<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>   9 Fakta di Balik Indonesia Resesi, Waspada Depresi Ekonomi</title><description>Indonesia masuk jurang resesi setelah ekonomi kuartal III-2020 minus 3,49%</description><link>https://economy.okezone.com/read/2020/11/06/320/2304902/9-fakta-di-balik-indonesia-resesi-waspada-depresi-ekonomi</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2020/11/06/320/2304902/9-fakta-di-balik-indonesia-resesi-waspada-depresi-ekonomi"/><item><title>   9 Fakta di Balik Indonesia Resesi, Waspada Depresi Ekonomi</title><link>https://economy.okezone.com/read/2020/11/06/320/2304902/9-fakta-di-balik-indonesia-resesi-waspada-depresi-ekonomi</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2020/11/06/320/2304902/9-fakta-di-balik-indonesia-resesi-waspada-depresi-ekonomi</guid><pubDate>Jum'at 06 November 2020 02:33 WIB</pubDate><dc:creator>Dani Jumadil Akhir</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/11/05/320/2304902/9-fakta-di-balik-indonesia-resesi-waspada-depresi-ekonomi-4vF1uGJVVm.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Indonesia Resesi (Foto: Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/11/05/320/2304902/9-fakta-di-balik-indonesia-resesi-waspada-depresi-ekonomi-4vF1uGJVVm.jpg</image><title>Indonesia Resesi (Foto: Shutterstock)</title></images><description>JAKARTA - Indonesia masuk jurang resesi setelah ekonomi kuartal III-2020 minus 3,49%. Pada kuartal II-2020, ekonomi Indonesia juga minus 5,32%. Hal ini menandakan Indonesia resmi masuk resesi karena pertumbuhan ekonomi dua kuartal berturut-turut mengalami minus.

&quot;Perekonomian Indonesia pada triwulan III-2020 year on year dibandingkan triwulan III-2019 mengalami kontraksi 3,49%,&quot; ujar Kepala BPS Suhariyanto dalam konferensi pers virtual, Kamis (5/11/2020).

Namun, pihak pemerintah mengklaim meski ekonomi Indonesia minus dan masuk resesi, tetapi ekonomi Indonesia menuju tren positif dan perbaikan. Ekonomi kuartal IV-2020 diharapkan bisa positif 1,6%.
Baca Juga: Banyak Perusahaan yang Bangkrut Ketika Indonesia Resesi
Berikut fakta-fakta soal ekonomi Indonesia minus 3,49% dan masuk jurang resesi seperti dirangkum Okezone, Jakarta, Kamis (5/11/2020).

1. Indonesia Resmi Resesi, Ekonomi Minus 3,49%
 
&amp;nbsp;
Badan Pusat Statistik (BPS) mengumumkan ekonomi Indonesia pada kuartal III 2020 minus 3,49% secara year on year dibandingkan dengan periode yang sama 2019.

&quot;Perekonomian Indonesia pada triwulan III-2020 year on year dibandingkan triwulan III-2019 mengalami kontraksi 3,49%,&quot; ujar Kepala BPS Suhariyanto dalam konferensi pers virtual, Kamis (5/11/2020).

Jika dibandingkan dengan kuartal II-2020 maka pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal III-2020 mengalami pertumbuhan 5,05%, sehingga kumulatif pertumbuhan ekonomi Indonesia kuartal I hingga kuartal III masih alami kontraksi 2,03%.

 
2. Penjelasan soal Resesi

Resesi merupakan siklus dari perekonomian kita. Di mana ukuran ekonomi dihitung berdasarkan seberapa besar output atau produksi yang dihasilkan dalam satu tahun.

&quot;Nah pada umumnya, output yang dihasilkan dalam setahun harus meningkat setiap tahunnya. Kalau tahun ini produksi 100 unit, tahun depan seharusnya tumbuh 105 unit atau ada kenaikan 5%. Resesi itu terjadi ketika ekonomi tumbuh negatif, dari 100 unit, turun 95 dan berlangsung dua triwulan berturut-turut,&quot; ujar Pengamat Ekonomi Piter Abdullah.
&amp;nbsp;&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMC8xMS8wNS82Ny8xMjQxMzIvMC8=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;3. Pabrik Bangkrut dan Ribuan Buruh di PHK

Sebuah pabrik sepatu di kawasan Cikupa, Kabupaten Tangerang harus  gulung tikar karena rugi terdampak Covid-19. Akibatnya sebanyak 1.800  karyawan pabrik harus terkena pemutusan hubungan kerja atau PHK.

