<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Cara Atur Keuangan saat Indonesia Resesi</title><description>Kita belanjakan hanya untuk kebutuhan yang urgent</description><link>https://economy.okezone.com/read/2020/11/05/622/2304544/cara-atur-keuangan-saat-indonesia-resesi</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2020/11/05/622/2304544/cara-atur-keuangan-saat-indonesia-resesi"/><item><title>Cara Atur Keuangan saat Indonesia Resesi</title><link>https://economy.okezone.com/read/2020/11/05/622/2304544/cara-atur-keuangan-saat-indonesia-resesi</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2020/11/05/622/2304544/cara-atur-keuangan-saat-indonesia-resesi</guid><pubDate>Kamis 05 November 2020 11:47 WIB</pubDate><dc:creator>Fadel Prayoga</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/11/05/622/2304544/cara-atur-keuangan-saat-indonesia-resesi-C1SCFmgJru.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Tips Mengatur Keuangan Saat Indonesia Resesi. (Foto: Okezone.com/Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/11/05/622/2304544/cara-atur-keuangan-saat-indonesia-resesi-C1SCFmgJru.jpg</image><title>Tips Mengatur Keuangan Saat Indonesia Resesi. (Foto: Okezone.com/Shutterstock)</title></images><description>JAKARTA - Masyarakat diminta tenang dan mengantisipasi dampak Indonesia yang mengalami resesi. BPS mencatat pertumbuhan ekonomi minus 3,49% pada kuartal III-2020.
Dengan demikian, Indonesia alami resesi karena mengalami dua kali berturut-turut pertumbuhan ekonomi negatif dengan ekonomi minus 5,32% pada kuartal II-2020.
Perencana Keuangan dari Advisors Alliance Group Andy Nugroho  memberi tips kelola keuangan kepada setiap orang yang mengalami imbas akibat adanya resesi tersebut. Salah satu contoh yang terkena dampak seperti pekerja yang gajinya dikurangi oleh perusahaan dan pengusaha yang pemasukannya menurun.
Dia mengimbau kepada mereka yang bernasib kurang baik karena adanya resesi agar lebih memperhatikan pengeluarnnya. Di antaranya mengurangi konsumsi yang tak penting dan lebih bijak dalam membelanjakan uangnya.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMC8xMC8yNS82Ny8xMjM3MjYvMC8=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
&amp;nbsp;&amp;ldquo;Kita belanjakan hanya untuk kebutuhan yang urgent. Penting belum tentu urgent karena masih bisa ditunda dulu,&amp;rdquo; kata Andy kepada Okezone, Kamis (5/11/2020).
Sementara itu, bagi mereka yang tidak terkena dampak alangkah baiknya tetap melakukan belanja seperti biasa. Karena dengan begitu akan tetap mempertahankan daya beli yang sedang menurun.
&amp;ldquo;Ada beberpaa orang yang memang merka resisten tidak ada isu financial sama sekali pada resesi ini. Artinya mereka menjalani hidup seperti biasa aja,&amp;rdquo; ujarnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Masyarakat diminta tenang dan mengantisipasi dampak Indonesia yang mengalami resesi. BPS mencatat pertumbuhan ekonomi minus 3,49% pada kuartal III-2020.
Dengan demikian, Indonesia alami resesi karena mengalami dua kali berturut-turut pertumbuhan ekonomi negatif dengan ekonomi minus 5,32% pada kuartal II-2020.
Perencana Keuangan dari Advisors Alliance Group Andy Nugroho  memberi tips kelola keuangan kepada setiap orang yang mengalami imbas akibat adanya resesi tersebut. Salah satu contoh yang terkena dampak seperti pekerja yang gajinya dikurangi oleh perusahaan dan pengusaha yang pemasukannya menurun.
Dia mengimbau kepada mereka yang bernasib kurang baik karena adanya resesi agar lebih memperhatikan pengeluarnnya. Di antaranya mengurangi konsumsi yang tak penting dan lebih bijak dalam membelanjakan uangnya.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMC8xMC8yNS82Ny8xMjM3MjYvMC8=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
&amp;nbsp;&amp;ldquo;Kita belanjakan hanya untuk kebutuhan yang urgent. Penting belum tentu urgent karena masih bisa ditunda dulu,&amp;rdquo; kata Andy kepada Okezone, Kamis (5/11/2020).
Sementara itu, bagi mereka yang tidak terkena dampak alangkah baiknya tetap melakukan belanja seperti biasa. Karena dengan begitu akan tetap mempertahankan daya beli yang sedang menurun.
&amp;ldquo;Ada beberpaa orang yang memang merka resisten tidak ada isu financial sama sekali pada resesi ini. Artinya mereka menjalani hidup seperti biasa aja,&amp;rdquo; ujarnya.</content:encoded></item></channel></rss>
