<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Indonesia Resesi, Saatnya Cash is The King</title><description>Indonesia resmi terperosok ke jurang resesi pada kuartal III-2020.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2020/11/05/622/2304562/indonesia-resesi-saatnya-cash-is-the-king</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2020/11/05/622/2304562/indonesia-resesi-saatnya-cash-is-the-king"/><item><title>Indonesia Resesi, Saatnya Cash is The King</title><link>https://economy.okezone.com/read/2020/11/05/622/2304562/indonesia-resesi-saatnya-cash-is-the-king</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2020/11/05/622/2304562/indonesia-resesi-saatnya-cash-is-the-king</guid><pubDate>Kamis 05 November 2020 12:06 WIB</pubDate><dc:creator>Fadel Prayoga</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/11/05/622/2304562/indonesia-resesi-saatnya-cash-is-the-king-vmDCYvn18k.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Harap Perbanyak Uang Tunai (Foto: Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/11/05/622/2304562/indonesia-resesi-saatnya-cash-is-the-king-vmDCYvn18k.jpg</image><title>Harap Perbanyak Uang Tunai (Foto: Shutterstock)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Indonesia resmi terperosok ke jurang resesi pada kuartal III-2020. Hal ini setelah dua kuartal berturut-turut perekonomian Tanah Air mengalami minus. Berdasarkan data BPS pada kuartal II terkontraksi 5,32%, kini kuartal III menurun menjadi minus 3,49%.
Perencana Keuangan dari Advisors Alliance Group Andy Nugroho menyebut cash is king menjadi hal yang penting di tengah ketidakpastian ekonomi saat resesi. Pada saat situasi krisis kesehatan dan keuangan, uang tunai menjadi hal yang berguna.
&amp;ldquo;Untuk teman-teman yang terimbas secara financial saat resesi ini sebaiknya seperti itu,&amp;rdquo; kata Andy kepada Okezone, Kamis (5/11/2020).
Dia mengimbau bagi yang masih mempunyai investasi di sektor saham sebaiknya segera dicairkan atau dipindah ke produk yang lebih aman, seperti reksadana atau yang berbasis pasar uang.
&amp;ldquo;Mending dicairkan saat ini atau diconvert. Mungkin saham diconvert ke reksasadana atau berbasis pasar uang,&amp;rdquo; ujarnya.
Dia menambahkan, di tengah gejolak ekonomi saat ini sebaiknya melakukan investasi yang risikonya rendah dan mudah dicairkan.
&amp;ldquo;Kita jadi orientasinya investasi ke produk2 yang risiko rendah dan gampang dicairkan lagi atau bentuk obligasi retail, deposito dan logam mulia. Saat ini cash is the king sebaiknya seperti itu,&amp;rdquo; kata dia.
Sebelumnya, Badan Pusat Statistik (BPS) mengumumkan ekonomi Indonesia  pada kuartal III 2020 minus 3,49% secara year on year dibandingkan  dengan periode yang sama 2019.
&quot;Perekonomian Indonesia pada triwulan III-2020 year on year  dibandingkan triwulan III-2019 mengalami kontraksi 3,49%,&quot; ujar Kepala  BPS Suhariyanto dalam konferensi pers virtual, Kamis (5/11/2020).
Jika dibandingkan dengan kuartal II-2020 maka pertumbuhan ekonomi  Indonesia pada kuartal III-2020 mengalami pertumbuhan 5,05%, sehingga  kumulatif pertumbuhan ekonomi Indonesia kuartal I hingga kuartal III  masih alami kontraksi 2,03%. (dni)</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Indonesia resmi terperosok ke jurang resesi pada kuartal III-2020. Hal ini setelah dua kuartal berturut-turut perekonomian Tanah Air mengalami minus. Berdasarkan data BPS pada kuartal II terkontraksi 5,32%, kini kuartal III menurun menjadi minus 3,49%.
Perencana Keuangan dari Advisors Alliance Group Andy Nugroho menyebut cash is king menjadi hal yang penting di tengah ketidakpastian ekonomi saat resesi. Pada saat situasi krisis kesehatan dan keuangan, uang tunai menjadi hal yang berguna.
&amp;ldquo;Untuk teman-teman yang terimbas secara financial saat resesi ini sebaiknya seperti itu,&amp;rdquo; kata Andy kepada Okezone, Kamis (5/11/2020).
Dia mengimbau bagi yang masih mempunyai investasi di sektor saham sebaiknya segera dicairkan atau dipindah ke produk yang lebih aman, seperti reksadana atau yang berbasis pasar uang.
&amp;ldquo;Mending dicairkan saat ini atau diconvert. Mungkin saham diconvert ke reksasadana atau berbasis pasar uang,&amp;rdquo; ujarnya.
Dia menambahkan, di tengah gejolak ekonomi saat ini sebaiknya melakukan investasi yang risikonya rendah dan mudah dicairkan.
&amp;ldquo;Kita jadi orientasinya investasi ke produk2 yang risiko rendah dan gampang dicairkan lagi atau bentuk obligasi retail, deposito dan logam mulia. Saat ini cash is the king sebaiknya seperti itu,&amp;rdquo; kata dia.
Sebelumnya, Badan Pusat Statistik (BPS) mengumumkan ekonomi Indonesia  pada kuartal III 2020 minus 3,49% secara year on year dibandingkan  dengan periode yang sama 2019.
&quot;Perekonomian Indonesia pada triwulan III-2020 year on year  dibandingkan triwulan III-2019 mengalami kontraksi 3,49%,&quot; ujar Kepala  BPS Suhariyanto dalam konferensi pers virtual, Kamis (5/11/2020).
Jika dibandingkan dengan kuartal II-2020 maka pertumbuhan ekonomi  Indonesia pada kuartal III-2020 mengalami pertumbuhan 5,05%, sehingga  kumulatif pertumbuhan ekonomi Indonesia kuartal I hingga kuartal III  masih alami kontraksi 2,03%. (dni)</content:encoded></item></channel></rss>
