<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Dari 40 Juta Pendaftar Kartu Prakerja, Hanya 5,6 Juta Orang Dapat SK</title><description>Program Kartu Prakerja telah mencatat 40 juta orang pendaftar dalam 10 batch per 30 Oktober 2020.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2020/11/03/320/2303358/dari-40-juta-pendaftar-kartu-prakerja-hanya-5-6-juta-orang-dapat-sk</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2020/11/03/320/2303358/dari-40-juta-pendaftar-kartu-prakerja-hanya-5-6-juta-orang-dapat-sk"/><item><title>Dari 40 Juta Pendaftar Kartu Prakerja, Hanya 5,6 Juta Orang Dapat SK</title><link>https://economy.okezone.com/read/2020/11/03/320/2303358/dari-40-juta-pendaftar-kartu-prakerja-hanya-5-6-juta-orang-dapat-sk</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2020/11/03/320/2303358/dari-40-juta-pendaftar-kartu-prakerja-hanya-5-6-juta-orang-dapat-sk</guid><pubDate>Selasa 03 November 2020 13:35 WIB</pubDate><dc:creator>Michelle Natalia</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/11/03/320/2303358/dari-40-juta-pendaftar-kartu-prakerja-hanya-5-6-juta-orang-dapat-sk-6oJdviiXeA.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Kartu Prakerja (Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/11/03/320/2303358/dari-40-juta-pendaftar-kartu-prakerja-hanya-5-6-juta-orang-dapat-sk-6oJdviiXeA.jpg</image><title>Kartu Prakerja (Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Program Kartu Prakerja telah mencatat 40 juta orang pendaftar dalam 10 batch per 30 Oktober 2020. 47% di antaranya adalah perempuan.

Selanjutnya, yang berhasil lolos verifikasi e-mail sebanyak 26 juta orang, lolos verifikasi NIK dan KK menjadi 20 juta orang, dan lolos verifikasi nomor HP sebanyak 18 juta orang.
 
&amp;nbsp;Baca juga: 373.745 Peserta Kena Blacklist dari Program Kartu Prakerja
&quot;Dari jumlah tersebut, akhirnya yang menerima SK Kartu Prakerja secara total adalah sebanyak 5,6 juta orang. Kartu Prakerja melayani 514 kabupaten/kota secara digital,&quot; ujar Denni dalam diskusi virtual di Jakarta, Selasa(3/11/2020).

Sebanyak 5,2 juta penerima telah membeli pelatihan. Lalu, sebanyak 4,94 juta penerima telah menyelesaikan minimal 1 pelatihan. &quot;Yang telah menerima insentif sebanyak 4,9 juta, dengan total insentif tersalurkan Rp5,7 triliun,&quot; tambah Denni.
 
&amp;nbsp;Baca juga: 5 Fakta di Balik Kartu Prakerja Gelombang 11
Untuk batch 10 September lalu, yang mendaftar sebanyak 6,7 juta orang, yang kemudian tersaring sedemikian rupa sehingga yang diterima sebanyak 116.261 orang.

&quot;Memang jauh lebih banyak yang mendaftar, tetapi kuota penerima kan terbatas. Selain itu, data penerima tahun ini kami pastikan tidak akan sama dengan data penerima tahun depan,&quot; tegas Denni.

Berdasarkan survei evaluasi terhadap 2,4 juta penerima Kartu Prakerja per 31 Oktober 2020, sebanyak 88% penerima berstatus tidak bekerja. 71% diantaranya berada pada kelompok usia produktif 18-35 tahun.&quot;81% dari mereka berpendidikan SMA ke atas, 71% diantaranya pekerja  informal dengan rata-rata pendapatan Rp1,3 juta per bulannya,&quot;  terangnya.

Denni mengatakan, 30% penerima dari yang status awalnya menganggur,  berhasil menjadi karyawan, wirausaha, atau pekerja mandiri. 91% penerima  juga melampirkan sertifikat Prakerja untuk mendaftar pekerjaan.

