<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>BI Buka Suara soal Resesi Ekonomi Indonesia</title><description>Bank Indonesia (BI) mencatat pertumbuhan ekonomi Indonesia triwulan III 2020 membaik.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2020/11/05/320/2304978/bi-buka-suara-soal-resesi-ekonomi-indonesia</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2020/11/05/320/2304978/bi-buka-suara-soal-resesi-ekonomi-indonesia"/><item><title>BI Buka Suara soal Resesi Ekonomi Indonesia</title><link>https://economy.okezone.com/read/2020/11/05/320/2304978/bi-buka-suara-soal-resesi-ekonomi-indonesia</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2020/11/05/320/2304978/bi-buka-suara-soal-resesi-ekonomi-indonesia</guid><pubDate>Kamis 05 November 2020 21:57 WIB</pubDate><dc:creator>Rina Anggraeni</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/11/05/320/2304978/bi-buka-suara-soal-resesi-ekonomi-indonesia-GgRrh6AUbv.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Bank Indonesia (Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/11/05/320/2304978/bi-buka-suara-soal-resesi-ekonomi-indonesia-GgRrh6AUbv.jpg</image><title>Bank Indonesia (Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Bank Indonesia (BI) mencatat pertumbuhan ekonomi Indonesia triwulan III 2020 membaik, didorong meningkatnya realisasi stimulus Pemerintah serta mulai membaiknya mobilitas masyarakat dan permintaan global.

Direktur Eksekutif Komunikasi BI Onny Widjarnako mengatakan ekonomi Indonesia pada triwulan III 2020 tumbuh tinggi sebesar 5,05% (qtq), setelah mengalami kontraksi sebesar 4,19% (qtq) pada triwulan sebelumnya.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Pelonggaran PSBB hingga Derasnya Stimulus Redam Resesi Ekonomi
Secara tahunan, perbaikan ekonomi domestik juga terlihat dari berkurangnya kontraksi pertumbuhan menjadi 3,49% (yoy) dari kontraksi pada triwulan II 2020 sebesar 5,32% (yoy).

&quot;Perbaikan ekonomi domestik terjadi pada hampir semua komponen PDB sisi pengeluaran,&quot; kata Onny di Jakarta, Kamis (5/11/2020).
 
&amp;nbsp;Baca juga: Ekonomi RI Minus 3,49%, Kepala Bappenas: Ada Kemajuan
Kata dia, meningkatnya realisasi stimulus Pemerintah, terutama berupa bantuan sosial, belanja barang dan jasa lainnya, serta transfer ke daerah dan dana desa (TKDD) berpengaruh kuat pada konsumsi pemerintah yang pada triwulan III 2020 tumbuh tinggi sebesar 9,76% (yoy), setelah sebelumnya terkontraksi sebesar 6,9% pada triwulan II 2020.

&quot;Dorongan stimulus tersebut dan membaiknya mobilitas masyarakat turut menopang perbaikan kontraksi konsumsi rumah tangga menjadi sebesar 4,04% (yoy),&quot; katanya.

Kinerja investasi juga membaik dengan kontraksi yang berkurang menjadi 6,48% (yoy), terutama didorong investasi nonbangunan. Selain itu, kinerja ekspor mengalami kontraksi yang lebih kecil sebesar 10,82% (yoy) sejalan meningkatnya mobilitas penduduk dan membaiknya kinerja mitra dagang utama Indonesia, terutama Tiongkok.Di sisi Lapangan Usaha (LU), sebagian besar Lapangan Usaha (LU)  mengalami perbaikan, terutama LU yang terkait dengan kesehatan dan  aktivitas work from home dan school from home yang tercatat tetap tumbuh  positif, seperti LU Informasi dan Komunikasi, LU Jasa Kesehatan dan  Kegiatan Sosial, serta LU Jasa Pendidikan. Meningkatnya mobilitas  masyarakat turut mendorong perbaikan kinerja LU Penyediaan Akomodasi dan  Makan Minum serta LU Transportasi dan Pergudangan yang mencatat  kontraksi yang lebih kecil.

