<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Cerita 2 Milenial Dirikan Startup di Indonesia</title><description>Memasuki era revolusi industri 4.0 kaum milenial di Indonesia kini sedang berlomba-lomba untuk mendirikan sebuah startup.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2020/11/04/455/2303879/cerita-2-milenial-dirikan-startup-di-indonesia</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2020/11/04/455/2303879/cerita-2-milenial-dirikan-startup-di-indonesia"/><item><title>Cerita 2 Milenial Dirikan Startup di Indonesia</title><link>https://economy.okezone.com/read/2020/11/04/455/2303879/cerita-2-milenial-dirikan-startup-di-indonesia</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2020/11/04/455/2303879/cerita-2-milenial-dirikan-startup-di-indonesia</guid><pubDate>Rabu 04 November 2020 10:57 WIB</pubDate><dc:creator>Fadel Prayoga</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/11/04/455/2303879/cerita-2-milenial-dirikan-startup-di-indonesia-1y5hiSYiZf.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Startup (Foto: Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/11/04/455/2303879/cerita-2-milenial-dirikan-startup-di-indonesia-1y5hiSYiZf.jpg</image><title>Startup (Foto: Shutterstock)</title></images><description>JAKARTA - Memasuki era revolusi industri 4.0 kaum milenial di Indonesia kini sedang berlomba-lomba untuk mendirikan sebuah startup. Dalam melahirkan perusahaan berbasis teknologi itu tentu berawal dari sebuah ide-ide liar para pemuda yang mempunyai niat untuk memajukan perekonomian Tanah Air.
Selain itu, dari pemikiran kreatif mereka kini banyak menghadirkan solusi-solusi dari masalah yang terjadi dalam kehidupan sehari-hari. Tak dapat dipungkiri inovasi yang diciptakan para milenial itu sudah mulai dinikmati oleh sebagian besar masyarakat Indonesia.
Baca Juga: Menristek: Startup Indonesia Jangan Hanya Jadi Follower
 
Salah satu contohnya seperti yang dilakukan CEO &amp;amp; Co-Founder Mycotech Adi Reza Nugroho. Dia mempunyai ide untuk menciptakan produk fashion yang ramah lingkungan. Sebab, selama ini usaha tersebut ternyata 30% dari emisi karbon yang dikeluarkan itu berasal dari proses materialnya.
&quot;Dan kulit itu salah satu material yang sangat tidak ramah lingkungan. Untuk UMKM di Indonesia kulit jadi ketergantungan,&quot; kata Adi dalam sebuah diskusi daring, Selasa (3/11/2020) malam.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAxNy8wNC8xMS8yMi85Mzc5NC8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
Dia menjelaskan, bila tetap mempertahankan material kulit, maka pelaku UMKM di Indonesia akan sulit untuk menjajal pasar internasional. Karena ada beberapa negara yang sudah tak menggunakan kulit sebagai barang dagangan.
&quot;UMKM di Indonesia tidak bisa go global karena ada beberapa permasalahan beberapa negara melarang leather sourcing dari Indonesia. Itu membuat mereka tidak bisa go global,&quot; ujarnya.Menurut dia, kehadiran Mycotech membuat pebisnis fashion menjadi  lebih sadar akan pentingnya menggunakan barang-barang yang ramah  lingkungan tapi tetap mempertahankan kualitas.
&quot;Ini jadi sebuah kabar baik untuk UMKM karena ternyata pandemi ini  untuk fashion industri memikirkan kembali apa yang harus mereka  perbaiki. Mereka berharap setelah pandemi ini mencoba hal baru, yang  mana memberikan dampak positif,&quot; kata dia.
Selain Adi yang fokus menciptakan produk fashion yang ramah  lingkungan, ada milenial lainnya yang sukses membangun startup. Dia  adalah CFO Kiddo.id Analia Tan yang merintis sebuah usaha di bidang  edukasi bagi anak-anak dan orang tua.
Dia mengaku tercetus ide untuk membuat usaha di bidang itu lantaran  dirinya memang memiliki kecintaan tersendiri terhadap proses tumbuh dan  kembang anak-anak. Kemudian, gagasan tersebut juga didukung dengan  adanya masalah di kehidupan sosial. Di mana kini banyak orang tua yang  kebingungan mencarikan aktivitas untuk sang buah hatinya.
&quot;Banyak teman-teman punya anak, mereka kesusahan cari aktivitas untuk anaknya,&quot; ujarnya dalam forum diskusi yang sama.
Dia membeberkan, Kiddo.id merupakan salah satu marketplace yang  menyediakan kebutuhan untuk aktivitas belajar, bermain dan belibur bagi  anak-anak mulai dari usia 0-12 tahun.
Layanan Kiddo juga memberikan kemudahan bagi orang tua untuk memilih  berbagai pilihan yang tersedia di Kiddo untuk menghabiskan waktu emas  tersebut bersama anak-anaknya.
