<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Kepastian Resesi Diumumkan Hari Ini, Diramal Minus 3,13%</title><description>Pertumbuhan ekonomi kuartal III tahun 2020 diperkirakan terkontraksi di kisaran -3,13% (year on year/yoy).</description><link>https://economy.okezone.com/read/2020/11/05/320/2304422/kepastian-resesi-diumumkan-hari-ini-diramal-minus-3-13</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2020/11/05/320/2304422/kepastian-resesi-diumumkan-hari-ini-diramal-minus-3-13"/><item><title>Kepastian Resesi Diumumkan Hari Ini, Diramal Minus 3,13%</title><link>https://economy.okezone.com/read/2020/11/05/320/2304422/kepastian-resesi-diumumkan-hari-ini-diramal-minus-3-13</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2020/11/05/320/2304422/kepastian-resesi-diumumkan-hari-ini-diramal-minus-3-13</guid><pubDate>Kamis 05 November 2020 07:51 WIB</pubDate><dc:creator>Rina Anggraeni</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/11/05/320/2304422/kepastian-resesi-diumumkan-hari-ini-diramal-minus-3-13-YKMSktZE9K.jpeg" expression="full" type="image/jpeg">Grafik Ekonomi (Foto: Okezone.com/Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/11/05/320/2304422/kepastian-resesi-diumumkan-hari-ini-diramal-minus-3-13-YKMSktZE9K.jpeg</image><title>Grafik Ekonomi (Foto: Okezone.com/Shutterstock)</title></images><description>JAKARTA - Pertumbuhan ekonomi kuartal III tahun 2020 diperkirakan terkontraksi di kisaran -3,13% (year on year/yoy) dari kuartal sebelumnya tercatat -5,32% yoy.
Pertumbuhan konsumsi rumah tangga diperkirakan terkontraksi ke kisaran -3,54% yoy dari kuartal sebelumnya -5,51%yoy.
Meskipun konsumsi masih terkontraksi pada kuartal, namun tidak sedalam kontraksi pada kuartal kedua.
Baca Juga:&amp;nbsp;Trump atau Biden yang Lebih Menguntungkan Ekonomi Indonesia?
&quot;Hal ini dipengaruhi oleh kebijakan PSBB transisi di berbagai daerah di Indonesia yang mendorong peningkatan pada pergerakan masyarakat, meskipun situasinya belum kembali ke level normal,&quot; kata Josua saat dihubungi MNC Portal News di Jakarta, Kamis (5/11/2020).
Kata dia, data yang mengindikasikan konsumsi rumah tangga menunjukkan perbaikan yang terbatas sepanjang kuartal III tahun 2020 di mana laju pertumbuhan penjualan ritel pada periode Juli-September 2020 tercatat terkontraksi -7,3% yoy dibandingkan laju penjualan ritel pada kuartal 2019 yang tercatat 0,7% yoy.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMC8xMC8yNS82Ny8xMjM3MjYvMC8=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
&quot;Sementara itu, meskipun trennya membaik, indeks kepercayaan konsumen pada periode kuartal ketiga tercatat -31,6% yoy dari akhir kuartal sebelumnya yang tercatat -33,7% yoy,&quot; katanya.
Selain itu, laju pertumbuhan nilai tukar petani pada kuartal kedua cenderung stabil dengan tercatat 0,13% yoy dari kuartal III tahun 2019 yang tercatat 2,23% yoy.
Pertumbuhan penjualan mobil mengalami kontraksi -55,0% yoy dari kuartal III tahun 2019 yang tercatat -10,4% yoy. Lalu, penjualan mobil yang mengalami pertumbuhan negatif, penjualan motor juga mengalami kontraksi -41,5% yoy dari kuartal III tahun 2019 yang tercatat -1,5% yoy.
Lalu, impor barang konsumsi sepanjang kuartal III tahun 2020 tercatat  tumbuh -19,1% yoy dari periode yang sama tahun 2019 yang tercatat -7,8%  yoy.
Pertumbuhan PMTB/Investasi pada 3Q20 diperkirakan mengalami kontraksi  di kisaran -7,9% yoy dari kuartal sebelumnya yang tercatat -8,61%,  dimana investasi bangunan dan non-bangunan cenderung masih terkontraksi.
Hal tersebut terindikasi dari pertumbuhan penjualan semen yang  terkontraksi -10,5% yoy pada kuartal II tahun 2020, dari kuartal III  tahun 2019 yang tercatat -1,8% yoy.
