<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>BI Pede Inflasi 2020 Terjaga</title><description>IHK pada Oktober 2020 mencatat inflasi 0,07%  (mtm), setelah mengalami deflasi berturut-turut pada tiga bulan  sebelumnya.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2020/11/03/320/2303185/bi-pede-inflasi-2020-terjaga</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2020/11/03/320/2303185/bi-pede-inflasi-2020-terjaga"/><item><title>BI Pede Inflasi 2020 Terjaga</title><link>https://economy.okezone.com/read/2020/11/03/320/2303185/bi-pede-inflasi-2020-terjaga</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2020/11/03/320/2303185/bi-pede-inflasi-2020-terjaga</guid><pubDate>Selasa 03 November 2020 09:12 WIB</pubDate><dc:creator>Rina Anggraeni</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/11/03/320/2303185/bi-pede-inflasi-2020-terjaga-4EmDiw4XZv.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Bank Indonesia (Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/11/03/320/2303185/bi-pede-inflasi-2020-terjaga-4EmDiw4XZv.jpg</image><title>Bank Indonesia (Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Indeks Harga Konsumen (IHK) pada Oktober 2020 mencatat inflasi 0,07% (mtm), setelah mengalami deflasi berturut-turut pada tiga bulan sebelumnya.

Perkembangan ini dipengaruhi oleh inflasi inti yang tetap rendah di tengah kenaikan inflasi kelompok volatile food dan deflasi yang lebih rendah pada kelompok administered prices.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Oktober Terjadi Inflasi 0,07%, Apa Dampaknya ke Ekonomi RI?
Direktur Eksekutif Komunikasi BI Onny Widjarnako mengatakan ke depan, Bank Indonesia terus memperkuat koordinasi kebijakan dengan Pemerintah, baik di tingkat pusat maupun daerah, guna menjaga inflasi sesuai kisaran targetnya.

&quot;Secara tahunan, inflasi IHK Oktober 2020 tercatat 1,44% (yoy), sedikit meningkat dari inflasi bulan lalu sebesar 1,42% (yoy),&quot; kata Onny di Jakarta, Selasa (3/11/2020).
 
&amp;nbsp;Baca juga: Oktober Inflasi 0,07%, Ini Sederet Pemicunya
Sebagai informasi, inflasi inti Oktober 2020 tercatat 0,04% (mtm), lebih rendah dibandingkan dengan inflasi bulan lalu sebesar 0,13% (mtm). Perlambatan ini terutama didukung oleh meredanya inflasi komoditas emas perhiasan sejalan dengan penurunan harga emas dunia.Secara tahunan, inflasi inti tercatat tetap rendah sebesar 1,74%  (yoy), melambat dari inflasi September 2020 sebesar 1,86% (yoy). Inflasi  inti yang tetap rendah tidak terlepas dari pengaruh permintaan domestik  yang belum kuat, konsistensi kebijakan Bank Indonesia dalam mengarahkan  ekspektasi inflasi pada kisaran target, harga komoditas dunia yang  rendah, dan stabilitas nilai tukar yang terjaga.

Kelompok volatile food mengalami inflasi 0,40% (mtm) pada Oktober  2020, setelah pada bulan sebelumnya mengalami deflasi 0,60% (mtm).  Inflasi kelompok volatile food terutama dipengaruhi oleh kenaikan harga  komoditas hortikultura, khususnya cabai merah dan bawang merah, seiring  dengan berlalunya musim panen, serta komoditas minyak goreng sejalan  dengan kenaikan harga crude palm oil (CPO) global. Inflasi kelompok  volatile food yang lebih tinggi tertahan oleh deflasi komoditas daging  ayam ras dan telur ayam ras, serta aneka buah-buahan. Secara tahunan,  inflasi kelompok volatile food tercatat sebesar 1,32% (yoy), meningkat  dari bulan sebelumnya sebesar 0,55% (yoy).

