<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Harga Minyak Anjlok, Investor Khawatir Permintaan Turun</title><description>Harga minyak turun karena lonjakan kasus covid-19 memicu kekhawatiran atas permintaan energi.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2020/11/06/320/2305083/harga-minyak-anjlok-investor-khawatir-permintaan-turun</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2020/11/06/320/2305083/harga-minyak-anjlok-investor-khawatir-permintaan-turun"/><item><title>Harga Minyak Anjlok, Investor Khawatir Permintaan Turun</title><link>https://economy.okezone.com/read/2020/11/06/320/2305083/harga-minyak-anjlok-investor-khawatir-permintaan-turun</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2020/11/06/320/2305083/harga-minyak-anjlok-investor-khawatir-permintaan-turun</guid><pubDate>Jum'at 06 November 2020 08:49 WIB</pubDate><dc:creator>Kurniasih Miftakhul Jannah</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/11/06/320/2305083/harga-minyak-anjlok-investor-khawatir-permintaan-turun-N7oKn04PQG.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Kilang Minyak (Reuters)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/11/06/320/2305083/harga-minyak-anjlok-investor-khawatir-permintaan-turun-N7oKn04PQG.jpg</image><title>Kilang Minyak (Reuters)</title></images><description>JAKARTA - Harga minyak bergerak lebih rendah pada perdagangan kemarin. Harga minyak turun karena lonjakan kasus covid-19 memicu kekhawatiran atas permintaan energi.
Baca juga; Harga Minyak Melonjak di Atas 2%
Melansir Xinhua, Jumat (6/11/2020), West Texas Intermediate untuk pengiriman Desember turun 36 sen menjadi menetap di USD38,79 per barel di New York Mercantile Exchange, sementara minyak mentah Brent untuk pengiriman Januari turun 30 sen menjadi ditutup pada USD40,93 per barel di London ICE Futures Exchange.
Pergerakan pasar yang suram terjadi ketika infeksi virus korona terus melonjak di beberapa negara besar.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMC8xMS8wNC82Ny8xMjQxMTAvMC8=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;&amp;nbsp;
Kasus covid-19 AS telah melampaui 9,5 juta, dengan jumlah kematian melebihi 234.300 pada Kamis sore, menurut penghitungan oleh Universitas Johns Hopkins.
Sementara itu, sejumlah negara Eropa mengintensifkan pembatasan akibat virus.Pada hari Rabu, kedua patokan minyak melonjak hampir 4%, didukung oleh penurunan tajam dalam stok minyak mentah AS.
&quot;Kami percaya bahwa pasar minyak sama sekali belum keluar dari  kesulitan, dan setelah serangan euforia awal, risiko kemungkinan akan  semakin menjadi fokus pada pasar,&quot; kata Analis Energi di Commerzbank  Research Eugen Weinberg dalam sebuah catatan.</description><content:encoded>JAKARTA - Harga minyak bergerak lebih rendah pada perdagangan kemarin. Harga minyak turun karena lonjakan kasus covid-19 memicu kekhawatiran atas permintaan energi.
Baca juga; Harga Minyak Melonjak di Atas 2%
Melansir Xinhua, Jumat (6/11/2020), West Texas Intermediate untuk pengiriman Desember turun 36 sen menjadi menetap di USD38,79 per barel di New York Mercantile Exchange, sementara minyak mentah Brent untuk pengiriman Januari turun 30 sen menjadi ditutup pada USD40,93 per barel di London ICE Futures Exchange.
Pergerakan pasar yang suram terjadi ketika infeksi virus korona terus melonjak di beberapa negara besar.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMC8xMS8wNC82Ny8xMjQxMTAvMC8=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;&amp;nbsp;
Kasus covid-19 AS telah melampaui 9,5 juta, dengan jumlah kematian melebihi 234.300 pada Kamis sore, menurut penghitungan oleh Universitas Johns Hopkins.
Sementara itu, sejumlah negara Eropa mengintensifkan pembatasan akibat virus.Pada hari Rabu, kedua patokan minyak melonjak hampir 4%, didukung oleh penurunan tajam dalam stok minyak mentah AS.
&quot;Kami percaya bahwa pasar minyak sama sekali belum keluar dari  kesulitan, dan setelah serangan euforia awal, risiko kemungkinan akan  semakin menjadi fokus pada pasar,&quot; kata Analis Energi di Commerzbank  Research Eugen Weinberg dalam sebuah catatan.</content:encoded></item></channel></rss>