Terlebih, kini dengan adanya pandemi Covid-19, yang mana aktivitas  anak lebih banyak dilakukan di rumah bersama orang tuanya. Pihaknya  memberikan pencerahan kepada para orangtua ketika menemani sang buah  hatinya.
&quot;Waktu orang-orang di rumah mereka kebingunan anaknya harus ngapain.  sekarang di rumah bareng, akhirnya mereka cari informasi  sebanyak-banyaknya di online, salah satunya di Kiddo.id,&quot; katanya.</description><content:encoded>JAKARTA - Memasuki era revolusi industri 4.0 kaum milenial di Indonesia kini sedang berlomba-lomba untuk mendirikan sebuah startup. Dalam melahirkan perusahaan berbasis teknologi itu tentu berawal dari sebuah ide-ide liar para pemuda yang mempunyai niat untuk memajukan perekonomian Tanah Air.
Selain itu, dari pemikiran kreatif mereka kini banyak menghadirkan solusi-solusi dari masalah yang terjadi dalam kehidupan sehari-hari. Tak dapat dipungkiri inovasi yang diciptakan para milenial itu sudah mulai dinikmati oleh sebagian besar masyarakat Indonesia.
Baca Juga: Menristek: Startup Indonesia Jangan Hanya Jadi Follower
 
Salah satu contohnya seperti yang dilakukan CEO &amp;amp; Co-Founder Mycotech Adi Reza Nugroho. Dia mempunyai ide untuk menciptakan produk fashion yang ramah lingkungan. Sebab, selama ini usaha tersebut ternyata 30% dari emisi karbon yang dikeluarkan itu berasal dari proses materialnya.
&quot;Dan kulit itu salah satu material yang sangat tidak ramah lingkungan. Untuk UMKM di Indonesia kulit jadi ketergantungan,&quot; kata Adi dalam sebuah diskusi daring, Selasa (3/11/2020) malam.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAxNy8wNC8xMS8yMi85Mzc5NC8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
Dia menjelaskan, bila tetap mempertahankan material kulit, maka pelaku UMKM di Indonesia akan sulit untuk menjajal pasar internasional. Karena ada beberapa negara yang sudah tak menggunakan kulit sebagai barang dagangan.
&quot;UMKM di Indonesia tidak bisa go global karena ada beberapa permasalahan beberapa negara melarang leather sourcing dari Indonesia. Itu membuat mereka tidak bisa go global,&quot; ujarnya.Menurut dia, kehadiran Mycotech membuat pebisnis fashion menjadi  lebih sadar akan pentingnya menggunakan barang-barang yang ramah  lingkungan tapi tetap mempertahankan kualitas.
&quot;Ini jadi sebuah kabar baik untuk UMKM karena ternyata pandemi ini  untuk fashion industri memikirkan kembali apa yang harus mereka  perbaiki. Mereka berharap setelah pandemi ini mencoba hal baru, yang  mana memberikan dampak positif,&quot; kata dia.
Selain Adi yang fokus menciptakan produk fashion yang ramah  lingkungan, ada milenial lainnya yang sukses membangun startup. Dia  adalah CFO Kiddo.id Analia Tan yang merintis sebuah usaha di bidang  edukasi bagi anak-anak dan orang tua.
Dia mengaku tercetus ide untuk membuat usaha di bidang itu lantaran  dirinya memang memiliki kecintaan tersendiri terhadap proses tumbuh dan  kembang anak-anak. Kemudian, gagasan tersebut juga didukung dengan  adanya masalah di kehidupan sosial. Di mana kini banyak orang tua yang  kebingungan mencarikan aktivitas untuk sang buah hatinya.
&quot;Banyak teman-teman punya anak, mereka kesusahan cari aktivitas untuk anaknya,&quot; ujarnya dalam forum diskusi yang sama.
Dia membeberkan, Kiddo.id merupakan salah satu marketplace yang  menyediakan kebutuhan untuk aktivitas belajar, bermain dan belibur bagi  anak-anak mulai dari usia 0-12 tahun.
Layanan Kiddo juga memberikan kemudahan bagi orang tua untuk memilih  berbagai pilihan yang tersedia di Kiddo untuk menghabiskan waktu emas  tersebut bersama anak-anaknya.
Terlebih, kini dengan adanya pandemi Covid-19, yang mana aktivitas  anak lebih banyak dilakukan di rumah bersama orang tuanya. Pihaknya  memberikan pencerahan kepada para orangtua ketika menemani sang buah  hatinya.
&quot;Waktu orang-orang di rumah mereka kebingunan anaknya harus ngapain.  sekarang di rumah bareng, akhirnya mereka cari informasi  sebanyak-banyaknya di online, salah satunya di Kiddo.id,&quot; katanya.</content:encoded></item></channel></rss>