Kepala Seksi Penyelesaian Perselisihan Hubungan Industrial (PPHI)  Disnaker Kabupaten Tangerang, Hendra mengatakan, pihaknya pun sudah  menerima laporan mengenai tutupnya pabrik tersebut. Sementara itu,  proses PHK akan dilakukan secara bertahap sejak bulan Oktober hingga  akhir November 2020.

&quot;Laporan soal PHK sudah masuk kepada kami, dan memang pabrik sepatu  itu tutup karena merugi. Untuk PHK itu, sudah dilakukan perusahaan sejak  pertengahan Oktober 2020, sampai akhir bulan ini,&quot; katanya pada Kamis  (5/11/2020).
&amp;nbsp;
 
4. Indonesia Terancam Depresi Ekonomi

Indonesia sudah resmi resesi. Tapi sebenarnya resesi ekonomi di  kuartal ke III hanya mengafirmasi kembali bahwa ekonomi sedang berada  dalam tekanan yang cukup berat. Yang menjadi pertanyaan besar apakah  ekonomi Indonesia akan masuk dalam depresi, yakni resesi ekonomi yang  berlanjut dalam satu tahun ke depan?

Konsumsi rumah tangga masih terkontraksi -4,04% menunjukkan  masyarakat khususnya menengah ke atas belum percaya terhadap penanganan  Covid-19 yang dilakukan oleh pemerintah.

&quot;Kekhawatiran untuk belanja di luar rumah masih cukup tinggi sehingga  kelas menengah dan atas mengalihkan uang ke simpanan perbankan atau  aset aman. Situasi ini sulit alami perubahan apabila masalah fundamental  gerak masyarakat terbatas karena pandemi belum juga diselesaikan,&quot; kata  Ekonom Indef Bhima di Jakarta.
5. Biang Kerok RI Masuk Jurang Resesi

Badan Pusat Statistik (BPS)resmi merilis pertumbuhan ekonomi   Indonesia pada kuartal III 2020 mengalami minus 3,49%. Hal ini   menandakan Indonesia resmi mengalami resesi pada tahun ini.

Salah satu tandanya adalah setelah dua kuartal beruntun ekonominya   tumbuh minus. Adapun pada kuartal II, ekonomi Indonesia mengalami   pertumbuhan minus 5,32%.

Kepala BPS Suhariyanto mengungkapkan biang kerok Indonesia masih   mengalami kontraksi ekonomi Indonesia. Salah satunya konsumsi rumah   tangga pada kuartal III-2020 masih minus 4,04%. Hal ini menunjukkan daya   beli masyarakat yang lesu di tengah Indonesia resesi.

&quot;Konsumsi rumah tangga, pada kuartal III-2020 secara year on year   memang masih terkontraksi 4,04% tapi tidak sedalam kuartal II minus   5,52%&quot; kata Kepala BPS Suhariyanto.

6. Istana Angkat Bicara

Tenaga Ahli Utama Kedeputian III Kantor Staf Presiden (KSP) Edy   Priyono mengatakan meski masih terkontraksi, pertumbuhan ekonomi   Indonesia mulai mengalami pemulihan.

&amp;ldquo;Indonesia sudah melampaui titik terendah dan mulai beranjak maju.   Pertumbuhan ekonomi Indonesia kuartal III-2020 memang masih negatif.   Tetapi, angka negatifnya lebih kecil dibandingkan kuartal II-2020.   Berikutnya, yang juga sangat penting adalah apa yang harus kita   lakukan?,&amp;rdquo; katanya melalui keterangan persnya, Kamis (5/11/2020).
7. Penjelasan Menteri Ekonomi Jokowi

Pemerintah menyatakan ekonomi kuartal III-2020 yang minus 3,49% masih    dinilai positif. Hal ini dikarenakan ekonomi Indonesia sudah   menujukkan  tanda positif meski mengalami resesi.

&quot;Kita bisa melihat tren ekonomi kita sudah positif yang mana melewati    rough bottom dan di kuartal ketiga minus 3,49%,&quot; kata Menko bidang    Perekonomian Airlangga Hartarto dalam video virtual, Kamis (5/11/2020).

