<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Boikot Produk Prancis, Begini Cikal Bakal Aqua Dipinang Danone</title><description>Merek Aqua terseret dalam pusaran aksi boikot produk Prancis.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2020/11/04/278/2304061/boikot-produk-prancis-begini-cikal-bakal-aqua-dipinang-danone</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2020/11/04/278/2304061/boikot-produk-prancis-begini-cikal-bakal-aqua-dipinang-danone"/><item><title>Boikot Produk Prancis, Begini Cikal Bakal Aqua Dipinang Danone</title><link>https://economy.okezone.com/read/2020/11/04/278/2304061/boikot-produk-prancis-begini-cikal-bakal-aqua-dipinang-danone</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2020/11/04/278/2304061/boikot-produk-prancis-begini-cikal-bakal-aqua-dipinang-danone</guid><pubDate>Rabu 04 November 2020 14:31 WIB</pubDate><dc:creator>Rani Hardjanti</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/11/04/278/2304061/boikot-produk-prancis-begini-cikal-bakal-aqua-dipinang-danone-JV5dFbUKfl.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Aqua (Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/11/04/278/2304061/boikot-produk-prancis-begini-cikal-bakal-aqua-dipinang-danone-JV5dFbUKfl.jpg</image><title>Aqua (Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Merek Aqua terseret dalam pusaran aksi boikot produk Prancis. Padahal produsen air mineral ini telah hadir dan familiar dengan masyarakat sejak 1973.

Aqua didirikan oleh Tirto Utomo, dengen bendera perusahaan PT Golden Mississippi. Perusahaan ini juga sebagai pelopor di industri air minum dalam kemasan (AMDK) Tanah Air. Kala itu pabrik pertamanya didirikan di Pondok Ungu, Bekasi, 27 tahun silam.
Baca juga: Seruan Boikot Produk Prancis, Danone: SGM dan Aqua Produksi Indonesia
Kemudian pada tahun 1974, Aqua memproduksi untuk pertama kalinya dalam bentuk kemasan botol kaca berukuran 950 ml. Tirto Utomo membandrolnya dengan harga Rp75,-.

Kemudian bisnisnya terus melesat hingga akhirnya pada 1984, didirikan pabrik kedua di Padaan, Jawa Timur.  Langkah agresif ini dilakukan untuk memperluar pasar sehingga bisa mendekatkan konsumen di wilayah tersebut. Satu tahun kemudian, Aqua dikemas dalam ukuran yang lebih kecil yakni Aqua gelas 220 ml.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Ramai Seruan Boikot, Ternyata Masih Banyak Produk Prancis Mejeng di Mal
Pada tahun 1998, di sinilah cikal bakal investor asal Prancis masuk ke dalam bisnis Aqua. Terjadi aliansi strategis antara PT Tirta Investama dengan Danone melalui Danone Asia Holding Pte Ltd, sebagai minority shareholder. Selanjutnya PT Tirta Investama, PT Aqua Golden Mississippi dan PT Tirta Sibayakindo sepakat untuk bersinergi sebagai Grup Aqua. Setelah terjalin kesepakatan tersebut, Aqua mulai mengubah tampilan dengan menambahkan brand Danone.

&quot;2000, Aqua Group mencantumkan logo Danone pada seluruh produk Aqua,&quot; demikian seperti dikutip dari laman Aqua, Rabu (4/11/2020).
 
&amp;nbsp;Baca juga: Heboh Boikot Produk Prancis, Apa Saja yang Ada di Indonesia?
Brand Aqua terus menggurita. Pada 2013, Aqua membangun pabrik di Solok. Hingga saat ini Aqua masih terus beroperasi melalui distributor hingga agen air mineral.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMC8xMC8zMS8xLzEyMzkzOS8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;Pernah Melantai di Bursa

Pada 1 Maret 1990, Aqua pernah listing di lantai bursa, yang dahulu  bernama Bursa Efek Jakarta (BEJ). Aqua Golden Mississippi menyandang  status perusahaan Tbk, dengan kode emiten AQUA. Namun hengkang melalui  proses delisting secara resmi pada tahun 2010.

Rencana go private Aqua cukup berliku dan berjalan seru. Pasalnya,  saham Aqua cukup seksi dengan harga Rp450 ribu-Rp500 ribu. Perseroan  pernah mencobanya pada 2001 dan 2005. Tetapi, usaha itu selalu menemui  jalan terjal menyusul tidak keluarnya restu dari para pemengang saham.  Mereka umumnya meminta harga Rp1 juta kepada perseroan sebagai prasarat  delisting dari lantai bursa.