Kelompok administered prices pada Oktober 2020 kembali mengalami  deflasi sebesar 0,15% (mtm), meskipun tidak sedalam deflasi bulan  sebelumnya sebesar 0,19% (mtm). Perkembangan ini terutama didorong oleh  penurunan tarif listrik dan berlanjutnya penurunan tarif angkutan udara  dalam rangka menyambut periode libur dan cuti bersama pada akhir bulan  Oktober 2020. Secara tahunan, kelompok administered prices mencatat  inflasi sebesar 0,46% (yoy), lebih rendah dari inflasi bulan sebelumnya  sebesar 0,63% (yoy).'</description><content:encoded>JAKARTA - Indeks Harga Konsumen (IHK) pada Oktober 2020 mencatat inflasi 0,07% (mtm), setelah mengalami deflasi berturut-turut pada tiga bulan sebelumnya.

Perkembangan ini dipengaruhi oleh inflasi inti yang tetap rendah di tengah kenaikan inflasi kelompok volatile food dan deflasi yang lebih rendah pada kelompok administered prices.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Oktober Terjadi Inflasi 0,07%, Apa Dampaknya ke Ekonomi RI?
Direktur Eksekutif Komunikasi BI Onny Widjarnako mengatakan ke depan, Bank Indonesia terus memperkuat koordinasi kebijakan dengan Pemerintah, baik di tingkat pusat maupun daerah, guna menjaga inflasi sesuai kisaran targetnya.

&quot;Secara tahunan, inflasi IHK Oktober 2020 tercatat 1,44% (yoy), sedikit meningkat dari inflasi bulan lalu sebesar 1,42% (yoy),&quot; kata Onny di Jakarta, Selasa (3/11/2020).
 
&amp;nbsp;Baca juga: Oktober Inflasi 0,07%, Ini Sederet Pemicunya
Sebagai informasi, inflasi inti Oktober 2020 tercatat 0,04% (mtm), lebih rendah dibandingkan dengan inflasi bulan lalu sebesar 0,13% (mtm). Perlambatan ini terutama didukung oleh meredanya inflasi komoditas emas perhiasan sejalan dengan penurunan harga emas dunia.Secara tahunan, inflasi inti tercatat tetap rendah sebesar 1,74%  (yoy), melambat dari inflasi September 2020 sebesar 1,86% (yoy). Inflasi  inti yang tetap rendah tidak terlepas dari pengaruh permintaan domestik  yang belum kuat, konsistensi kebijakan Bank Indonesia dalam mengarahkan  ekspektasi inflasi pada kisaran target, harga komoditas dunia yang  rendah, dan stabilitas nilai tukar yang terjaga.

Kelompok volatile food mengalami inflasi 0,40% (mtm) pada Oktober  2020, setelah pada bulan sebelumnya mengalami deflasi 0,60% (mtm).  Inflasi kelompok volatile food terutama dipengaruhi oleh kenaikan harga  komoditas hortikultura, khususnya cabai merah dan bawang merah, seiring  dengan berlalunya musim panen, serta komoditas minyak goreng sejalan  dengan kenaikan harga crude palm oil (CPO) global. Inflasi kelompok  volatile food yang lebih tinggi tertahan oleh deflasi komoditas daging  ayam ras dan telur ayam ras, serta aneka buah-buahan. Secara tahunan,  inflasi kelompok volatile food tercatat sebesar 1,32% (yoy), meningkat  dari bulan sebelumnya sebesar 0,55% (yoy).

Kelompok administered prices pada Oktober 2020 kembali mengalami  deflasi sebesar 0,15% (mtm), meskipun tidak sedalam deflasi bulan  sebelumnya sebesar 0,19% (mtm). Perkembangan ini terutama didorong oleh  penurunan tarif listrik dan berlanjutnya penurunan tarif angkutan udara  dalam rangka menyambut periode libur dan cuti bersama pada akhir bulan  Oktober 2020. Secara tahunan, kelompok administered prices mencatat  inflasi sebesar 0,46% (yoy), lebih rendah dari inflasi bulan sebelumnya  sebesar 0,63% (yoy).'</content:encoded></item></channel></rss>
