<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Sederet Infrastruktur Bakal Dibangun di Proyek Food Estate Kalteng</title><description>Kementerian PUPR juga akan meningkatkan konektivitas menuju lokasi pengembangan lumbung pangan baru.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2020/11/06/320/2305352/sederet-infrastruktur-bakal-dibangun-di-proyek-food-estate-kalteng</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2020/11/06/320/2305352/sederet-infrastruktur-bakal-dibangun-di-proyek-food-estate-kalteng"/><item><title>Sederet Infrastruktur Bakal Dibangun di Proyek Food Estate Kalteng</title><link>https://economy.okezone.com/read/2020/11/06/320/2305352/sederet-infrastruktur-bakal-dibangun-di-proyek-food-estate-kalteng</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2020/11/06/320/2305352/sederet-infrastruktur-bakal-dibangun-di-proyek-food-estate-kalteng</guid><pubDate>Jum'at 06 November 2020 15:26 WIB</pubDate><dc:creator>Rina Anggraeni</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/11/06/320/2305352/sederet-infrastruktur-bakal-dibangun-di-proyek-food-estate-kalteng-j36Xsg94le.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Pertanian (Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/11/06/320/2305352/sederet-infrastruktur-bakal-dibangun-di-proyek-food-estate-kalteng-j36Xsg94le.jpg</image><title>Pertanian (Shutterstock)</title></images><description>JAKARTA - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) juga akan meningkatkan konektivitas menuju lokasi pengembangan lumbung pangan baru atau kawasan food estate di Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng).

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengatakan konektivitas antar wilayah diperlukan agar mobilitas barang, jasa, dan manusia lebih efisien. Dengan konektivitas yang semakin baik, diharapkan perekonomian wilayah meningkat.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Hati-Hati, Harga Sayuran Naik saat Musim Hujan
&quot;Pembangunan infrastruktur jalan dan jembatan akan meningkatkan konektivitas dan aksesibilitas, di samping memberikan alternatif bagi warga untuk meningkatkan produktivitas perekonomian,&quot; kata Menteri Basuki di Jakarta, Jumat (6/11/2020).

Peningkatan konektivitas tersebut mencakup perbaikan kualitas jalan dan jembatan menuju Daerah Irigasi (DI) Dadahup, Kabupaten Kapuas dan DI Belanti, Kabupaten Pulang Pisau dengan total panjang 76,8 km. Pekerjaan tersebut diperkirakan membutuhkan anggaran sebesar Rp 792,37 miliar (MYC). Saat ini progresnya masih dalam tahap lelang yang ditargetkan akan ditandatangani kontrak konstruksinya pada pertengahan November 2020.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Zaman Sudah Berubah, Urus Pertanian Tak Lagi Pakai Sinar Matahari
Untuk peningkatan konektivitas menuju DI Dadahup, direncanakan total panjang yang akan ditangani 34,68 km yang dibagi menjadi 3 paket pekerjaan dan peningkatan kondisi jembatan kawasan DI Dadahup sepanjang 60 meter, dengan alokasi anggaran Rp 336,96 miliar.Selanjutnya untuk konektivitas menuju DI Belanti, direncanakan total  panjang yang akan ditangani mencapai 41,85 km yang dibagi menjadi 5  paket pekerjaan dan peningkatan kondisi jembatan kawasan DI Belanti  sepanjang 170 meter, dengan alokasi anggaran Rp 455,41 miliar.

Untuk perluasan kawasan Food Estate yang akan ditanami singkong di  Kabupaten Gunung Mas, Kementerian PUPR juga akan membangun jalan utama  sepanjang 10 km di dalam kawasan prioritas 2.000 hektare dan jalan  sekunder 25 km, dengan perkiraan anggaran Rp 336,91 miliar.

Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Kalteng telah melakukan Survey Topografi sepanjang lebih dari 10 km pada kawasan
2000 ha masih belum dibebaskan. Penyusunan Detail Desain (DED) dan  penyiapan Readines Criteria masih menunggu koordinasi lebih lanjut
terkait Lokasi dari Kementerian Pertahanan sebagai leading sector terkait kesiapan lahan.</description><content:encoded>JAKARTA - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) juga akan meningkatkan konektivitas menuju lokasi pengembangan lumbung pangan baru atau kawasan food estate di Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng).

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengatakan konektivitas antar wilayah diperlukan agar mobilitas barang, jasa, dan manusia lebih efisien. Dengan konektivitas yang semakin baik, diharapkan perekonomian wilayah meningkat.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Hati-Hati, Harga Sayuran Naik saat Musim Hujan
&quot;Pembangunan infrastruktur jalan dan jembatan akan meningkatkan konektivitas dan aksesibilitas, di samping memberikan alternatif bagi warga untuk meningkatkan produktivitas perekonomian,&quot; kata Menteri Basuki di Jakarta, Jumat (6/11/2020).

Peningkatan konektivitas tersebut mencakup perbaikan kualitas jalan dan jembatan menuju Daerah Irigasi (DI) Dadahup, Kabupaten Kapuas dan DI Belanti, Kabupaten Pulang Pisau dengan total panjang 76,8 km. Pekerjaan tersebut diperkirakan membutuhkan anggaran sebesar Rp 792,37 miliar (MYC). Saat ini progresnya masih dalam tahap lelang yang ditargetkan akan ditandatangani kontrak konstruksinya pada pertengahan November 2020.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Zaman Sudah Berubah, Urus Pertanian Tak Lagi Pakai Sinar Matahari
Untuk peningkatan konektivitas menuju DI Dadahup, direncanakan total panjang yang akan ditangani 34,68 km yang dibagi menjadi 3 paket pekerjaan dan peningkatan kondisi jembatan kawasan DI Dadahup sepanjang 60 meter, dengan alokasi anggaran Rp 336,96 miliar.Selanjutnya untuk konektivitas menuju DI Belanti, direncanakan total  panjang yang akan ditangani mencapai 41,85 km yang dibagi menjadi 5  paket pekerjaan dan peningkatan kondisi jembatan kawasan DI Belanti  sepanjang 170 meter, dengan alokasi anggaran Rp 455,41 miliar.

Untuk perluasan kawasan Food Estate yang akan ditanami singkong di  Kabupaten Gunung Mas, Kementerian PUPR juga akan membangun jalan utama  sepanjang 10 km di dalam kawasan prioritas 2.000 hektare dan jalan  sekunder 25 km, dengan perkiraan anggaran Rp 336,91 miliar.

Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Kalteng telah melakukan Survey Topografi sepanjang lebih dari 10 km pada kawasan
2000 ha masih belum dibebaskan. Penyusunan Detail Desain (DED) dan  penyiapan Readines Criteria masih menunggu koordinasi lebih lanjut
terkait Lokasi dari Kementerian Pertahanan sebagai leading sector terkait kesiapan lahan.</content:encoded></item></channel></rss>