Menteri Keuangan Sri Mulyani menyatakan Indonesia telah melalui titik    balik dari resesi ekonomi yang terjadi di kuartal II-2020 dan kuartal    III-2020. Pernyataan itu didasari oleh data ekonomi yang menunjukkan    adanya pertumbuhan pada sejumlah sektor.

&quot;Kita sudah melalui titik balik atau turning point. Telah kita lewati    masa terburuk di kuartal II-2020. Sekarang tren perbaikan,&quot; kata Sri    Mulyani.

8. Dampak Resesi

Ekonom Indef Bhima Yudistira mengatakan situasi ini akan mengarah pada gelombang kebangkrutan massal perusahaan di dalam negeri.

&quot;PHK di berbagai sektor masih akan terjadi dan menyumbang angka    pengangguran serta kenaikan jumlah orang miskin baru,&quot; kata Bhima saat    dihubungi di Jakarta, Kamis (5/11/2020).

Kata dia sektor tradable (produksi barang) lesu dan sumbangan    terhadap PDB nya cenderung menurun. Industri manufaktur masih berada di    bawah 20% dari PDB, dan sektor pertanian alami penurunan dari 15,4%   pada  kuartal ke II 2020 menjadi 14,6% di kuartal ke III.

Sementara sektor non-tradable jasa semakin mendominasi perekonomian.    Lihat sektor jasa informasi komunikasi berada di atas 4,5%, dan jasa    konstruksi 10,6% dari PDB.

&quot;Kualitas ekonomi yang menurun akan mengancam serapan kerja pada    tahun 2021 karena sektor non-tradable serapannya cenderung lebih rendah    dibandingkan sektor tradable atau penghasil barang seperti industri    pengolahan dan pertanian,&quot; katanya.
&amp;nbsp; 
9. Pengangguran di RI Melonjak Jadi 9,77 Juta Orang

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat jumlah pengangguran semakin     bertambah karena Covid-19. Pengangguran naik 2,67 juta orang menjadi     9,77 juta orang pada kuartal III-2020.

Rinciannya terdapat 29,12 juta orang (14,28% penduduk usia kerja)     yang terdampak Covid-19, terdiri dari pengangguran karena Covid-19 (2,56     juta orang), Bukan Angkatan Kerja (BAK) karena Covid-19 (0,76 juta     orang), sementara tidak bekerja karena Covid-19 (1,77 juta orang), dan     penduduk bekerja yang mengalami pengurangan jam kerja karena  Covid-19    (24,03 juta orang).

Kepala BPS Suhariyanto mengatakan, tingkat pengangguran terbuka (TPT)     Agustus 2020 sebesar 7,07% , meningkat 1,84% poin dibandingkan  dengan    Agustus 2019.

&quot;Ini meningkat 1,84% poin dibandingkan dengan Agustus 2019,&quot; kata Suhariyanto dalam video virtual, Kamis (5/11/2020).</description><content:encoded>JAKARTA - Indonesia masuk jurang resesi setelah ekonomi kuartal III-2020 minus 3,49%. Pada kuartal II-2020, ekonomi Indonesia juga minus 5,32%. Hal ini menandakan Indonesia resmi masuk resesi karena pertumbuhan ekonomi dua kuartal berturut-turut mengalami minus.

&quot;Perekonomian Indonesia pada triwulan III-2020 year on year dibandingkan triwulan III-2019 mengalami kontraksi 3,49%,&quot; ujar Kepala BPS Suhariyanto dalam konferensi pers virtual, Kamis (5/11/2020).

Namun, pihak pemerintah mengklaim meski ekonomi Indonesia minus dan masuk resesi, tetapi ekonomi Indonesia menuju tren positif dan perbaikan. Ekonomi kuartal IV-2020 diharapkan bisa positif 1,6%.
Baca Juga: Banyak Perusahaan yang Bangkrut Ketika Indonesia Resesi
Berikut fakta-fakta soal ekonomi Indonesia minus 3,49% dan masuk jurang resesi seperti dirangkum Okezone, Jakarta, Kamis (5/11/2020).

1. Indonesia Resmi Resesi, Ekonomi Minus 3,49%
 
&amp;nbsp;
Badan Pusat Statistik (BPS) mengumumkan ekonomi Indonesia pada kuartal III 2020 minus 3,49% secara year on year dibandingkan dengan periode yang sama 2019.

