<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Diselimuti Awan Resesi, Ekonomi Kuartal IV Diprediksi Minus 2%</title><description>Ekonom Indef Tauhid Ahmad mengatakan, triwulan mendatang awan gelap pemulihan ekonomi Indonesia tampaknya masih terus terjadi.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2020/11/09/320/2306433/diselimuti-awan-resesi-ekonomi-kuartal-iv-diprediksi-minus-2</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2020/11/09/320/2306433/diselimuti-awan-resesi-ekonomi-kuartal-iv-diprediksi-minus-2"/><item><title>Diselimuti Awan Resesi, Ekonomi Kuartal IV Diprediksi Minus 2%</title><link>https://economy.okezone.com/read/2020/11/09/320/2306433/diselimuti-awan-resesi-ekonomi-kuartal-iv-diprediksi-minus-2</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2020/11/09/320/2306433/diselimuti-awan-resesi-ekonomi-kuartal-iv-diprediksi-minus-2</guid><pubDate>Senin 09 November 2020 10:17 WIB</pubDate><dc:creator>Michelle Natalia</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/11/09/320/2306433/diselimuti-awan-gelap-ekonomi-kuartal-iv-diprediksi-minus-2-rtSdmATCcF.jpeg" expression="full" type="image/jpeg">Krisis Ekonomi (Ilustrasi: Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/11/09/320/2306433/diselimuti-awan-gelap-ekonomi-kuartal-iv-diprediksi-minus-2-rtSdmATCcF.jpeg</image><title>Krisis Ekonomi (Ilustrasi: Shutterstock)</title></images><description>JAKARTA - Kinerja pertumbuhan ekonomi triwulan III 2020 masih negatif sebesar -3,49% (yoy), setelah sebelumnya di triwulan II 2020 ekonomi tumbuh -5,32% (yoy).
Ekonom Indef Tauhid Ahmad mengatakan, triwulan mendatang awan gelap pemulihan ekonomi Indonesia tampaknya masih terus terjadi. Dengan asumsi situasi perbaikan ekonomi yang terjadi pada Triwulan III 2020, pandemi yang masih relatif tinggi dan penyerapan anggaran program pemulihan ekonomi di kuartal IV yang diperkirakan hanya sebesar maksimal 70%.
Baca juga: Pidato Kemenangan Joe Biden: Kendalikan Covid-19 untuk Perbaiki Ekonomi
&quot;Maka kami memperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada TW IV sebesar -2% yoy. Karena itu, ancaman terbesar sesungguhnya bukan pada ekonomi namun pandemi itu sendiri mengingat data harian seluruh dunia menunjukkan pandemi masih fluktuatif, bahkan di sebagian negara Eropa menghadapi gelombang ke-dua,&quot; kata Tauhid di Jakarta, Senin (9/11/2020).

&amp;nbsp;
Saat ini, ekonomi Indonesia akan menghadapi gejala serupa dengan pelonggaran cuti panjang beberapa waktu lalu. Inilah yang akan tetap menjadi awan gelap kita ke depan. Lantaran pemulihan ekonomi berjalan lambat.
&quot;Pelambatan pemulihan ekonomi selain disebabkan masih tingginya kasus covid-19 dengan kasus harian di atas 3.000 kasus/hari selama Triwulan III, juga tidak bergeraknya investasi masyarakat, lambatnya penanganan Covid, penyerapan anggaran pemulihan ekonomi yang rendah hingga konsumsi masyarakat yang masih stagnan,&quot; katanya.Tidak efektifnya bantuan sosial menopang konsumsi masyarakat. Ini  artinya, untuk kebutuhan pokok saja, masyarakat tidak mampu menyediakan  kebutuhannya dengan baik walaupun lebih dari Rp176,38 triliun telah  digelontorkan pemerintah hingga 2 November 2020.
&quot;Ketidakefektifan program ini banyak disebabkan ketidaktepatan  sasaran, administrasi untuk verifikasi sasaran yang tidak mendukung,  besaran bantuan yang tidak memenuhi kebutuhan konsumsi masyarakat,&quot;  bebernya.</description><content:encoded>JAKARTA - Kinerja pertumbuhan ekonomi triwulan III 2020 masih negatif sebesar -3,49% (yoy), setelah sebelumnya di triwulan II 2020 ekonomi tumbuh -5,32% (yoy).
Ekonom Indef Tauhid Ahmad mengatakan, triwulan mendatang awan gelap pemulihan ekonomi Indonesia tampaknya masih terus terjadi. Dengan asumsi situasi perbaikan ekonomi yang terjadi pada Triwulan III 2020, pandemi yang masih relatif tinggi dan penyerapan anggaran program pemulihan ekonomi di kuartal IV yang diperkirakan hanya sebesar maksimal 70%.
Baca juga: Pidato Kemenangan Joe Biden: Kendalikan Covid-19 untuk Perbaiki Ekonomi
&quot;Maka kami memperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada TW IV sebesar -2% yoy. Karena itu, ancaman terbesar sesungguhnya bukan pada ekonomi namun pandemi itu sendiri mengingat data harian seluruh dunia menunjukkan pandemi masih fluktuatif, bahkan di sebagian negara Eropa menghadapi gelombang ke-dua,&quot; kata Tauhid di Jakarta, Senin (9/11/2020).

&amp;nbsp;
Saat ini, ekonomi Indonesia akan menghadapi gejala serupa dengan pelonggaran cuti panjang beberapa waktu lalu. Inilah yang akan tetap menjadi awan gelap kita ke depan. Lantaran pemulihan ekonomi berjalan lambat.
&quot;Pelambatan pemulihan ekonomi selain disebabkan masih tingginya kasus covid-19 dengan kasus harian di atas 3.000 kasus/hari selama Triwulan III, juga tidak bergeraknya investasi masyarakat, lambatnya penanganan Covid, penyerapan anggaran pemulihan ekonomi yang rendah hingga konsumsi masyarakat yang masih stagnan,&quot; katanya.Tidak efektifnya bantuan sosial menopang konsumsi masyarakat. Ini  artinya, untuk kebutuhan pokok saja, masyarakat tidak mampu menyediakan  kebutuhannya dengan baik walaupun lebih dari Rp176,38 triliun telah  digelontorkan pemerintah hingga 2 November 2020.
&quot;Ketidakefektifan program ini banyak disebabkan ketidaktepatan  sasaran, administrasi untuk verifikasi sasaran yang tidak mendukung,  besaran bantuan yang tidak memenuhi kebutuhan konsumsi masyarakat,&quot;  bebernya.</content:encoded></item></channel></rss>