Kontraksi penjualan semen mengindikasikan investasi bangunan  sepanjang periode Jul-September  2020 masih mengalami penurunan. Selain  itu, investasi non-bangunan juga melambat terindikasi dari impor barang  modal sepanjang kuartal ketiga 2020 tercatat terkontraksi -24,9% yoy  dari kuartal III tahun 2019 yang tercatat -0,5% yoy.
Penjualan alat berat pada kuartal III-2020 pun juga tercatat  terkontraksi -48,1%yoy dibandingkan periode yang sama tahun yang lalu  yang tercatat -49,2% yoy.
Konsumsi pemerintah diperkirakan cenderung tumbuh positif pada  kuartal III, yang didorong oleh peningkatan realisasi belanja K/L serta  penyerapan anggaran PEN dibandingkan kondisi.</description><content:encoded>JAKARTA - Pertumbuhan ekonomi kuartal III tahun 2020 diperkirakan terkontraksi di kisaran -3,13% (year on year/yoy) dari kuartal sebelumnya tercatat -5,32% yoy.
Pertumbuhan konsumsi rumah tangga diperkirakan terkontraksi ke kisaran -3,54% yoy dari kuartal sebelumnya -5,51%yoy.
Meskipun konsumsi masih terkontraksi pada kuartal, namun tidak sedalam kontraksi pada kuartal kedua.
Baca Juga:&amp;nbsp;Trump atau Biden yang Lebih Menguntungkan Ekonomi Indonesia?
&quot;Hal ini dipengaruhi oleh kebijakan PSBB transisi di berbagai daerah di Indonesia yang mendorong peningkatan pada pergerakan masyarakat, meskipun situasinya belum kembali ke level normal,&quot; kata Josua saat dihubungi MNC Portal News di Jakarta, Kamis (5/11/2020).
Kata dia, data yang mengindikasikan konsumsi rumah tangga menunjukkan perbaikan yang terbatas sepanjang kuartal III tahun 2020 di mana laju pertumbuhan penjualan ritel pada periode Juli-September 2020 tercatat terkontraksi -7,3% yoy dibandingkan laju penjualan ritel pada kuartal 2019 yang tercatat 0,7% yoy.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMC8xMC8yNS82Ny8xMjM3MjYvMC8=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
&quot;Sementara itu, meskipun trennya membaik, indeks kepercayaan konsumen pada periode kuartal ketiga tercatat -31,6% yoy dari akhir kuartal sebelumnya yang tercatat -33,7% yoy,&quot; katanya.
Selain itu, laju pertumbuhan nilai tukar petani pada kuartal kedua cenderung stabil dengan tercatat 0,13% yoy dari kuartal III tahun 2019 yang tercatat 2,23% yoy.
Pertumbuhan penjualan mobil mengalami kontraksi -55,0% yoy dari kuartal III tahun 2019 yang tercatat -10,4% yoy. Lalu, penjualan mobil yang mengalami pertumbuhan negatif, penjualan motor juga mengalami kontraksi -41,5% yoy dari kuartal III tahun 2019 yang tercatat -1,5% yoy.
Lalu, impor barang konsumsi sepanjang kuartal III tahun 2020 tercatat  tumbuh -19,1% yoy dari periode yang sama tahun 2019 yang tercatat -7,8%  yoy.
Pertumbuhan PMTB/Investasi pada 3Q20 diperkirakan mengalami kontraksi  di kisaran -7,9% yoy dari kuartal sebelumnya yang tercatat -8,61%,  dimana investasi bangunan dan non-bangunan cenderung masih terkontraksi.
Hal tersebut terindikasi dari pertumbuhan penjualan semen yang  terkontraksi -10,5% yoy pada kuartal II tahun 2020, dari kuartal III  tahun 2019 yang tercatat -1,8% yoy.
Kontraksi penjualan semen mengindikasikan investasi bangunan  sepanjang periode Jul-September  2020 masih mengalami penurunan. Selain  itu, investasi non-bangunan juga melambat terindikasi dari impor barang  modal sepanjang kuartal ketiga 2020 tercatat terkontraksi -24,9% yoy  dari kuartal III tahun 2019 yang tercatat -0,5% yoy.
Penjualan alat berat pada kuartal III-2020 pun juga tercatat  terkontraksi -48,1%yoy dibandingkan periode yang sama tahun yang lalu  yang tercatat -49,2% yoy.
Konsumsi pemerintah diperkirakan cenderung tumbuh positif pada  kuartal III, yang didorong oleh peningkatan realisasi belanja K/L serta  penyerapan anggaran PEN dibandingkan kondisi.</content:encoded></item></channel></rss>
