<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Indonesia Resesi, Sri Mulyani: Juni Terburuk, Sekarang Sudah Titik Balik</title><description>Sri Mulyani menyatakan Indonesia telah melalui titik balik dari resesi  ekonomi yang terjadi di kuartal II-2020 dan kuartal III-2020.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2020/11/05/320/2304668/indonesia-resesi-sri-mulyani-juni-terburuk-sekarang-sudah-titik-balik</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2020/11/05/320/2304668/indonesia-resesi-sri-mulyani-juni-terburuk-sekarang-sudah-titik-balik"/><item><title>Indonesia Resesi, Sri Mulyani: Juni Terburuk, Sekarang Sudah Titik Balik</title><link>https://economy.okezone.com/read/2020/11/05/320/2304668/indonesia-resesi-sri-mulyani-juni-terburuk-sekarang-sudah-titik-balik</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2020/11/05/320/2304668/indonesia-resesi-sri-mulyani-juni-terburuk-sekarang-sudah-titik-balik</guid><pubDate>Kamis 05 November 2020 13:46 WIB</pubDate><dc:creator>Rani Hardjanti</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/11/05/320/2304668/indonesia-resesi-sri-mulyani-juni-terburuk-sekarang-sudah-titik-balik-t940gnh5nr.jpeg" expression="full" type="image/jpeg">Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati (Foto: Okezone.com)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/11/05/320/2304668/indonesia-resesi-sri-mulyani-juni-terburuk-sekarang-sudah-titik-balik-t940gnh5nr.jpeg</image><title>Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati (Foto: Okezone.com)</title></images><description>JAKARTA - Indonesia Menteri Keuangan Sri Mulyani menyatakan Indonesia telah melalui titik balik dari resesi ekonomi yang terjadi di kuartal II-2020 dan kuartal III-2020. Pernyataan itu didasari oleh data ekonomi yang menunjukkan adanya pertumbuhan pada sejumlah sektor.
&quot;Kita sudah melalui titik balik atau turning point. Telah kita lewati masa terburuk di kuartal II-2020. Sekarang tren perbaikan,&quot; kata Sri Mulyani, dalam konferensi pres secara virtual terkait Pertumbuhan Ekonomi Triwulan III-2020, Kamis (5/11/2020).
Baca Juga:&amp;nbsp;Dear Orang Kaya, Enggak Mau Bantu Selamatkan Ekonomi RI?
Saat ini, lanjut Sri Mulyani, fokus pemerintah akan fokus perhatian pada akselerasi tren pemulihan dan pertumbuhan ekonomi ke zona positif.
&quot;Situasi terburuk adalah kuartal II mulai Juni. Sekarang trennya perbaikan,&quot; tegasnya lagi.
Baca Juga:&amp;nbsp;Resesi dan Daya Beli Lesu, Peritel: Jangan Ditambah Boikot Produk
Seperti diberitakan, Indonesia mengalami resesi lantaran pertumbuhan ekonomi mengalami kontraksi selama dua kali kuartal berturut-turut. Kuartal III-2020, mengalami kontraksi ekonomi kendati membaik dari kuartal sebelumnya.
Kuartal II-2020 ekonomi tumbuh minus 5,32% menjadi minus 3,49 kuartal III-2020. Data Badan Pusat Statistik (BPS) menyatakan sektor yang paling mengalami tekanan adalah sektor transportasi dan pergudangan.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMC8xMS8wNS82Ny8xMjQxMzEvMC8=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;&amp;nbsp;
Dari sisi produksi, kontraksi pertumbuhan terdalam terjadi pada Lapangan Usaha Transportasi dan Pergudangan sebesar 15,61%.
Sementara dari sisi pengeluaran hampir semua komponen terkontraksi, Komponen Ekspor Barang dan Jasa menjadi komponen dengan kontraksi terdalam sebesar 7,52%.</description><content:encoded>JAKARTA - Indonesia Menteri Keuangan Sri Mulyani menyatakan Indonesia telah melalui titik balik dari resesi ekonomi yang terjadi di kuartal II-2020 dan kuartal III-2020. Pernyataan itu didasari oleh data ekonomi yang menunjukkan adanya pertumbuhan pada sejumlah sektor.
&quot;Kita sudah melalui titik balik atau turning point. Telah kita lewati masa terburuk di kuartal II-2020. Sekarang tren perbaikan,&quot; kata Sri Mulyani, dalam konferensi pres secara virtual terkait Pertumbuhan Ekonomi Triwulan III-2020, Kamis (5/11/2020).
Baca Juga:&amp;nbsp;Dear Orang Kaya, Enggak Mau Bantu Selamatkan Ekonomi RI?
Saat ini, lanjut Sri Mulyani, fokus pemerintah akan fokus perhatian pada akselerasi tren pemulihan dan pertumbuhan ekonomi ke zona positif.
&quot;Situasi terburuk adalah kuartal II mulai Juni. Sekarang trennya perbaikan,&quot; tegasnya lagi.
Baca Juga:&amp;nbsp;Resesi dan Daya Beli Lesu, Peritel: Jangan Ditambah Boikot Produk
Seperti diberitakan, Indonesia mengalami resesi lantaran pertumbuhan ekonomi mengalami kontraksi selama dua kali kuartal berturut-turut. Kuartal III-2020, mengalami kontraksi ekonomi kendati membaik dari kuartal sebelumnya.
Kuartal II-2020 ekonomi tumbuh minus 5,32% menjadi minus 3,49 kuartal III-2020. Data Badan Pusat Statistik (BPS) menyatakan sektor yang paling mengalami tekanan adalah sektor transportasi dan pergudangan.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMC8xMS8wNS82Ny8xMjQxMzEvMC8=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;&amp;nbsp;
Dari sisi produksi, kontraksi pertumbuhan terdalam terjadi pada Lapangan Usaha Transportasi dan Pergudangan sebesar 15,61%.
Sementara dari sisi pengeluaran hampir semua komponen terkontraksi, Komponen Ekspor Barang dan Jasa menjadi komponen dengan kontraksi terdalam sebesar 7,52%.</content:encoded></item></channel></rss>