&quot;Perekonomian Indonesia pada triwulan III-2020 year on year dibandingkan triwulan III-2019 mengalami kontraksi 3,49%,&quot; ujar Kepala BPS Suhariyanto dalam konferensi pers virtual, Kamis (5/11/2020).

Jika dibandingkan dengan kuartal II-2020 maka pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal III-2020 mengalami pertumbuhan 5,05%, sehingga kumulatif pertumbuhan ekonomi Indonesia kuartal I hingga kuartal III masih alami kontraksi 2,03%.

 
2. Penjelasan soal Resesi

Resesi merupakan siklus dari perekonomian kita. Di mana ukuran ekonomi dihitung berdasarkan seberapa besar output atau produksi yang dihasilkan dalam satu tahun.

&quot;Nah pada umumnya, output yang dihasilkan dalam setahun harus meningkat setiap tahunnya. Kalau tahun ini produksi 100 unit, tahun depan seharusnya tumbuh 105 unit atau ada kenaikan 5%. Resesi itu terjadi ketika ekonomi tumbuh negatif, dari 100 unit, turun 95 dan berlangsung dua triwulan berturut-turut,&quot; ujar Pengamat Ekonomi Piter Abdullah.
&amp;nbsp;&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMC8xMS8wNS82Ny8xMjQxMzIvMC8=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;3. Pabrik Bangkrut dan Ribuan Buruh di PHK

Sebuah pabrik sepatu di kawasan Cikupa, Kabupaten Tangerang harus  gulung tikar karena rugi terdampak Covid-19. Akibatnya sebanyak 1.800  karyawan pabrik harus terkena pemutusan hubungan kerja atau PHK.

Kepala Seksi Penyelesaian Perselisihan Hubungan Industrial (PPHI)  Disnaker Kabupaten Tangerang, Hendra mengatakan, pihaknya pun sudah  menerima laporan mengenai tutupnya pabrik tersebut. Sementara itu,  proses PHK akan dilakukan secara bertahap sejak bulan Oktober hingga  akhir November 2020.

&quot;Laporan soal PHK sudah masuk kepada kami, dan memang pabrik sepatu  itu tutup karena merugi. Untuk PHK itu, sudah dilakukan perusahaan sejak  pertengahan Oktober 2020, sampai akhir bulan ini,&quot; katanya pada Kamis  (5/11/2020).
&amp;nbsp;
 
4. Indonesia Terancam Depresi Ekonomi

Indonesia sudah resmi resesi. Tapi sebenarnya resesi ekonomi di  kuartal ke III hanya mengafirmasi kembali bahwa ekonomi sedang berada  dalam tekanan yang cukup berat. Yang menjadi pertanyaan besar apakah  ekonomi Indonesia akan masuk dalam depresi, yakni resesi ekonomi yang  berlanjut dalam satu tahun ke depan?

Konsumsi rumah tangga masih terkontraksi -4,04% menunjukkan  masyarakat khususnya menengah ke atas belum percaya terhadap penanganan  Covid-19 yang dilakukan oleh pemerintah.

&quot;Kekhawatiran untuk belanja di luar rumah masih cukup tinggi sehingga  kelas menengah dan atas mengalihkan uang ke simpanan perbankan atau  aset aman. Situasi ini sulit alami perubahan apabila masalah fundamental  gerak masyarakat terbatas karena pandemi belum juga diselesaikan,&quot; kata  Ekonom Indef Bhima di Jakarta.
5. Biang Kerok RI Masuk Jurang Resesi

Badan Pusat Statistik (BPS)resmi merilis pertumbuhan ekonomi   Indonesia pada kuartal III 2020 mengalami minus 3,49%. Hal ini   menandakan Indonesia resmi mengalami resesi pada tahun ini.

Salah satu tandanya adalah setelah dua kuartal beruntun ekonominya   tumbuh minus. Adapun pada kuartal II, ekonomi Indonesia mengalami   pertumbuhan minus 5,32%.

Kepala BPS Suhariyanto mengungkapkan biang kerok Indonesia masih   mengalami kontraksi ekonomi Indonesia. Salah satunya konsumsi rumah   tangga pada kuartal III-2020 masih minus 4,04%. Hal ini menunjukkan daya   beli masyarakat yang lesu di tengah Indonesia resesi.

