<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>   Aspal Buton Lebih Canggih dari Produk Luar Negeri, Ini Keunggulannya</title><description>Aspal Buton (Asbuton) adalah salah satu aspal paling berkualitas tinggi.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2020/11/05/470/2304486/aspal-buton-lebih-canggih-dari-produk-luar-negeri-ini-keunggulannya</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2020/11/05/470/2304486/aspal-buton-lebih-canggih-dari-produk-luar-negeri-ini-keunggulannya"/><item><title>   Aspal Buton Lebih Canggih dari Produk Luar Negeri, Ini Keunggulannya</title><link>https://economy.okezone.com/read/2020/11/05/470/2304486/aspal-buton-lebih-canggih-dari-produk-luar-negeri-ini-keunggulannya</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2020/11/05/470/2304486/aspal-buton-lebih-canggih-dari-produk-luar-negeri-ini-keunggulannya</guid><pubDate>Kamis 05 November 2020 10:30 WIB</pubDate><dc:creator>Taufik Fajar</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/11/05/470/2304486/aspal-buton-lebih-canggih-dari-produk-luar-negeri-ini-keunggulannya-DJpccnYf0Z.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Aspal Buton (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/11/05/470/2304486/aspal-buton-lebih-canggih-dari-produk-luar-negeri-ini-keunggulannya-DJpccnYf0Z.jpg</image><title>Aspal Buton (Foto: Okezone)</title></images><description> 
JAKARTA - Aspal Buton (Asbuton) adalah salah satu aspal paling berkualitas tinggi dan hanya ada beberapa tempat di dunia yang bisa sedikit menyaingi kualitas maupun ketangguhannya.
Menteri Koordintaor Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan lantas mengatakan pemerintah telah komitmen agar Asbuton dapat ditingkatkan produksinya, begitu pula dengan kesinambungannya, agar dapat dimanfaatkan lebih banyak lagi untuk mendukung pembangunan infrastruktur nasional. Di mana saat ini sedang dikejar oleh pemerintah, guna lebih mendorong roda perekonomian masyarakat.
&quot;Asbuton harus lebih baik dari luar negeri. Asbuton harus ada kepastian antara ketersediaan dan penggunaannya sudah jelas. saya minta Deputi saya Pak Odi pimpin pembahasan lanjutan dan menindak lanjuti ini. Semua pihak agar berkolaborasi dan sudah berapa produksinya pada tahun 2021 dan 2022,&amp;rdquo; ujar dia dalam keterangan tertulisnya, Kamis (5/11/2020).
Baca Juga: Pemerintah Siapkan Standarisasi dan Sertifikasi Aspal Buton
Dia juga menekankan, perihal kepastian produksi secara masif, standardisasi produk, dan juga mengenai kesinambungannya.
&quot;Pastikan dulu tentang harus bisa produksi. Dan, mengenai standardisasi, saya sepakat sekali, SNI itu keharusan,&amp;rdquo; ungkap Menko Luhut.Senada, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki  Hadimulyono kemudian mengatakan, bahwa pihaknya sangat menghormati  komitmen untuk mengurangi importasi aspal minyak sebanyak 500 ton pada  tahun 2021.
&quot;Kalau memang ada produksi pasti akan kami manfaatkan. Pembangunan  dan pemeliharaan jalan kami sudah atur semisal untuk aspal plastik,  beton dan tentunya untuk Asbuton. Kita wajib pakai ini, ini sebuah  keharusan, sebab adalah salah kita sendiri kalau kita tidak bisa  menggunakan dengan maksimal Asbuton,&amp;rdquo; jelas dia.
Lebih lanjut, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Arifin Tasrif  menjelaskan langkah-langkah untuk mewujudkan Asbuton, agar dapat menjadi  tuan rumah di negeri sendiri.
&quot;Kita buat SNI agar campuran Asbuton bisa maksimal, Sesudah tahun  2025 kita kaji lagi dan lakukan eksplorasi tambahan, agar menjadi  cadangan, sekaligus mensubstitusi impor,&quot; tandas dia
Sementara, Kementerian Dalam Negeri pun turut mendukung dengan  kebijakan yang tertuang di dalam Permendagri Nomor 24 Tahun 2020, yang  dengan tegas mengatakan dalam rangka menjamin program pembangunan, maka  Pemerintah Daerah harus mengutamakan Asbuton.
Asosiasi Asbuton Indonesia (Aspabi), lalu mengungkapkan, bahwa pada  tahun 2021 direncanakan akan terbangun Pabrik Pemurnian Asbuton, dan  juga SNI untuk Asbuton sudah ada dan tersertifikasi.
Data Kementerian PUPR menyebutkan, bahwa Kementerian PUPR telah dan  sudah menggunakan Asbuton untuk pembangunan dan preservasi jalan. Diatur  melalui Permen PUPR Nomor 18 Tahun 2018 tentang penggunaan Asbuton.
Total deposit Asbuton diperkirakan sebesar 663 juta ton, dan memiliki  manfaat antara lain sebagai ; aditif aspal, substitusif aspal, memenuhi  kebutuhan aspal nasional lebih dari 100 tahun, dan dapat membuka  lapangan kerja lebih luas lagi.Pada tahun 2020, penggunaan Asbuton dilaksanakan di 25 Provinsi   dengan total 42.871 ton untuk penanganan jalan sepanjang 793 Km, dengan   progres mencapai 65,84 persen.
Aspabi melalui data yang dimilikinya juga menyebutkan, Pabrik   Pengolahan Asbuton dengan total kapasitas produksi besar, rencananya   akan dibangun di Dumai dan Pekanbaru, bertipe Asbuton Pracampur dengan   total kapasitas produksi 40.000 ton.