Selain itu, LU Industri Pengolahan, LU Konstruksi, dan LU Perdagangan menunjukkan perbaikan.

Ke depan, Bank Indonesia melalui bauran kebijakannya terus memperkuat  sinergi dengan Pemerintah dan otoritas terkait agar berbagai kebijakan  yang ditempuh makin efektif mendorong pemulihan ekonomi.</description><content:encoded>JAKARTA - Bank Indonesia (BI) mencatat pertumbuhan ekonomi Indonesia triwulan III 2020 membaik, didorong meningkatnya realisasi stimulus Pemerintah serta mulai membaiknya mobilitas masyarakat dan permintaan global.

Direktur Eksekutif Komunikasi BI Onny Widjarnako mengatakan ekonomi Indonesia pada triwulan III 2020 tumbuh tinggi sebesar 5,05% (qtq), setelah mengalami kontraksi sebesar 4,19% (qtq) pada triwulan sebelumnya.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Pelonggaran PSBB hingga Derasnya Stimulus Redam Resesi Ekonomi
Secara tahunan, perbaikan ekonomi domestik juga terlihat dari berkurangnya kontraksi pertumbuhan menjadi 3,49% (yoy) dari kontraksi pada triwulan II 2020 sebesar 5,32% (yoy).

&quot;Perbaikan ekonomi domestik terjadi pada hampir semua komponen PDB sisi pengeluaran,&quot; kata Onny di Jakarta, Kamis (5/11/2020).
 
&amp;nbsp;Baca juga: Ekonomi RI Minus 3,49%, Kepala Bappenas: Ada Kemajuan
Kata dia, meningkatnya realisasi stimulus Pemerintah, terutama berupa bantuan sosial, belanja barang dan jasa lainnya, serta transfer ke daerah dan dana desa (TKDD) berpengaruh kuat pada konsumsi pemerintah yang pada triwulan III 2020 tumbuh tinggi sebesar 9,76% (yoy), setelah sebelumnya terkontraksi sebesar 6,9% pada triwulan II 2020.

&quot;Dorongan stimulus tersebut dan membaiknya mobilitas masyarakat turut menopang perbaikan kontraksi konsumsi rumah tangga menjadi sebesar 4,04% (yoy),&quot; katanya.

Kinerja investasi juga membaik dengan kontraksi yang berkurang menjadi 6,48% (yoy), terutama didorong investasi nonbangunan. Selain itu, kinerja ekspor mengalami kontraksi yang lebih kecil sebesar 10,82% (yoy) sejalan meningkatnya mobilitas penduduk dan membaiknya kinerja mitra dagang utama Indonesia, terutama Tiongkok.Di sisi Lapangan Usaha (LU), sebagian besar Lapangan Usaha (LU)  mengalami perbaikan, terutama LU yang terkait dengan kesehatan dan  aktivitas work from home dan school from home yang tercatat tetap tumbuh  positif, seperti LU Informasi dan Komunikasi, LU Jasa Kesehatan dan  Kegiatan Sosial, serta LU Jasa Pendidikan. Meningkatnya mobilitas  masyarakat turut mendorong perbaikan kinerja LU Penyediaan Akomodasi dan  Makan Minum serta LU Transportasi dan Pergudangan yang mencatat  kontraksi yang lebih kecil.

Selain itu, LU Industri Pengolahan, LU Konstruksi, dan LU Perdagangan menunjukkan perbaikan.

Ke depan, Bank Indonesia melalui bauran kebijakannya terus memperkuat  sinergi dengan Pemerintah dan otoritas terkait agar berbagai kebijakan  yang ditempuh makin efektif mendorong pemulihan ekonomi.</content:encoded></item></channel></rss>
