<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Hasil Pilpres AS Jadi Penentu Hubungan Ekonomi Indonesia dengan Negeri Paman Sam</title><description>Pemilihan presiden (pilpres) di Amerika Serikat (AS) akan segera berlangsung.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2020/11/03/320/2303229/hasil-pilpres-as-jadi-penentu-hubungan-ekonomi-indonesia-dengan-negeri-paman-sam</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2020/11/03/320/2303229/hasil-pilpres-as-jadi-penentu-hubungan-ekonomi-indonesia-dengan-negeri-paman-sam"/><item><title>Hasil Pilpres AS Jadi Penentu Hubungan Ekonomi Indonesia dengan Negeri Paman Sam</title><link>https://economy.okezone.com/read/2020/11/03/320/2303229/hasil-pilpres-as-jadi-penentu-hubungan-ekonomi-indonesia-dengan-negeri-paman-sam</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2020/11/03/320/2303229/hasil-pilpres-as-jadi-penentu-hubungan-ekonomi-indonesia-dengan-negeri-paman-sam</guid><pubDate>Selasa 03 November 2020 10:32 WIB</pubDate><dc:creator>Rina Anggraeni</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/11/03/320/2303229/hasil-pilpres-as-jadi-penentu-hubungan-ekonomi-indonesia-dengan-negeri-paman-sam-ze1qr8CdHT.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Indonesia dan AS (Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/11/03/320/2303229/hasil-pilpres-as-jadi-penentu-hubungan-ekonomi-indonesia-dengan-negeri-paman-sam-ze1qr8CdHT.jpg</image><title>Indonesia dan AS (Shutterstock)</title></images><description>JAKARTA - Pemilihan presiden (pilpres) di Amerika Serikat (AS) akan berlangsung. Adapun, kandidat Partai Republik Donald Trump dan Partai Demokrat Joe Biden, akan bersaing ketat untuk mendapatkan perolehan suara.

Nah, pemilu di Negeri Paman Sam ini ternyata bisa mempengaruhi ekonomi Indonesia. Ekonom Indef Bhima Yudistira mengatakan dampaknya cukup besar bagi prospek perdagangan Indonesia dari hasil Pemilu AS. Jika Trump kembali jadi Presiden AS maka akan memberatkan Indonesia
 
Baca juga: Hasil Pilpres AS Tak Pengaruhi Upaya Negosiasi LTD
&quot;Kebijakan proteksionisme yang dilakukan Trump sudah banyak merugikan kepentingan Indonesia. Buktinya kinerja ekspor sebelum pandemi sudah lesu karena rendahnya permintaan bahan baku ke China dan ekspor langsung ke AS. Selain itu Trump dinilai menciptakan banyak ketidakpastian dalam ekonomi global,&quot; kata Bhima saat dihubungi MNC Portal News di Jakarta, Selasa (3/11/2020).

Sementara itu, Biden lebih berpengalaman menjalin hubungan multilateral yang produktif pada era Obama. Jika Biden terpilih diperkirakan tensi perang dagang akan menurun. Disisi lain kebijakan stimulus ekonomi di partai demokrat akan lebih besar untuk mendorong pemulihan daya beli kelas menengah di AS.
 
Baca juga: Harga Emas Menguat saat Investor Cari Aman dari Ketidakpastian Pilpres AS
&quot;Biden juga mendorong upah minimum federal naik menjadi USD15 per jam. Imbasnya permintaan barang dari Indonesia akan semakin besar jika daya beli di AS meningkat,&quot; katanya.Terkait dengan dampak ke pasar keuangan, Biden akan memberikan angin  segar ke arus modal asing jika terpilih. Investor AS yang selama ini  bermain aman dengan beli emas, dolar dan yen jepang atau safe haven  mulai berani masuk ke emerging market.

Salah satu yang akan di incar pastinya obligasi pemerintah Indonesia  karena tawarkan bunga yang tinggi kepada investor. Dari segi FDI atau  investasi asing langsung AS diprediksi semakin masuk ke Indonesia jika  normalisasi hubungan dagang berhasil.

&quot;Biden pun sepertinya akan  mengambil langkah yang lebih taktis untuk menghadapi China di Asia  tenggara khususnya pada masalah sengketa Laut China Selatan,&quot; tandasnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Pemilihan presiden (pilpres) di Amerika Serikat (AS) akan berlangsung. Adapun, kandidat Partai Republik Donald Trump dan Partai Demokrat Joe Biden, akan bersaing ketat untuk mendapatkan perolehan suara.

Nah, pemilu di Negeri Paman Sam ini ternyata bisa mempengaruhi ekonomi Indonesia. Ekonom Indef Bhima Yudistira mengatakan dampaknya cukup besar bagi prospek perdagangan Indonesia dari hasil Pemilu AS. Jika Trump kembali jadi Presiden AS maka akan memberatkan Indonesia
 
Baca juga: Hasil Pilpres AS Tak Pengaruhi Upaya Negosiasi LTD
&quot;Kebijakan proteksionisme yang dilakukan Trump sudah banyak merugikan kepentingan Indonesia. Buktinya kinerja ekspor sebelum pandemi sudah lesu karena rendahnya permintaan bahan baku ke China dan ekspor langsung ke AS. Selain itu Trump dinilai menciptakan banyak ketidakpastian dalam ekonomi global,&quot; kata Bhima saat dihubungi MNC Portal News di Jakarta, Selasa (3/11/2020).

Sementara itu, Biden lebih berpengalaman menjalin hubungan multilateral yang produktif pada era Obama. Jika Biden terpilih diperkirakan tensi perang dagang akan menurun. Disisi lain kebijakan stimulus ekonomi di partai demokrat akan lebih besar untuk mendorong pemulihan daya beli kelas menengah di AS.
 
Baca juga: Harga Emas Menguat saat Investor Cari Aman dari Ketidakpastian Pilpres AS
&quot;Biden juga mendorong upah minimum federal naik menjadi USD15 per jam. Imbasnya permintaan barang dari Indonesia akan semakin besar jika daya beli di AS meningkat,&quot; katanya.Terkait dengan dampak ke pasar keuangan, Biden akan memberikan angin  segar ke arus modal asing jika terpilih. Investor AS yang selama ini  bermain aman dengan beli emas, dolar dan yen jepang atau safe haven  mulai berani masuk ke emerging market.

Salah satu yang akan di incar pastinya obligasi pemerintah Indonesia  karena tawarkan bunga yang tinggi kepada investor. Dari segi FDI atau  investasi asing langsung AS diprediksi semakin masuk ke Indonesia jika  normalisasi hubungan dagang berhasil.

&quot;Biden pun sepertinya akan  mengambil langkah yang lebih taktis untuk menghadapi China di Asia  tenggara khususnya pada masalah sengketa Laut China Selatan,&quot; tandasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
