<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Semen Indonesia Kantongi Laba Rp1,54 Triliun</title><description>PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SMGR) merilis laporan keuangan konsolidasian interim kuartal III-2020.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2020/11/05/278/2304490/semen-indonesia-kantongi-laba-rp1-54-triliun</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2020/11/05/278/2304490/semen-indonesia-kantongi-laba-rp1-54-triliun"/><item><title>Semen Indonesia Kantongi Laba Rp1,54 Triliun</title><link>https://economy.okezone.com/read/2020/11/05/278/2304490/semen-indonesia-kantongi-laba-rp1-54-triliun</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2020/11/05/278/2304490/semen-indonesia-kantongi-laba-rp1-54-triliun</guid><pubDate>Kamis 05 November 2020 10:38 WIB</pubDate><dc:creator>Aditya Pratama</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/11/05/278/2304490/semen-indonesia-kantongi-laba-rp1-54-triliun-P8yYz6Ed9y.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Grafik Ekonomi (Foto: Okezone.com/Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/11/05/278/2304490/semen-indonesia-kantongi-laba-rp1-54-triliun-P8yYz6Ed9y.jpg</image><title>Grafik Ekonomi (Foto: Okezone.com/Shutterstock)</title></images><description>JAKARTA - PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SMGR) merilis laporan keuangan konsolidasian interim kuartal III-2020. Meskipun di tengah kondisi pandemi Covid-19, SMGR berhasil mencatatkan kenaikan laba bersih.
Dikutip dari keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), pada kuartal III-2020, Semen Indonesia mencatatkan laba bersih yang dapat diatribusikan ke pemilik entitas induk tercatat sebesar Rp1,54 triliun atau naik 19,1% dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp1,29 triliun, dengan laba per saham dasar Rp260.
Baca Juga: Erick Thohir Tunjuk Rudiantara Jadi Komut Semen Indonesia
Pendapatan perseroan di kuartal III-2020 tercatat sebesar Rp25,63 triliun atau turun 8,9% dibandingkan periode yang sama tahun 2019 sebesar Rp28,12 triliun. Beban pokok pendapatan tercatat sebesar Rp17,39 triliun atau turun 11,5% dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp19,64 triliun
Corporate Secretary Semen Indonesia, Vita Mahreyni mengatakan, peningkatan kinerja keuangan tersebut dicapai melalui berbagai inisiatif strategis, baik cost leadership, integrasi berbagai fungsi strategis serta penurunan beban bunga akibat refinancing program yang dilaksanakan pada semester II tahun 2019.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMC8xMS8wNC82Ny8xMjQxMTEvMC8=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;&amp;nbsp;
&quot;Meskipun pendapatan turun 8,9%n, Semen Indonesia berhasil membukukan penurunan biaya pendapatan sebesar 11,5% pada sembilan bulan tahun 2020 dengan menjaga efisiensi biaya, seperti pengelolaan bahan baku dengan optimalisasi komposisi bahan baku dan bahan penolong, integrasi pemasaran, distribusi, dan fungsi pengadaan, serta memanfaatkan limbah industri sebagai alternatif sumber bahan baku,&quot; ujar Vita, Kamis (5/11/2020).
SMGR mencatatkan liabilitas Rp42,94 triliun atau turun dari Rp43,91 triliun pada akhir 2019. Liabilitas jangka panjang sebesar Rp31,71 triliun dan liabilitas jangka pendek sejumlah Rp11,23 triliun. Ekuitas perseroan naik menjadi Rp35,31 triliun per September 2020 dari Rp33,89 triliun pada akhir 2019. Total aset perseroan meningkat menjadi Rp80,21 triliun dari sebelumnya Rp79,80 triliun.</description><content:encoded>JAKARTA - PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SMGR) merilis laporan keuangan konsolidasian interim kuartal III-2020. Meskipun di tengah kondisi pandemi Covid-19, SMGR berhasil mencatatkan kenaikan laba bersih.
Dikutip dari keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), pada kuartal III-2020, Semen Indonesia mencatatkan laba bersih yang dapat diatribusikan ke pemilik entitas induk tercatat sebesar Rp1,54 triliun atau naik 19,1% dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp1,29 triliun, dengan laba per saham dasar Rp260.
Baca Juga: Erick Thohir Tunjuk Rudiantara Jadi Komut Semen Indonesia
Pendapatan perseroan di kuartal III-2020 tercatat sebesar Rp25,63 triliun atau turun 8,9% dibandingkan periode yang sama tahun 2019 sebesar Rp28,12 triliun. Beban pokok pendapatan tercatat sebesar Rp17,39 triliun atau turun 11,5% dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp19,64 triliun
Corporate Secretary Semen Indonesia, Vita Mahreyni mengatakan, peningkatan kinerja keuangan tersebut dicapai melalui berbagai inisiatif strategis, baik cost leadership, integrasi berbagai fungsi strategis serta penurunan beban bunga akibat refinancing program yang dilaksanakan pada semester II tahun 2019.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMC8xMS8wNC82Ny8xMjQxMTEvMC8=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;&amp;nbsp;
&quot;Meskipun pendapatan turun 8,9%n, Semen Indonesia berhasil membukukan penurunan biaya pendapatan sebesar 11,5% pada sembilan bulan tahun 2020 dengan menjaga efisiensi biaya, seperti pengelolaan bahan baku dengan optimalisasi komposisi bahan baku dan bahan penolong, integrasi pemasaran, distribusi, dan fungsi pengadaan, serta memanfaatkan limbah industri sebagai alternatif sumber bahan baku,&quot; ujar Vita, Kamis (5/11/2020).
SMGR mencatatkan liabilitas Rp42,94 triliun atau turun dari Rp43,91 triliun pada akhir 2019. Liabilitas jangka panjang sebesar Rp31,71 triliun dan liabilitas jangka pendek sejumlah Rp11,23 triliun. Ekuitas perseroan naik menjadi Rp35,31 triliun per September 2020 dari Rp33,89 triliun pada akhir 2019. Total aset perseroan meningkat menjadi Rp80,21 triliun dari sebelumnya Rp79,80 triliun.</content:encoded></item></channel></rss>
