020/11/02/320/2303031/produk-indonesia-bakal-banjiri-as-ini-daftarnya</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2020/11/02/320/2303031/produk-indonesia-bakal-banjiri-as-ini-daftarnya</guid><pubDate>Senin 02 November 2020 20:55 WIB</pubDate><dc:creator>Suparjo Ramalan</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/11/02/320/2303031/produk-indonesia-bakal-banjiri-as-ini-daftarnya-MjzhRcdqxJ.jpg" expression="full" type="image/jpeg">GSP (Foto: Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/11/02/320/2303031/produk-indonesia-bakal-banjiri-as-ini-daftarnya-MjzhRcdqxJ.jpg</image><title>GSP (Foto: Shutterstock)</title></images><description>JAKARTA - Keputusan Pemerintah Amerika Serikat (AS) untuk memperpanjang preferensi tarif Generalized System of Preferences (GSP) kepada Indonesia pada tanggal 30 Oktober 2020 dinilai membawa optimisme baru bagi peningkatan kerjasama bisnis yang lebih erat antara kedua negara.

Di samping diproyeksikan akan menggenjot arus perdagangan dua arah. Sektor lain yang akan diperoleh Indonesia adalah kerjasama di bidang investasi.

Menurut Duta Besar Indonesia untuk AS Muhammad Lutfi bahwa perpanjangan GSP ini tidak terlepas dari hubungan bilateral yang dijalin dengan sangat baik antara Indonesia dan AS, termasuk di tingkat pemimpin kedua negara.


&quot;Fasilitas GSP sangat penting dalam membantu agar produk-produk ekspor unggulan Indonesia dapat terus kompetitif di pasar AS yang memang dikenal memiliki tingkat persaingan yang tinggi. Apalagi selama ini AS merupakan pasar ekspor non-migas terbesar kedua di dunia bagi Indonesia&quot;, ujar Lutfi dalam konferensi pers secara virtual, Jakarta, Senin (2/11/2020).


Dalam catatan Kedubes untuk AS, pada 2019 ekspor Indonesia dengan fasilitas GSP mencapai USD2,61 miliar atau setara dengan 13,1% dari keseluruhan ekspor Indonesia ke AS berjumlah USD20,1 miliar.

Sementara untuk periode Januari-Agustus 2020, nilainya mencapai USD1,87 miliar atau naik 10,6% dibandingkan periode yang sama tahun lalu.


Usai mendapatkan perpanjangan GSP, langkah yang segera dilakukan Indonesia adalah menyusun road plan dengan memfokuskan pada skema 5+7+5, yakni lima produk utama di antaranya, apparel, produk karet, alas kaki, elektronik dan furniture.


&quot;Tujuan produk potensial seperti produk kayu, travel goods, produk kimia lainnya, perhiasan, mainan, rambut artifisial dan produk kertas. Bahkan, lima produk strategis yakni produk mesin, produk plastik, suku cadang otomotif, alat optik dan medis dan produk kimia organik,&quot; kata dia.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMC8xMC8yOS8xMC8xMjM4NjgvMC8=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;</description><content:encoded>JAKARTA - Keputusan Pemerintah Amerika Serikat (AS) untuk memperpanjang preferensi tarif Generalized System of Preferences (GSP) kepada Indonesia pada tanggal 30 Oktober 2020 dinilai membawa optimisme baru bagi peningkatan kerjasama bisnis yang lebih erat antara kedua negara.

Di samping diproyeksikan akan menggenjot arus perdagangan dua arah. Sektor lain yang akan diperoleh Indonesia adalah kerjasama di bidang investasi.

Menurut Duta Besar Indonesia untuk AS Muhammad Lutfi bahwa perpanjangan GSP ini tidak terlepas dari hubungan bilateral yang dijalin dengan sangat baik antara Indonesia dan AS, termasuk di tingkat pemimpin kedua negara.


&quot;Fasilitas GSP sangat penting dalam membantu agar produk-produk ekspor unggulan Indonesia dapat terus kompetitif di pasar AS yang memang dikenal memiliki tingkat persaingan yang tinggi. Apalagi selama ini AS merupakan pasar ekspor non-migas terbesar kedua di dunia bagi Indonesia&quot;, ujar Lutfi dalam konferensi pers secara virtual, Jakarta, Senin (2/11/2020).


Dalam catatan Kedubes untuk AS, pada 2019 ekspor Indonesia dengan fasilitas GSP mencapai USD2,61 miliar atau setara dengan 13,1% dari keseluruhan ekspor Indonesia ke AS berjumlah USD20,1 miliar.

Sementara untuk periode Januari-Agustus 2020, nilainya mencapai USD1,87 miliar atau naik 10,6% dibandingkan periode yang sama tahun lalu.


Usai mendapatkan perpanjangan GSP, langkah yang segera dilakukan Indonesia adalah menyusun road plan dengan memfokuskan pada skema 5+7+5, yakni lima produk utama di antaranya, apparel, produk karet, alas kaki, elektronik dan furniture.


&quot;Tujuan produk potensial seperti produk kayu, travel goods, produk kimia lainnya, perhiasan, mainan, rambut artifisial dan produk kertas. Bahkan, lima produk strategis yakni produk mesin, produk plastik, suku cadang otomotif, alat optik dan medis dan produk kimia organik,&quot; kata dia.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMC8xMC8yOS8xMC8xMjM4NjgvMC8=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;</content:encoded></item></channel></rss>
