<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Terdampak Covid-19, UMKM Tak Ingin Gaptek</title><description>Ketangguhan UMKM dalam menghadapi peristiwa-peristiwa yang tidak dapat diprediksi seperti Covid-19</description><link>https://economy.okezone.com/read/2020/11/03/320/2303612/terdampak-covid-19-umkm-tak-ingin-gaptek</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2020/11/03/320/2303612/terdampak-covid-19-umkm-tak-ingin-gaptek"/><item><title>Terdampak Covid-19, UMKM Tak Ingin Gaptek</title><link>https://economy.okezone.com/read/2020/11/03/320/2303612/terdampak-covid-19-umkm-tak-ingin-gaptek</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2020/11/03/320/2303612/terdampak-covid-19-umkm-tak-ingin-gaptek</guid><pubDate>Selasa 03 November 2020 18:44 WIB</pubDate><dc:creator>Oktiani Endarwati</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/11/03/320/2303612/terdampak-covid-19-umkm-tak-ingin-gaptek-8pFuhvu0DC.jpg" expression="full" type="image/jpeg">UMKM Komitmen Investasi di Tengah Pandemi. (Foto: Okezone.com)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/11/03/320/2303612/terdampak-covid-19-umkm-tak-ingin-gaptek-8pFuhvu0DC.jpg</image><title>UMKM Komitmen Investasi di Tengah Pandemi. (Foto: Okezone.com)</title></images><description>JAKARTA - Hasil survei terkini yang dilakukan  UOB, Accenture dan Dun &amp;amp; Bradstreet kepada 1000 UKM di ASEAN menunjukkan bahwa Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) tetap fokus dan berkomitmen untuk berinvestasi dalam teknologi meski usaha mereka terdampak oleh Covid-19.
Mereka mengakui bahwa dengan melakukan transformasi digital bagi usaha mereka, tidak hanya memiliki peluang untuk tetap relevan dalam ekonomi digital tetapi juga dapat meningkatkan ketangguhan mereka dalam menghadapi peristiwa-peristiwa yang tidak dapat diprediksi seperti Covid-19.
Baca Juga:&amp;nbsp;Geliat Pelaku Usaha Kecantikan di Bali Hadapi Pandemi
Ekonom UOB Indonesia Enrico Tanuwidjaja mengatakan, sebanyak 60% responden setuju bahwa transformasi digital harus dilakukan untuk mengatasi hambatan usaha mereka karena Covid-19. Di samping itu, mereka juga memanfaatkan teknologi untuk melakukan otomatisasi dari berbagai fungsi bisnis.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMC8xMC8zMS80LzEyMzk0My8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
&quot;Ini urgensi atau keperluan penting untuk melakukan transformasi digital. Dari itu, sebanyak 61% mengatakan mereka harus melakukan digital sales,&quot; ujarnya pada webinar, Selasa (3/11/2020).
Menurut dia, konsumen semakin pintar dalam menavigasi jaringan internet sebelum melaksanakan pembelian. &quot;Dengan merebaknya era digital maka konsumen akan lebih memilih self service. Mereka akan cari tahu sendiri,&quot; ungkapnya.
Baca Juga:&amp;nbsp;3 Strategi Bantu UMKM Lebarkan Sayap ke Luar Negeri
Head of Public Policy Indonesia E-commerce Association (idEA) Rofi Uddarojat mengatakan, digital bisa menjadi solusi di tengah pandemi Covid-19 karena perdagangan offline ditutup. Banyak pedagang UMKM yang beralih berjualan online sehingga bisa terselamatkan.
&quot;Ada kenaikan dalam belanja online. Kemudian Covid-19 juga mengubah perilaku konsumen online yang tadinya banyak membeli barang-barang sekunder, tersier, ketika Covid datang yang dicari barang kesehatan seperti masker, sanitizer,&quot; tuturnya.&amp;nbsp;</description><content:encoded>JAKARTA - Hasil survei terkini yang dilakukan  UOB, Accenture dan Dun &amp;amp; Bradstreet kepada 1000 UKM di ASEAN menunjukkan bahwa Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) tetap fokus dan berkomitmen untuk berinvestasi dalam teknologi meski usaha mereka terdampak oleh Covid-19.
Mereka mengakui bahwa dengan melakukan transformasi digital bagi usaha mereka, tidak hanya memiliki peluang untuk tetap relevan dalam ekonomi digital tetapi juga dapat meningkatkan ketangguhan mereka dalam menghadapi peristiwa-peristiwa yang tidak dapat diprediksi seperti Covid-19.
Baca Juga:&amp;nbsp;Geliat Pelaku Usaha Kecantikan di Bali Hadapi Pandemi
Ekonom UOB Indonesia Enrico Tanuwidjaja mengatakan, sebanyak 60% responden setuju bahwa transformasi digital harus dilakukan untuk mengatasi hambatan usaha mereka karena Covid-19. Di samping itu, mereka juga memanfaatkan teknologi untuk melakukan otomatisasi dari berbagai fungsi bisnis.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMC8xMC8zMS80LzEyMzk0My8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
&quot;Ini urgensi atau keperluan penting untuk melakukan transformasi digital. Dari itu, sebanyak 61% mengatakan mereka harus melakukan digital sales,&quot; ujarnya pada webinar, Selasa (3/11/2020).
Menurut dia, konsumen semakin pintar dalam menavigasi jaringan internet sebelum melaksanakan pembelian. &quot;Dengan merebaknya era digital maka konsumen akan lebih memilih self service. Mereka akan cari tahu sendiri,&quot; ungkapnya.
Baca Juga:&amp;nbsp;3 Strategi Bantu UMKM Lebarkan Sayap ke Luar Negeri
Head of Public Policy Indonesia E-commerce Association (idEA) Rofi Uddarojat mengatakan, digital bisa menjadi solusi di tengah pandemi Covid-19 karena perdagangan offline ditutup. Banyak pedagang UMKM yang beralih berjualan online sehingga bisa terselamatkan.
&quot;Ada kenaikan dalam belanja online. Kemudian Covid-19 juga mengubah perilaku konsumen online yang tadinya banyak membeli barang-barang sekunder, tersier, ketika Covid datang yang dicari barang kesehatan seperti masker, sanitizer,&quot; tuturnya.&amp;nbsp;</content:encoded></item></channel></rss>