&quot;Di Prakerja sendiri, terdapat 1.534 pelatihan aktif, dengan 147  jumlah lembaga pelatihan, dan 7 platform digital dengan rating rata-rata  4.9 dari 5.0. Harga kursus rata-rata juga sebesar Rp371 ribu,&quot;  ungkapnya.


Dari banyaknya pelatihan yang ditawarkan, terdapat 7 bidang yang  paling diminati, antara lain di sektor gaya hidup, manajemen, marketing,  keuangan, makanan dan minuman, bahasa asing, dan teknologi informasi.

&quot;Para penerima juga memanfaatkan insentifnya secara bijak, 96%  memanfaatkan untuk membeli bahan pangan, 75% untuk listrik, 63% untuk  modal usaha, 65% bensin, dan 63% pulsa dan paket internet,&quot; pungkas  Denni.</description><content:encoded>JAKARTA - Program Kartu Prakerja telah mencatat 40 juta orang pendaftar dalam 10 batch per 30 Oktober 2020. 47% di antaranya adalah perempuan.

Selanjutnya, yang berhasil lolos verifikasi e-mail sebanyak 26 juta orang, lolos verifikasi NIK dan KK menjadi 20 juta orang, dan lolos verifikasi nomor HP sebanyak 18 juta orang.
 
&amp;nbsp;Baca juga: 373.745 Peserta Kena Blacklist dari Program Kartu Prakerja
&quot;Dari jumlah tersebut, akhirnya yang menerima SK Kartu Prakerja secara total adalah sebanyak 5,6 juta orang. Kartu Prakerja melayani 514 kabupaten/kota secara digital,&quot; ujar Denni dalam diskusi virtual di Jakarta, Selasa(3/11/2020).

Sebanyak 5,2 juta penerima telah membeli pelatihan. Lalu, sebanyak 4,94 juta penerima telah menyelesaikan minimal 1 pelatihan. &quot;Yang telah menerima insentif sebanyak 4,9 juta, dengan total insentif tersalurkan Rp5,7 triliun,&quot; tambah Denni.
 
&amp;nbsp;Baca juga: 5 Fakta di Balik Kartu Prakerja Gelombang 11
Untuk batch 10 September lalu, yang mendaftar sebanyak 6,7 juta orang, yang kemudian tersaring sedemikian rupa sehingga yang diterima sebanyak 116.261 orang.

&quot;Memang jauh lebih banyak yang mendaftar, tetapi kuota penerima kan terbatas. Selain itu, data penerima tahun ini kami pastikan tidak akan sama dengan data penerima tahun depan,&quot; tegas Denni.

Berdasarkan survei evaluasi terhadap 2,4 juta penerima Kartu Prakerja per 31 Oktober 2020, sebanyak 88% penerima berstatus tidak bekerja. 71% diantaranya berada pada kelompok usia produktif 18-35 tahun.&quot;81% dari mereka berpendidikan SMA ke atas, 71% diantaranya pekerja  informal dengan rata-rata pendapatan Rp1,3 juta per bulannya,&quot;  terangnya.

Denni mengatakan, 30% penerima dari yang status awalnya menganggur,  berhasil menjadi karyawan, wirausaha, atau pekerja mandiri. 91% penerima  juga melampirkan sertifikat Prakerja untuk mendaftar pekerjaan.

&quot;Di Prakerja sendiri, terdapat 1.534 pelatihan aktif, dengan 147  jumlah lembaga pelatihan, dan 7 platform digital dengan rating rata-rata  4.9 dari 5.0. Harga kursus rata-rata juga sebesar Rp371 ribu,&quot;  ungkapnya.


Dari banyaknya pelatihan yang ditawarkan, terdapat 7 bidang yang  paling diminati, antara lain di sektor gaya hidup, manajemen, marketing,  keuangan, makanan dan minuman, bahasa asing, dan teknologi informasi.

&quot;Para penerima juga memanfaatkan insentifnya secara bijak, 96%  memanfaatkan untuk membeli bahan pangan, 75% untuk listrik, 63% untuk  modal usaha, 65% bensin, dan 63% pulsa dan paket internet,&quot; pungkas  Denni.</content:encoded></item></channel></rss>