Pada saat paparan publik, Aqua kembali mengungkapkan rencana go  private-nya pada 2009. Pembeli saham publik pun telah ditetapkan, yakni  pemegang saham mayoritas PT Tirta Investama.

&quot;Insya Allah tahun ini,&quot; ujar Presiden Direktur AQUA Parmaningsih,  usai paparan publik di Hotel Ritz Carlton Kuningan Jakarta, Jumat  (19/6/2009) kala itu.

Dengan demikian, dana yang digunakan untuk membeli saham yang beredar  di publik tersebut akan berasal dari pemegang saham mayoritas. &quot;Kami  tidak yang mengeluarkan dana,&quot; katanya.

Baca Juga : Aqua Keukeuh Ingin Go Private

Setelah dilakukan rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPS-LB)  sebanyak 82,6 persen pemegang saham PT Aqua Golden Mississippi Tbk  (AQUA) setuju dengan rencana manajemen perusahaan untuk delisting  (penghapusan pencatatan saham di Bursa Efek Indonesia).

Dalam RUPSLB tersebut juga dibahas persetujuan perubahan harga  penjualan saham dari Rp450 ribu per saham menjadi Rp500 ribu per saham.

 
Baca juga : 82,6% Pemegang Saham Setuju AQUA Go Private 

Kemudian, PT Bursa Efek Indonesia (BEI) menyetujui penghapusan  pencatatan (Delisting) PT Aqua Golden Missisippi Tbk (AQUA) terhitung 1  April 2011 lalu.

Hal ini diungkapkan Kepala Divisi Perdagangan BEI  Andre PJ Toelle,  dalam laporan keterbukaan informasinya di BEI, Senin (11/4/2011).

Dengan adanya keputusan ini, persyaratan dan prosedur delisting  seperti yang terdapat pada ketentuan III.2 Peraturan pencatatan NoI-I  tentang  Penghapusan Pencatatan (delisting) dan Pencatatan Saham Kembali  (relisting), perseroan tidak memiiliki kewajiban sebagai perusahaan  tercatat.

 
Baca juga: BEI Setujui Delisting Aqua

Lalu, apa penyebab Aqua memilih delisting? Terungkap fakta bahwa Aqua  memilih go private atas berbagai pertimbangan, yakni pemegang saham  publik yang tidak dapat menjual saham mereka jumlahnya cukup signifikan.
Alasannya, perdagangan saham tidak likuid, jumlah pemegang saham  publik terbatas, dan fakta cukup banyak pemegang saham yang memegang  saham odd lot. Saham Odd lot atau saham tanggung adalah sebuah istilah  di pasar saham, yang artinya kepemilikan saham oleh investor tidak dapat  digenapkan ke dalam satu satuan lot yang berlaku.</description><content:encoded>JAKARTA - Merek Aqua terseret dalam pusaran aksi boikot produk Prancis. Padahal produsen air mineral ini telah hadir dan familiar dengan masyarakat sejak 1973.

Aqua didirikan oleh Tirto Utomo, dengen bendera perusahaan PT Golden Mississippi. Perusahaan ini juga sebagai pelopor di industri air minum dalam kemasan (AMDK) Tanah Air. Kala itu pabrik pertamanya didirikan di Pondok Ungu, Bekasi, 27 tahun silam.
Baca juga: Seruan Boikot Produk Prancis, Danone: SGM dan Aqua Produksi Indonesia
Kemudian pada tahun 1974, Aqua memproduksi untuk pertama kalinya dalam bentuk kemasan botol kaca berukuran 950 ml. Tirto Utomo membandrolnya dengan harga Rp75,-.

Kemudian bisnisnya terus melesat hingga akhirnya pada 1984, didirikan pabrik kedua di Padaan, Jawa Timur.  Langkah agresif ini dilakukan untuk memperluar pasar sehingga bisa mendekatkan konsumen di wilayah tersebut. Satu tahun kemudian, Aqua dikemas dalam ukuran yang lebih kecil yakni Aqua gelas 220 ml.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Ramai Seruan Boikot, Ternyata Masih Banyak Produk Prancis Mejeng di Mal
Pada tahun 1998, di sinilah cikal bakal investor asal Prancis masuk ke dalam bisnis Aqua. Terjadi aliansi strategis antara PT Tirta Investama dengan Danone melalui Danone Asia Holding Pte Ltd, sebagai minority shareholder. Selanjutnya PT Tirta Investama, PT Aqua Golden Mississippi dan PT Tirta Sibayakindo sepakat untuk bersinergi sebagai Grup Aqua. Setelah terjalin kesepakatan tersebut, Aqua mulai mengubah tampilan dengan menambahkan brand Danone.

