<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Okupansi Hotel Naik 30% saat Liburan Tapi tidak Merata</title><description>Okupansi hotel selama libur panjang pada pekan lalu mengalami kenaik hingga 30%.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2020/11/02/470/2302767/okupansi-hotel-naik-30-saat-liburan-tapi-tidak-merata</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2020/11/02/470/2302767/okupansi-hotel-naik-30-saat-liburan-tapi-tidak-merata"/><item><title>Okupansi Hotel Naik 30% saat Liburan Tapi tidak Merata</title><link>https://economy.okezone.com/read/2020/11/02/470/2302767/okupansi-hotel-naik-30-saat-liburan-tapi-tidak-merata</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2020/11/02/470/2302767/okupansi-hotel-naik-30-saat-liburan-tapi-tidak-merata</guid><pubDate>Senin 02 November 2020 13:59 WIB</pubDate><dc:creator>Ferdi Rantung</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/11/02/470/2302767/okupansi-hotel-naik-30-saat-liburan-tapi-tidak-merata-kfrHUxxnqg.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi Hotel (Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/11/02/470/2302767/okupansi-hotel-naik-30-saat-liburan-tapi-tidak-merata-kfrHUxxnqg.jpg</image><title>Ilustrasi Hotel (Shutterstock)</title></images><description>JAKARTA - Wakil Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Maulana Yusran mengatakan okupansi hotel selama libur panjang pada pekan lalu mengalami kenaik hingga 30%. Namun kenaikan okupansi ini hanya terjadi di tempat tujuan wisata tertentu saja.

&quot;Tingkat hunian hotel di beberapa destinasi wisata mengalami kenaikan rata - rata sebesar 30%. ya cukup lumayan,&quot; kata Wakil Ketua PHRI Maulana Yusran dalam Market Review IDX channel, Senin (2/11/2020).
 
&amp;nbsp;Baca juga: Libur Cuti Bersama, Okupansi Hotel di Daerah Wisata Naik 50%
Maulana melanjutkan, kenaikan yang terjadi pada okupansi hotel ini tidak merata ke seluruh daerah. Biasanya, imbuhnya, jika terjadi libur panjang seluruh tempat destinasi wisata itu melonjak pengunjungnya.

&quot;Kalau kemarin tidak kelihatan seperti lonjakan wisatawan, hanya daerah tertentu saja,&quot; ungkapnya.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Menko Airlangga: Hotel yang Beroperasi Harus Ada Sertifikasi Standar Covid-19
Ia menilai, belum meratanya para pengunjung ke daerah tempat wisata disebabkan rasa khawatir tertular virus corona. Selain itu, daya beli masyarakat juga belum pulih.

&quot;khawatir akan pandemi masih menjadi penyebab nomer satu. Kedua daya beli, penurunan itu kelihatan karena liburan ini tidak begitu bombastis&quot; tandasnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Wakil Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Maulana Yusran mengatakan okupansi hotel selama libur panjang pada pekan lalu mengalami kenaik hingga 30%. Namun kenaikan okupansi ini hanya terjadi di tempat tujuan wisata tertentu saja.

&quot;Tingkat hunian hotel di beberapa destinasi wisata mengalami kenaikan rata - rata sebesar 30%. ya cukup lumayan,&quot; kata Wakil Ketua PHRI Maulana Yusran dalam Market Review IDX channel, Senin (2/11/2020).
 
&amp;nbsp;Baca juga: Libur Cuti Bersama, Okupansi Hotel di Daerah Wisata Naik 50%
Maulana melanjutkan, kenaikan yang terjadi pada okupansi hotel ini tidak merata ke seluruh daerah. Biasanya, imbuhnya, jika terjadi libur panjang seluruh tempat destinasi wisata itu melonjak pengunjungnya.

&quot;Kalau kemarin tidak kelihatan seperti lonjakan wisatawan, hanya daerah tertentu saja,&quot; ungkapnya.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Menko Airlangga: Hotel yang Beroperasi Harus Ada Sertifikasi Standar Covid-19
Ia menilai, belum meratanya para pengunjung ke daerah tempat wisata disebabkan rasa khawatir tertular virus corona. Selain itu, daya beli masyarakat juga belum pulih.

&quot;khawatir akan pandemi masih menjadi penyebab nomer satu. Kedua daya beli, penurunan itu kelihatan karena liburan ini tidak begitu bombastis&quot; tandasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
