<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Indonesia Masuk Jurang Resesi, Cari Sumber Uang Baru</title><description>BPS mencatat ekonomi Indonesia triwulan III-2020 terhadap triwulan III-2019 mengalami kontraksi pertumbuhan sebesar 3,49%.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2020/11/05/622/2304643/indonesia-masuk-jurang-resesi-cari-sumber-uang-baru</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2020/11/05/622/2304643/indonesia-masuk-jurang-resesi-cari-sumber-uang-baru"/><item><title>Indonesia Masuk Jurang Resesi, Cari Sumber Uang Baru</title><link>https://economy.okezone.com/read/2020/11/05/622/2304643/indonesia-masuk-jurang-resesi-cari-sumber-uang-baru</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2020/11/05/622/2304643/indonesia-masuk-jurang-resesi-cari-sumber-uang-baru</guid><pubDate>Kamis 05 November 2020 22:09 WIB</pubDate><dc:creator>Kunthi Fahmar Shandy</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/11/05/622/2304643/indonesia-masuk-jurang-resesi-cari-sumber-uang-baru-eSQfXsuOsv.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Personal Finance (Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/11/05/622/2304643/indonesia-masuk-jurang-resesi-cari-sumber-uang-baru-eSQfXsuOsv.jpg</image><title>Personal Finance (Shutterstock)</title></images><description>JAKARTA - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat ekonomi Indonesia triwulan III-2020 terhadap triwulan III-2019 mengalami kontraksi pertumbuhan sebesar 3,49%. Dengan begitu, ekonomi Indonesia masuk zona resesi atau minus dalam dua kuartal berturut-turut.

Financial Planner Safir Senduk menilai saat resesi seperti sekarang masyarakat sebaiknya berhenti belanja yang tidak mendesak dan penting. Seharusnya masyarakat bisa memprioritaskan belanja pada hal-hal yang memang mendesak saja.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Perlukah Mengosongkan Saldo di Rekening saat Indonesia Resesi?
Hal ini bertujuan agar masyarakat bisa mempertahankan uang tunai jika kemungkinan berjaga jaga kalau resesi ini berkepanjangan. &quot;Tetap lakukan Investasi. Namun harus fokus pada produk Reksa Dana Pasar Uang dan juga Pendapatan Tetap,&quot; kata Safir saat dihubungi, Jakarta, Kamis (5/11/2020).

Dia juga meminta agar masyarakat bisa fokus untuk mencari sumber penghasilan baru. &quot;Kembangkan semua yang bisa didayagunakan untuk dapat penghasilan,&quot; ujar dia.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Indonesia Resesi, Saatnya Cash is The King
Menurut Safir, jika masyarakat sudah terlanjur belanja di sektor saham maka bisa segera dipindahkan atau alihkan ke reksadana Pasar Uang atau Pendapatan Tetap. &quot;Tapi kalau itu uang lebih, diamkan saja di Saham tidak apa apa,&quot; tandasnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat ekonomi Indonesia triwulan III-2020 terhadap triwulan III-2019 mengalami kontraksi pertumbuhan sebesar 3,49%. Dengan begitu, ekonomi Indonesia masuk zona resesi atau minus dalam dua kuartal berturut-turut.

Financial Planner Safir Senduk menilai saat resesi seperti sekarang masyarakat sebaiknya berhenti belanja yang tidak mendesak dan penting. Seharusnya masyarakat bisa memprioritaskan belanja pada hal-hal yang memang mendesak saja.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Perlukah Mengosongkan Saldo di Rekening saat Indonesia Resesi?
Hal ini bertujuan agar masyarakat bisa mempertahankan uang tunai jika kemungkinan berjaga jaga kalau resesi ini berkepanjangan. &quot;Tetap lakukan Investasi. Namun harus fokus pada produk Reksa Dana Pasar Uang dan juga Pendapatan Tetap,&quot; kata Safir saat dihubungi, Jakarta, Kamis (5/11/2020).

Dia juga meminta agar masyarakat bisa fokus untuk mencari sumber penghasilan baru. &quot;Kembangkan semua yang bisa didayagunakan untuk dapat penghasilan,&quot; ujar dia.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Indonesia Resesi, Saatnya Cash is The King
Menurut Safir, jika masyarakat sudah terlanjur belanja di sektor saham maka bisa segera dipindahkan atau alihkan ke reksadana Pasar Uang atau Pendapatan Tetap. &quot;Tapi kalau itu uang lebih, diamkan saja di Saham tidak apa apa,&quot; tandasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