&quot;2000, Aqua Group mencantumkan logo Danone pada seluruh produk Aqua,&quot; demikian seperti dikutip dari laman Aqua, Rabu (4/11/2020).
 
&amp;nbsp;Baca juga: Heboh Boikot Produk Prancis, Apa Saja yang Ada di Indonesia?
Brand Aqua terus menggurita. Pada 2013, Aqua membangun pabrik di Solok. Hingga saat ini Aqua masih terus beroperasi melalui distributor hingga agen air mineral.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMC8xMC8zMS8xLzEyMzkzOS8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;Pernah Melantai di Bursa

Pada 1 Maret 1990, Aqua pernah listing di lantai bursa, yang dahulu  bernama Bursa Efek Jakarta (BEJ). Aqua Golden Mississippi menyandang  status perusahaan Tbk, dengan kode emiten AQUA. Namun hengkang melalui  proses delisting secara resmi pada tahun 2010.

Rencana go private Aqua cukup berliku dan berjalan seru. Pasalnya,  saham Aqua cukup seksi dengan harga Rp450 ribu-Rp500 ribu. Perseroan  pernah mencobanya pada 2001 dan 2005. Tetapi, usaha itu selalu menemui  jalan terjal menyusul tidak keluarnya restu dari para pemengang saham.  Mereka umumnya meminta harga Rp1 juta kepada perseroan sebagai prasarat  delisting dari lantai bursa.

Pada saat paparan publik, Aqua kembali mengungkapkan rencana go  private-nya pada 2009. Pembeli saham publik pun telah ditetapkan, yakni  pemegang saham mayoritas PT Tirta Investama.

&quot;Insya Allah tahun ini,&quot; ujar Presiden Direktur AQUA Parmaningsih,  usai paparan publik di Hotel Ritz Carlton Kuningan Jakarta, Jumat  (19/6/2009) kala itu.

Dengan demikian, dana yang digunakan untuk membeli saham yang beredar  di publik tersebut akan berasal dari pemegang saham mayoritas. &quot;Kami  tidak yang mengeluarkan dana,&quot; katanya.

Baca Juga : Aqua Keukeuh Ingin Go Private

Setelah dilakukan rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPS-LB)  sebanyak 82,6 persen pemegang saham PT Aqua Golden Mississippi Tbk  (AQUA) setuju dengan rencana manajemen perusahaan untuk delisting  (penghapusan pencatatan saham di Bursa Efek Indonesia).

Dalam RUPSLB tersebut juga dibahas persetujuan perubahan harga  penjualan saham dari Rp450 ribu per saham menjadi Rp500 ribu per saham.

 
Baca juga : 82,6% Pemegang Saham Setuju AQUA Go Private 

Kemudian, PT Bursa Efek Indonesia (BEI) menyetujui penghapusan  pencatatan (Delisting) PT Aqua Golden Missisippi Tbk (AQUA) terhitung 1  April 2011 lalu.

Hal ini diungkapkan Kepala Divisi Perdagangan BEI  Andre PJ Toelle,  dalam laporan keterbukaan informasinya di BEI, Senin (11/4/2011).

Dengan adanya keputusan ini, persyaratan dan prosedur delisting  seperti yang terdapat pada ketentuan III.2 Peraturan pencatatan NoI-I  tentang  Penghapusan Pencatatan (delisting) dan Pencatatan Saham Kembali  (relisting), perseroan tidak memiiliki kewajiban sebagai perusahaan  tercatat.

 
Baca juga: BEI Setujui Delisting Aqua

Lalu, apa penyebab Aqua memilih delisting? Terungkap fakta bahwa Aqua  memilih go private atas berbagai pertimbangan, yakni pemegang saham  publik yang tidak dapat menjual saham mereka jumlahnya cukup signifikan.
Alasannya, perdagangan saham tidak likuid, jumlah pemegang saham  publik terbatas, dan fakta cukup banyak pemegang saham yang memegang  saham odd lot. Saham Odd lot atau saham tanggung adalah sebuah istilah  di pasar saham, yang artinya kepemilikan saham oleh investor tidak dapat  digenapkan ke dalam satu satuan lot yang berlaku.</content:encoded></item></channel></rss>