&quot;Konsumsi rumah tangga, pada kuartal III-2020 secara year on year   memang masih terkontraksi 4,04% tapi tidak sedalam kuartal II minus   5,52%&quot; kata Kepala BPS Suhariyanto.

6. Istana Angkat Bicara

Tenaga Ahli Utama Kedeputian III Kantor Staf Presiden (KSP) Edy   Priyono mengatakan meski masih terkontraksi, pertumbuhan ekonomi   Indonesia mulai mengalami pemulihan.

&amp;ldquo;Indonesia sudah melampaui titik terendah dan mulai beranjak maju.   Pertumbuhan ekonomi Indonesia kuartal III-2020 memang masih negatif.   Tetapi, angka negatifnya lebih kecil dibandingkan kuartal II-2020.   Berikutnya, yang juga sangat penting adalah apa yang harus kita   lakukan?,&amp;rdquo; katanya melalui keterangan persnya, Kamis (5/11/2020).
7. Penjelasan Menteri Ekonomi Jokowi

Pemerintah menyatakan ekonomi kuartal III-2020 yang minus 3,49% masih    dinilai positif. Hal ini dikarenakan ekonomi Indonesia sudah   menujukkan  tanda positif meski mengalami resesi.

&quot;Kita bisa melihat tren ekonomi kita sudah positif yang mana melewati    rough bottom dan di kuartal ketiga minus 3,49%,&quot; kata Menko bidang    Perekonomian Airlangga Hartarto dalam video virtual, Kamis (5/11/2020).

Menteri Keuangan Sri Mulyani menyatakan Indonesia telah melalui titik    balik dari resesi ekonomi yang terjadi di kuartal II-2020 dan kuartal    III-2020. Pernyataan itu didasari oleh data ekonomi yang menunjukkan    adanya pertumbuhan pada sejumlah sektor.

&quot;Kita sudah melalui titik balik atau turning point. Telah kita lewati    masa terburuk di kuartal II-2020. Sekarang tren perbaikan,&quot; kata Sri    Mulyani.

8. Dampak Resesi

Ekonom Indef Bhima Yudistira mengatakan situasi ini akan mengarah pada gelombang kebangkrutan massal perusahaan di dalam negeri.

&quot;PHK di berbagai sektor masih akan terjadi dan menyumbang angka    pengangguran serta kenaikan jumlah orang miskin baru,&quot; kata Bhima saat    dihubungi di Jakarta, Kamis (5/11/2020).

Kata dia sektor tradable (produksi barang) lesu dan sumbangan    terhadap PDB nya cenderung menurun. Industri manufaktur masih berada di    bawah 20% dari PDB, dan sektor pertanian alami penurunan dari 15,4%   pada  kuartal ke II 2020 menjadi 14,6% di kuartal ke III.

Sementara sektor non-tradable jasa semakin mendominasi perekonomian.    Lihat sektor jasa informasi komunikasi berada di atas 4,5%, dan jasa    konstruksi 10,6% dari PDB.

&quot;Kualitas ekonomi yang menurun akan mengancam serapan kerja pada    tahun 2021 karena sektor non-tradable serapannya cenderung lebih rendah    dibandingkan sektor tradable atau penghasil barang seperti industri    pengolahan dan pertanian,&quot; katanya.
&amp;nbsp; 
9. Pengangguran di RI Melonjak Jadi 9,77 Juta Orang

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat jumlah pengangguran semakin     bertambah karena Covid-19. Pengangguran naik 2,67 juta orang menjadi     9,77 juta orang pada kuartal III-2020.

Rinciannya terdapat 29,12 juta orang (14,28% penduduk usia kerja)     yang terdampak Covid-19, terdiri dari pengangguran karena Covid-19 (2,56     juta orang), Bukan Angkatan Kerja (BAK) karena Covid-19 (0,76 juta     orang), sementara tidak bekerja karena Covid-19 (1,77 juta orang), dan     penduduk bekerja yang mengalami pengurangan jam kerja karena  Covid-19    (24,03 juta orang).

Kepala BPS Suhariyanto mengatakan, tingkat pengangguran terbuka (TPT)     Agustus 2020 sebesar 7,07% , meningkat 1,84% poin dibandingkan  dengan    Agustus 2019.

&quot;Ini meningkat 1,84% poin dibandingkan dengan Agustus 2019,&quot; kata Suhariyanto dalam video virtual, Kamis (5/11/2020).</content:encoded></item></channel></rss>
