<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Ekonomi Indonesia Resesi, Apa yang Harus Dilakukan?</title><description>Ekonomi Indonesia disebut-sebut sudah masuk jurang resesi.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2020/11/05/320/2304514/ekonomi-indonesia-resesi-apa-yang-harus-dilakukan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2020/11/05/320/2304514/ekonomi-indonesia-resesi-apa-yang-harus-dilakukan"/><item><title>Ekonomi Indonesia Resesi, Apa yang Harus Dilakukan?</title><link>https://economy.okezone.com/read/2020/11/05/320/2304514/ekonomi-indonesia-resesi-apa-yang-harus-dilakukan</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2020/11/05/320/2304514/ekonomi-indonesia-resesi-apa-yang-harus-dilakukan</guid><pubDate>Kamis 05 November 2020 11:15 WIB</pubDate><dc:creator>Suparjo Ramalan</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/11/05/320/2304514/ekonomi-indonesia-resesi-apa-yang-harus-dilakukan-xMzmHpTAwg.jpeg" expression="full" type="image/jpeg">Krisis Ekonomi (Foto: Freepik)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/11/05/320/2304514/ekonomi-indonesia-resesi-apa-yang-harus-dilakukan-xMzmHpTAwg.jpeg</image><title>Krisis Ekonomi (Foto: Freepik)</title></images><description>JAKARTA - Ekonomi Indonesia disebut-sebut sudah masuk jurang resesi. Itu karena pertumbuhan ekonomi secara nasional selama enam bulan berturut-turut mengalami kontraksi negatif.
Di mana, pada kuartal II-2020 ekonomi nasional minus 5,32 persen year on year (yoy). Sementara pada kuartal III-2020 diperkirakan minus 3 persen. Meski membaik dari pertumbuhan di kuartal sebelumnya, jurang resesi tidak dapat dihindari lagi.
Baca Juga:&amp;nbsp;Dear Orang Kaya, Enggak Mau Bantu Selamatkan Ekonomi RI?
Direktur Riset Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia Piter Abdullah menyebut, dampak resesi ekonomi Indonesia sudah dirasakan. Di mana kinerja sejumlah sektor bisnis belum mengalami pemulihan (recovery) sejak terdampak pandemi Covid-19. Akibatnya, tingkat Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) semakin melonjak.
Dampak lain adalah penurunan income masyarakat karena kehilangan lapangan pekerjaan. Sehingga hal ini semakin memperkuat terjadinya penurunan daya beli atau konsumsi masyarakat.
Baca Juga:&amp;nbsp;Resesi dan Daya Beli Lesu, Peritel: Jangan Ditambah Boikot Produk
&quot;Dampak resesi itu sudah kita alami, lonjakan PHK dan turunnya income sebagian masyarakat yang kemudian menurunkan permintaan sehingga dunia usaha juga menurun juga,&quot; kata Piter saat dihubungi, Jakarta (5/11/2020).
Meski begitu, dia menegaskan persoalan ini mulai ditangani pemerintah. Melalui program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) seperti Jaring Pengaman Sosial, pemerintah berupaya mendorong atau menjaga tingkat konsumsi masyarakat.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMC8xMC8yNS82Ny8xMjM3MjYvMC8=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
Piter menyarankan, pemerintah terus menggenjot langkah penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional untuk mencegah dampak buruk resesi lebih dalam lagi.
&quot;Seperti saya sudah sampaikan ke depan akan lebih ditentukan oleh penanganan pandemi. Saat ini perekonomian sudah mulai sedikit membaik. Apabila kasus Covid-19 terus melandai bahkan menurun, mobilitas masyarakat bisa kembali meningkat maka perekonomian akan secara bertahap akan bangkit. Dampak dari resesi memang tidak serta merta hilang, perlu waktu, utamanya pandemi harus berakhir dulu,&quot; kata dia.</description><content:encoded>JAKARTA - Ekonomi Indonesia disebut-sebut sudah masuk jurang resesi. Itu karena pertumbuhan ekonomi secara nasional selama enam bulan berturut-turut mengalami kontraksi negatif.
Di mana, pada kuartal II-2020 ekonomi nasional minus 5,32 persen year on year (yoy). Sementara pada kuartal III-2020 diperkirakan minus 3 persen. Meski membaik dari pertumbuhan di kuartal sebelumnya, jurang resesi tidak dapat dihindari lagi.
Baca Juga:&amp;nbsp;Dear Orang Kaya, Enggak Mau Bantu Selamatkan Ekonomi RI?
Direktur Riset Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia Piter Abdullah menyebut, dampak resesi ekonomi Indonesia sudah dirasakan. Di mana kinerja sejumlah sektor bisnis belum mengalami pemulihan (recovery) sejak terdampak pandemi Covid-19. Akibatnya, tingkat Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) semakin melonjak.
Dampak lain adalah penurunan income masyarakat karena kehilangan lapangan pekerjaan. Sehingga hal ini semakin memperkuat terjadinya penurunan daya beli atau konsumsi masyarakat.
Baca Juga:&amp;nbsp;Resesi dan Daya Beli Lesu, Peritel: Jangan Ditambah Boikot Produk
&quot;Dampak resesi itu sudah kita alami, lonjakan PHK dan turunnya income sebagian masyarakat yang kemudian menurunkan permintaan sehingga dunia usaha juga menurun juga,&quot; kata Piter saat dihubungi, Jakarta (5/11/2020).
Meski begitu, dia menegaskan persoalan ini mulai ditangani pemerintah. Melalui program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) seperti Jaring Pengaman Sosial, pemerintah berupaya mendorong atau menjaga tingkat konsumsi masyarakat.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMC8xMC8yNS82Ny8xMjM3MjYvMC8=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
Piter menyarankan, pemerintah terus menggenjot langkah penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional untuk mencegah dampak buruk resesi lebih dalam lagi.
&quot;Seperti saya sudah sampaikan ke depan akan lebih ditentukan oleh penanganan pandemi. Saat ini perekonomian sudah mulai sedikit membaik. Apabila kasus Covid-19 terus melandai bahkan menurun, mobilitas masyarakat bisa kembali meningkat maka perekonomian akan secara bertahap akan bangkit. Dampak dari resesi memang tidak serta merta hilang, perlu waktu, utamanya pandemi harus berakhir dulu,&quot; kata dia.</content:encoded></item></channel></rss>
