<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>OJK Kejar Dana Pasar Modal Rp100 Triliun hingga Akhir Tahun</title><description>Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menetapkan dana yang dihimpun dari pasar modal akan mencapai Rp 100 triliun hingga akhir tahun.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2020/11/03/278/2303186/ojk-kejar-dana-pasar-modal-rp100-triliun-hingga-akhir-tahun</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2020/11/03/278/2303186/ojk-kejar-dana-pasar-modal-rp100-triliun-hingga-akhir-tahun"/><item><title>OJK Kejar Dana Pasar Modal Rp100 Triliun hingga Akhir Tahun</title><link>https://economy.okezone.com/read/2020/11/03/278/2303186/ojk-kejar-dana-pasar-modal-rp100-triliun-hingga-akhir-tahun</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2020/11/03/278/2303186/ojk-kejar-dana-pasar-modal-rp100-triliun-hingga-akhir-tahun</guid><pubDate>Selasa 03 November 2020 09:15 WIB</pubDate><dc:creator>Michelle Natalia</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/11/03/278/2303186/ojk-kejar-dana-pasar-modal-rp100-triliun-hingga-akhir-tahun-fEXc1sSt0Y.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Rupiah (Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/11/03/278/2303186/ojk-kejar-dana-pasar-modal-rp100-triliun-hingga-akhir-tahun-fEXc1sSt0Y.jpg</image><title>Rupiah (Shutterstock)</title></images><description>JAKARTA - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menetapkan dana yang dihimpun dari pasar modal akan mencapai Rp 100 triliun hingga akhir tahun.

Kepala Eksekutif Pasar Modal OJK Hoesen mengatakan angka ini di bawah yang ditargetkan semula mencapai Rp 160 triliun.
&amp;nbsp;Baca juga: Investor Asing Cabut dari Pasar Modal Indonesia, Bawa Rp3,7 Triliun
&quot;Masalah fund rising memang target kita sebelumnya tahun lalu kita Rp 160 triliunan dengan adanya pandemi ini kita kan melihat ada kemungkinan masih bisa mencapai di atas Rp 100 triliun, tapi Rp 100 triliun di atas sedikit,&quot; kata Kepala Eksekutif Pasar Modal OJK Hoesen dalam video virtual, Senin (2/11/2020) malam.

Menurutnya, kondisi pandemi ini harus lakukan penyesuaian target tehadap beberapa target yang dicanangkan sebelumnya.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Warning! Indonesia Dikit Lagi Resesi, Pasar Modal Butuh Bantuan
&quot;Ada beberapa hal yg harus kita waspadai yang bisa menimbulkan potensi risiko bagi sektor jasa keuangan,&quot; jelasnya.

Saat ini, hingga 26 Oktober terdapat 141 penawaran dengan total dana yang dihimpun Rp 94,4 triliun. Rinciannys, 141 penawaran tersebut, sebanyak 45 di antaranya merupakan penawaran baru.

&quot;Dari jumlah penawaran umum tersebut 45 di antaranya emiten baru sementara dalam rancangan terdapat 49 emiten yang akan melakukan penawaran umum dengan total indikasi Rp 20,75 triliun,&quot; tandasnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menetapkan dana yang dihimpun dari pasar modal akan mencapai Rp 100 triliun hingga akhir tahun.

Kepala Eksekutif Pasar Modal OJK Hoesen mengatakan angka ini di bawah yang ditargetkan semula mencapai Rp 160 triliun.
&amp;nbsp;Baca juga: Investor Asing Cabut dari Pasar Modal Indonesia, Bawa Rp3,7 Triliun
&quot;Masalah fund rising memang target kita sebelumnya tahun lalu kita Rp 160 triliunan dengan adanya pandemi ini kita kan melihat ada kemungkinan masih bisa mencapai di atas Rp 100 triliun, tapi Rp 100 triliun di atas sedikit,&quot; kata Kepala Eksekutif Pasar Modal OJK Hoesen dalam video virtual, Senin (2/11/2020) malam.

Menurutnya, kondisi pandemi ini harus lakukan penyesuaian target tehadap beberapa target yang dicanangkan sebelumnya.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Warning! Indonesia Dikit Lagi Resesi, Pasar Modal Butuh Bantuan
&quot;Ada beberapa hal yg harus kita waspadai yang bisa menimbulkan potensi risiko bagi sektor jasa keuangan,&quot; jelasnya.

Saat ini, hingga 26 Oktober terdapat 141 penawaran dengan total dana yang dihimpun Rp 94,4 triliun. Rinciannys, 141 penawaran tersebut, sebanyak 45 di antaranya merupakan penawaran baru.

&quot;Dari jumlah penawaran umum tersebut 45 di antaranya emiten baru sementara dalam rancangan terdapat 49 emiten yang akan melakukan penawaran umum dengan total indikasi Rp 20,75 triliun,&quot; tandasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
