<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>RI Resesi di Kuartal III, Gimana di Kuartal IV?</title><description>Kementerian Keuangan (Kemenkeu) memperkirakan ekonomi kuartal IV-2020 tumbuh tipis sekitar 0,31%.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2020/11/04/320/2304169/ri-resesi-di-kuartal-iii-gimana-di-kuartal-iv</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2020/11/04/320/2304169/ri-resesi-di-kuartal-iii-gimana-di-kuartal-iv"/><item><title>RI Resesi di Kuartal III, Gimana di Kuartal IV?</title><link>https://economy.okezone.com/read/2020/11/04/320/2304169/ri-resesi-di-kuartal-iii-gimana-di-kuartal-iv</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2020/11/04/320/2304169/ri-resesi-di-kuartal-iii-gimana-di-kuartal-iv</guid><pubDate>Rabu 04 November 2020 16:41 WIB</pubDate><dc:creator>Taufik Fajar</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/11/04/320/2304169/ri-resesi-di-kuartal-iii-gimana-di-kuartal-iv-m6ETOp8XWS.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Indonesia Terancam Resesi. (Foto: Okezone.com/Freepik)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/11/04/320/2304169/ri-resesi-di-kuartal-iii-gimana-di-kuartal-iv-m6ETOp8XWS.jpg</image><title>Indonesia Terancam Resesi. (Foto: Okezone.com/Freepik)</title></images><description>JAKARTA - Kementerian Keuangan (Kemenkeu) memperkirakan ekonomi kuartal IV-2020 tumbuh tipis sekitar 0,31%. Menurut Staf Khusus Menteri Keuangan Yustinus Prastowo, prediksi ini jauh lebih baik ketimbang kuartal II-2020 yang kontraksi 5,32%, dan kuartal III-2020 yang dipastikan kembali negatif di kisaran minus 3%.
&quot;Jadi kita berharap kuartal IV-2020 akan tumbuh positif, meski tipis prediksinya 0,31%. Dan ekonomi Indonesia sepanjang 2020 akan berada pada area negatif,&quot; ujar dia dalam Webinar DPP PAN, Rabu (4/11/2020).
Baca Juga:&amp;nbsp;Jelang Pengumuman Resesi, Swasta Diminta Bantu Pulihkan Ekonomi
Dia menjelaskan, dari beberapa komponen produk domestik bruto (PDB) akan jauh lebih baik di kuartal III-2020.  Seperti dari konsumsi rumah tangga (RT), belanja pemerintah, dan sebagainya.
&quot;Kemarin Presiden (Jokowi), sudah mengatakan sekitar minus 3%, kalau pun demikian itu berarti sudah membaik dari kuartal II-2020 -5,32%. Government spending tumbuh cukup signifikan dari minus 6,9% jadi positif 18%,&quot; ungkap dia.
Baca Juga:&amp;nbsp;Terungkap, 59% Negara Islam Alami Krisis Ekonomi Imbas Covid-19
Kemudian, lanjut dia, belanja rumah tangga yang selama ini menopang PDB terbesar meski masih negatif, tapi bergerak menjadi kurang lebih 2,2%. &quot;Artinya stimulus pemerintah juga mendukung daya beli,&quot; jelasnya.
Dia menambahkan anggaran pemulihan ekonomi nasional (PEN), realisasinya sekitar 50% per akhir Oktober 2020. Pihaknya yakin hingga akhir 2020 akan mencapai 100%.
&quot;Maka itu, kita optimistis akan terserap seluruhnya sampai akhir Desember, sebab bansos sudah 82%. Di mana untuk UKM sudah 50%. Dan korporasi yang masih rendah karena menunggu PP dan PMK, semua akan selesai dan bisa dibayarkan pada BUMN pekan ini,&quot; tandas dia.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMC8xMC8yNS82Ny8xMjM3MjYvMC8=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;</description><content:encoded>JAKARTA - Kementerian Keuangan (Kemenkeu) memperkirakan ekonomi kuartal IV-2020 tumbuh tipis sekitar 0,31%. Menurut Staf Khusus Menteri Keuangan Yustinus Prastowo, prediksi ini jauh lebih baik ketimbang kuartal II-2020 yang kontraksi 5,32%, dan kuartal III-2020 yang dipastikan kembali negatif di kisaran minus 3%.
&quot;Jadi kita berharap kuartal IV-2020 akan tumbuh positif, meski tipis prediksinya 0,31%. Dan ekonomi Indonesia sepanjang 2020 akan berada pada area negatif,&quot; ujar dia dalam Webinar DPP PAN, Rabu (4/11/2020).
Baca Juga:&amp;nbsp;Jelang Pengumuman Resesi, Swasta Diminta Bantu Pulihkan Ekonomi
Dia menjelaskan, dari beberapa komponen produk domestik bruto (PDB) akan jauh lebih baik di kuartal III-2020.  Seperti dari konsumsi rumah tangga (RT), belanja pemerintah, dan sebagainya.
&quot;Kemarin Presiden (Jokowi), sudah mengatakan sekitar minus 3%, kalau pun demikian itu berarti sudah membaik dari kuartal II-2020 -5,32%. Government spending tumbuh cukup signifikan dari minus 6,9% jadi positif 18%,&quot; ungkap dia.
Baca Juga:&amp;nbsp;Terungkap, 59% Negara Islam Alami Krisis Ekonomi Imbas Covid-19
Kemudian, lanjut dia, belanja rumah tangga yang selama ini menopang PDB terbesar meski masih negatif, tapi bergerak menjadi kurang lebih 2,2%. &quot;Artinya stimulus pemerintah juga mendukung daya beli,&quot; jelasnya.
Dia menambahkan anggaran pemulihan ekonomi nasional (PEN), realisasinya sekitar 50% per akhir Oktober 2020. Pihaknya yakin hingga akhir 2020 akan mencapai 100%.
&quot;Maka itu, kita optimistis akan terserap seluruhnya sampai akhir Desember, sebab bansos sudah 82%. Di mana untuk UKM sudah 50%. Dan korporasi yang masih rendah karena menunggu PP dan PMK, semua akan selesai dan bisa dibayarkan pada BUMN pekan ini,&quot; tandas dia.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMC8xMC8yNS82Ny8xMjM3MjYvMC8=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;</content:encoded></item></channel></rss>
