<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Ekonomi Indonesia Resesi, Daerah Mana yang Paling Minus?</title><description>Badan Pusat Statistik (BPS) telah merilis angka Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Triwulan III-2020.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2020/11/05/320/2304627/ekonomi-indonesia-resesi-daerah-mana-yang-paling-minus</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2020/11/05/320/2304627/ekonomi-indonesia-resesi-daerah-mana-yang-paling-minus"/><item><title>Ekonomi Indonesia Resesi, Daerah Mana yang Paling Minus?</title><link>https://economy.okezone.com/read/2020/11/05/320/2304627/ekonomi-indonesia-resesi-daerah-mana-yang-paling-minus</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2020/11/05/320/2304627/ekonomi-indonesia-resesi-daerah-mana-yang-paling-minus</guid><pubDate>Kamis 05 November 2020 13:10 WIB</pubDate><dc:creator>Rina Anggraeni</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/11/05/320/2304627/ekonomi-indonesia-resesi-daerah-mana-yang-paling-minus-1Pnk4sU2bp.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ekonomi (Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/11/05/320/2304627/ekonomi-indonesia-resesi-daerah-mana-yang-paling-minus-1Pnk4sU2bp.jpg</image><title>Ekonomi (Shutterstock)</title></images><description>JAKARTA - Badan Pusat Statistik (BPS) telah merilis angka Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Triwulan III-2020. Adapun, perekonomian Indonesia berdasarkan besaran Produk Domestik Bruto (PDB) atas dasar harga berlaku triwulan III-2020 mencapai Rp3.894,7 triliun dan atas dasar harga konstan 2010 mencapai Rp2.720,6 triliun.

Artinya, ekonomi Indonesia triwulan III-2020 terhadap triwulan III-2019 mengalami kontraksi pertumbuhan sebesar 3,49% (y-on-y). Sehingga secara kumulatif, Ekonomi Indonesia sampai dengan triwulan III-2020 mengalami kontraksi pertumbuhan sebesar 2,03% (c-to-c).
 
&amp;nbsp;Baca juga; Begini Cara agar Resesi Indonesia Tak Berlanjut
Kepala BPS Suhariyanto mengatakan struktur ekonomi Indonesia secara spasial pada triwulan III-2020 didominasi oleh kelompok provinsi di Pulau Jawa sebesar 58,88%, dengan kinerja ekonomi yang mengalami kontraksi pertumbuhan sebesar 4,00% (y-on-y).

&quot;Kelompok provinsi di Pulau Bali dan Nusa Tenggara mengalami kontraksi pertumbuhan terdalam sebesar 6,80%,&quot; kata Suhariyanto dalam video virtual, Kamis (5/11/2020).
 
&amp;nbsp;Baca juga: Terungkap! Ini Biang Kerok RI Masuk Jurang Resesi
Sementara itu, kelompok provinsi lainnya yang mengalami kontraksi pertumbuhan antara lain Pulau Kalimantan sebesar 4,23%, Pulau Sumatera sebesar 2,22%, Pulau Maluku dan Papua sebesar 1,83%, serta Pulau Sulawesi sebesar 0,82%.

Namun jika dibandingkan terhadap triwulan sebelumnya, Ekonomi Indonesia triwulan III-2020 meningkat sebesar 5,05% (q-to-q).</description><content:encoded>JAKARTA - Badan Pusat Statistik (BPS) telah merilis angka Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Triwulan III-2020. Adapun, perekonomian Indonesia berdasarkan besaran Produk Domestik Bruto (PDB) atas dasar harga berlaku triwulan III-2020 mencapai Rp3.894,7 triliun dan atas dasar harga konstan 2010 mencapai Rp2.720,6 triliun.

Artinya, ekonomi Indonesia triwulan III-2020 terhadap triwulan III-2019 mengalami kontraksi pertumbuhan sebesar 3,49% (y-on-y). Sehingga secara kumulatif, Ekonomi Indonesia sampai dengan triwulan III-2020 mengalami kontraksi pertumbuhan sebesar 2,03% (c-to-c).
 
&amp;nbsp;Baca juga; Begini Cara agar Resesi Indonesia Tak Berlanjut
Kepala BPS Suhariyanto mengatakan struktur ekonomi Indonesia secara spasial pada triwulan III-2020 didominasi oleh kelompok provinsi di Pulau Jawa sebesar 58,88%, dengan kinerja ekonomi yang mengalami kontraksi pertumbuhan sebesar 4,00% (y-on-y).

&quot;Kelompok provinsi di Pulau Bali dan Nusa Tenggara mengalami kontraksi pertumbuhan terdalam sebesar 6,80%,&quot; kata Suhariyanto dalam video virtual, Kamis (5/11/2020).
 
&amp;nbsp;Baca juga: Terungkap! Ini Biang Kerok RI Masuk Jurang Resesi
Sementara itu, kelompok provinsi lainnya yang mengalami kontraksi pertumbuhan antara lain Pulau Kalimantan sebesar 4,23%, Pulau Sumatera sebesar 2,22%, Pulau Maluku dan Papua sebesar 1,83%, serta Pulau Sulawesi sebesar 0,82%.

Namun jika dibandingkan terhadap triwulan sebelumnya, Ekonomi Indonesia triwulan III-2020 meningkat sebesar 5,05% (q-to-q).</content:encoded></item></channel></rss>
