<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Ada Harbolnas, Orang Kaya Bakal Buang Duit Lagi?</title><description>Hari Belanja Online Nasional (Harbolnas) dinilai sangat penting untuk mendorong belanja kelas menengah dan atas</description><link>https://economy.okezone.com/read/2020/11/06/320/2305228/ada-harbolnas-orang-kaya-bakal-buang-duit-lagi</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2020/11/06/320/2305228/ada-harbolnas-orang-kaya-bakal-buang-duit-lagi"/><item><title>Ada Harbolnas, Orang Kaya Bakal Buang Duit Lagi?</title><link>https://economy.okezone.com/read/2020/11/06/320/2305228/ada-harbolnas-orang-kaya-bakal-buang-duit-lagi</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2020/11/06/320/2305228/ada-harbolnas-orang-kaya-bakal-buang-duit-lagi</guid><pubDate>Jum'at 06 November 2020 13:13 WIB</pubDate><dc:creator>Rina Anggraeni</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/11/06/320/2305228/ada-harbolnas-orang-kaya-bakal-buang-duit-lagi-8AbxxlDeh2.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Hari Belanja Online Nasional Bisa Tingkatkan Konsumsi. (Foto: Okezone.com/Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/11/06/320/2305228/ada-harbolnas-orang-kaya-bakal-buang-duit-lagi-8AbxxlDeh2.jpg</image><title>Hari Belanja Online Nasional Bisa Tingkatkan Konsumsi. (Foto: Okezone.com/Shutterstock)</title></images><description>JAKARTA - Hari Belanja Online Nasional (Harbolnas) dinilai sangat penting untuk mendorong belanja kelas menengah dan atas. Apalagi di tengah pandemi terjadi perubahan perilaku konsumen untuk lebih banyak konsumsi secara online
&quot;Pandemi membuat pertumbuhan e-commerce di Indonesia meningkat hingga 31% berdasarkan data Wearesocial,&quot; kata Ekonom Indef Bhima Yudistira, di Jakarta, Jumat (6/11/2020).
Baca Juga:&amp;nbsp;Fakta Menarik Harbolnas 2019, Cermati Nomor 5
Namun kata Bhima, yang menjadi catatan adalah kelas menengah ke bawah, di mana daya beli masih rendah sehingga kemampuan beli barang secara online meski diskon tidak setinggi tahun lalu. Share dari ecommerce terhadap total retail meskipun naik tapi baru di angka 5%.
&quot;Artinya masyarakat masih dominan belanja di pasar tradisional, supermarket, dan minimarket. Problem lain adalah keterlibatan UMKM masih terbatas, karena baru 13% UMKM yang bergabung ke platform digital,&quot; katanya.
Baca Juga:&amp;nbsp;Harbolnas 2019, 7 Tips Transaksi Aman bagi si Pemburu Diskon!
Sisanya masih andalkan cara-cara pemasaran konvensional. e-commerce juga masih didominasi oleh barang impor.
&quot;Sehingga dampak ke ekonomi nasional masih terbatas,&quot; katanya.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMC8xMC8wNy80LzEyMzE5MC8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;</description><content:encoded>JAKARTA - Hari Belanja Online Nasional (Harbolnas) dinilai sangat penting untuk mendorong belanja kelas menengah dan atas. Apalagi di tengah pandemi terjadi perubahan perilaku konsumen untuk lebih banyak konsumsi secara online
&quot;Pandemi membuat pertumbuhan e-commerce di Indonesia meningkat hingga 31% berdasarkan data Wearesocial,&quot; kata Ekonom Indef Bhima Yudistira, di Jakarta, Jumat (6/11/2020).
Baca Juga:&amp;nbsp;Fakta Menarik Harbolnas 2019, Cermati Nomor 5
Namun kata Bhima, yang menjadi catatan adalah kelas menengah ke bawah, di mana daya beli masih rendah sehingga kemampuan beli barang secara online meski diskon tidak setinggi tahun lalu. Share dari ecommerce terhadap total retail meskipun naik tapi baru di angka 5%.
&quot;Artinya masyarakat masih dominan belanja di pasar tradisional, supermarket, dan minimarket. Problem lain adalah keterlibatan UMKM masih terbatas, karena baru 13% UMKM yang bergabung ke platform digital,&quot; katanya.
Baca Juga:&amp;nbsp;Harbolnas 2019, 7 Tips Transaksi Aman bagi si Pemburu Diskon!
Sisanya masih andalkan cara-cara pemasaran konvensional. e-commerce juga masih didominasi oleh barang impor.
&quot;Sehingga dampak ke ekonomi nasional masih terbatas,&quot; katanya.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMC8xMC8wNy80LzEyMzE5MC8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;</content:encoded></item></channel></rss>