Kemudian di Kendari, Donggala dan Buton, bertipe B 5/20 dengan total   kapasitas 48.000 ton. Dan, B 50/30, kapasitas produksi 252.000, ada  pula  bertipe CPHMA, kapasitas produksi 276.000 ton serta tipe Asbuton  Full  Extract, sebesar 60.500 ton.
Terakhir, ada di Jakarta, Bogor, Gresik. Mojosari dan Pasuruan,   bertipe Pracampur, sebesar 374.000 ton, B 5/20, sebesar 32.000 ton, B   50/30, sebesar 93.000 ton dan bertipe CPHMA, sebesar 208.000 ton.</description><content:encoded> 
JAKARTA - Aspal Buton (Asbuton) adalah salah satu aspal paling berkualitas tinggi dan hanya ada beberapa tempat di dunia yang bisa sedikit menyaingi kualitas maupun ketangguhannya.
Menteri Koordintaor Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan lantas mengatakan pemerintah telah komitmen agar Asbuton dapat ditingkatkan produksinya, begitu pula dengan kesinambungannya, agar dapat dimanfaatkan lebih banyak lagi untuk mendukung pembangunan infrastruktur nasional. Di mana saat ini sedang dikejar oleh pemerintah, guna lebih mendorong roda perekonomian masyarakat.
&quot;Asbuton harus lebih baik dari luar negeri. Asbuton harus ada kepastian antara ketersediaan dan penggunaannya sudah jelas. saya minta Deputi saya Pak Odi pimpin pembahasan lanjutan dan menindak lanjuti ini. Semua pihak agar berkolaborasi dan sudah berapa produksinya pada tahun 2021 dan 2022,&amp;rdquo; ujar dia dalam keterangan tertulisnya, Kamis (5/11/2020).
Baca Juga: Pemerintah Siapkan Standarisasi dan Sertifikasi Aspal Buton
Dia juga menekankan, perihal kepastian produksi secara masif, standardisasi produk, dan juga mengenai kesinambungannya.
&quot;Pastikan dulu tentang harus bisa produksi. Dan, mengenai standardisasi, saya sepakat sekali, SNI itu keharusan,&amp;rdquo; ungkap Menko Luhut.Senada, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki  Hadimulyono kemudian mengatakan, bahwa pihaknya sangat menghormati  komitmen untuk mengurangi importasi aspal minyak sebanyak 500 ton pada  tahun 2021.
&quot;Kalau memang ada produksi pasti akan kami manfaatkan. Pembangunan  dan pemeliharaan jalan kami sudah atur semisal untuk aspal plastik,  beton dan tentunya untuk Asbuton. Kita wajib pakai ini, ini sebuah  keharusan, sebab adalah salah kita sendiri kalau kita tidak bisa  menggunakan dengan maksimal Asbuton,&amp;rdquo; jelas dia.
Lebih lanjut, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Arifin Tasrif  menjelaskan langkah-langkah untuk mewujudkan Asbuton, agar dapat menjadi  tuan rumah di negeri sendiri.
&quot;Kita buat SNI agar campuran Asbuton bisa maksimal, Sesudah tahun  2025 kita kaji lagi dan lakukan eksplorasi tambahan, agar menjadi  cadangan, sekaligus mensubstitusi impor,&quot; tandas dia
Sementara, Kementerian Dalam Negeri pun turut mendukung dengan  kebijakan yang tertuang di dalam Permendagri Nomor 24 Tahun 2020, yang  dengan tegas mengatakan dalam rangka menjamin program pembangunan, maka  Pemerintah Daerah harus mengutamakan Asbuton.
Asosiasi Asbuton Indonesia (Aspabi), lalu mengungkapkan, bahwa pada  tahun 2021 direncanakan akan terbangun Pabrik Pemurnian Asbuton, dan  juga SNI untuk Asbuton sudah ada dan tersertifikasi.
Data Kementerian PUPR menyebutkan, bahwa Kementerian PUPR telah dan  sudah menggunakan Asbuton untuk pembangunan dan preservasi jalan. Diatur  melalui Permen PUPR Nomor 18 Tahun 2018 tentang penggunaan Asbuton.
Total deposit Asbuton diperkirakan sebesar 663 juta ton, dan memiliki  manfaat antara lain sebagai ; aditif aspal, substitusif aspal, memenuhi  kebutuhan aspal nasional lebih dari 100 tahun, dan dapat membuka  lapangan kerja lebih luas lagi.Pada tahun 2020, penggunaan Asbuton dilaksanakan di 25 Provinsi   dengan total 42.871 ton untuk penanganan jalan sepanjang 793 Km, dengan   progres mencapai 65,84 persen.
Aspabi melalui data yang dimilikinya juga menyebutkan, Pabrik   Pengolahan Asbuton dengan total kapasitas produksi besar, rencananya   akan dibangun di Dumai dan Pekanbaru, bertipe Asbuton Pracampur dengan   total kapasitas produksi 40.000 ton.
Kemudian di Kendari, Donggala dan Buton, bertipe B 5/20 dengan total   kapasitas 48.000 ton. Dan, B 50/30, kapasitas produksi 252.000, ada  pula  bertipe CPHMA, kapasitas produksi 276.000 ton serta tipe Asbuton  Full  Extract, sebesar 60.500 ton.
Terakhir, ada di Jakarta, Bogor, Gresik. Mojosari dan Pasuruan,   bertipe Pracampur, sebesar 374.000 ton, B 5/20, sebesar 32.000 ton, B   50/30, sebesar 93.000 ton dan bertipe CPHMA, sebesar 208.000 ton.</content:encoded></item></channel></rss>
