<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Erick Thohir Bentuk Holding Aviasi dan Pariwisata Pakai Skema Ini</title><description>Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) terus menggenjot rencana  pembentukan dan transformasi holding BUMN Aviasi dan Pariwisata.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2020/11/09/320/2306460/erick-thohir-bentuk-holding-aviasi-dan-pariwisata-pakai-skema-ini</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2020/11/09/320/2306460/erick-thohir-bentuk-holding-aviasi-dan-pariwisata-pakai-skema-ini"/><item><title>Erick Thohir Bentuk Holding Aviasi dan Pariwisata Pakai Skema Ini</title><link>https://economy.okezone.com/read/2020/11/09/320/2306460/erick-thohir-bentuk-holding-aviasi-dan-pariwisata-pakai-skema-ini</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2020/11/09/320/2306460/erick-thohir-bentuk-holding-aviasi-dan-pariwisata-pakai-skema-ini</guid><pubDate>Senin 09 November 2020 10:51 WIB</pubDate><dc:creator>Suparjo Ramalan</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/11/09/320/2306460/erick-thohir-bentuk-holding-aviasi-dan-pariwisata-pakai-skema-ini-A03irqBYAn.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Menteri BUMN Erick Thohir (Foto: Okezone.com)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/11/09/320/2306460/erick-thohir-bentuk-holding-aviasi-dan-pariwisata-pakai-skema-ini-A03irqBYAn.jpg</image><title>Menteri BUMN Erick Thohir (Foto: Okezone.com)</title></images><description>JAKARTA - Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) terus menggenjot rencana pembentukan dan transformasi holding BUMN Aviasi dan Pariwisata. Dalam rencana itu, kementerian telah menetapkan dua fase pembentukan holding yakni inbreng dan restrukturisasi portofolio.
Pada fase pertama, tercatat ada delapan entitas BUMN yang sudah ditetapkan Menteri BUMN, Erick Thohir. Kedelapan entitas plat merah itu adalah PT Survai Udara Penas (Persero), PT Pengembangan Pariwisata Indonesia (Persero) atau ITDC, Taman Wisata Candi (TWC), Inna Hotels &amp;amp; Resorts, PT Angkasa Pura I (Persero), PT Angkasa Pura II (Persero), PT Garuda Indonesia (Persero), serta PT Sarinah (Persero).
Baca juga: Erick Thohir Rombak Direksi Jamkrindo, Eks Direktur BNI Jadi Dirut
Dari delapan entitas BUMN tersebut, Erick akan melakukan inbreng (penyertaan) saham ketujuh perseroan kepada PT Penas yang ditunjuk sebagai holding BUMN aviasi dan pariwisata. Sementara ketujuh perusahaan lainnya sebagai anggota holding.
Erick menargetkan, proses tahap satu ini akan rampung pada kuartal IV 2020. Sementara itu, penunjukan Penas sebagai holding BUMN didasari beberapa alasan, satu di antaranya adalah kepemilikan saham 100% oleh negara.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMC8xMC8wMS80LzEyMzAxNC8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;&amp;nbsp;
&quot;100% saham dimiliki oleh negara, fleksibilitas restrukturisasi SDM, fleksibilitas restrukturisasi bisnis, kewajiban keuangan yakni mayoritas kepada BUMN lain,&quot; ujar Erick dalam dokumen yang diterima, Jakarta, Senin (9/11/2020).
Fase restrukturisasi portofolio. Dalam tahap ini, Kementerian BUMN membentuk empat klaster utama guna mendorong kinerja bisnis holding Aviasi dan Pariwisata. Di mana, kedelapan emiten dimasukkan ke dalam empat klaster secara terpisah. Keempatnya adalah, klaster Airlines, klaster Airports, klaster Manajemen Destinasi, serta klaster Service Aviasi dan Logistik.
Untuk klaster Airport diisi oleh AP I Airports dan AP 2. Klaster Manajemen Destinasi diisi ITDC, TWC, Hotel Inna, Aerowisata, Garuda Indonesia Holiday France. Sedangkan klaster Airlines ada Garuda Indonesia dan Pelita Air Service.Sementara klaster Aviasi dan Logistik di dalamnya ada Gapura, Angkasa  Pura Solusi, GMF Indonesia, Garuda Indonesia Kargo, Angkasa Pura Kargo,  Aero Express, Angkasa Pura Supports, Aerofood ACS, dan Sarinah. Erick  menargetkan pembentukan klaster ini akan rampung pada dua tahun  mendatang atau 2021-2022.
Terkait dengan tugas anggota holding Aviasi dan Pariwisata, AP I  Airports bertugas mengelola bandar udara (bandara) di Wilayah Tengah dan  Timur Indonesia, misalnya Bandara Manado, Bali, dan Yogya. AP II  bertugas mengelola bandara di kawasan Barat dan Tengah misalnya, Jakarta  dan Medan. Sedangkan Garuda Indonesia bertugas sebagai penyedia layanan  full service carrier dan low cost carrier.
ITDC bertugas bertugas sebagai pengembangan destinasi wisata seperti  di wilaya Mandalika, Labuan Bajo, termasuk content creator untuk  pariwisata Indonesia. TWC bertugas sebagai pengembangan heritage seperti  based asset mis, candi, atraksi kultur, produk kerajinan lokal, yang  bertujuan menarik daya tarik wisatawan.
Sementara itu, Inna bertugas mengelola usaha pemasaran dan  pengembangan destinasi portofolio group holding. Dan terakhir emiten  Sarina ditugaskan untuk melakukan pengembangan dan pemasaran produk  lokal.</description><content:encoded>JAKARTA - Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) terus menggenjot rencana pembentukan dan transformasi holding BUMN Aviasi dan Pariwisata. Dalam rencana itu, kementerian telah menetapkan dua fase pembentukan holding yakni inbreng dan restrukturisasi portofolio.
Pada fase pertama, tercatat ada delapan entitas BUMN yang sudah ditetapkan Menteri BUMN, Erick Thohir. Kedelapan entitas plat merah itu adalah PT Survai Udara Penas (Persero), PT Pengembangan Pariwisata Indonesia (Persero) atau ITDC, Taman Wisata Candi (TWC), Inna Hotels &amp;amp; Resorts, PT Angkasa Pura I (Persero), PT Angkasa Pura II (Persero), PT Garuda Indonesia (Persero), serta PT Sarinah (Persero).
Baca juga: Erick Thohir Rombak Direksi Jamkrindo, Eks Direktur BNI Jadi Dirut
Dari delapan entitas BUMN tersebut, Erick akan melakukan inbreng (penyertaan) saham ketujuh perseroan kepada PT Penas yang ditunjuk sebagai holding BUMN aviasi dan pariwisata. Sementara ketujuh perusahaan lainnya sebagai anggota holding.
Erick menargetkan, proses tahap satu ini akan rampung pada kuartal IV 2020. Sementara itu, penunjukan Penas sebagai holding BUMN didasari beberapa alasan, satu di antaranya adalah kepemilikan saham 100% oleh negara.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMC8xMC8wMS80LzEyMzAxNC8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;&amp;nbsp;
&quot;100% saham dimiliki oleh negara, fleksibilitas restrukturisasi SDM, fleksibilitas restrukturisasi bisnis, kewajiban keuangan yakni mayoritas kepada BUMN lain,&quot; ujar Erick dalam dokumen yang diterima, Jakarta, Senin (9/11/2020).
Fase restrukturisasi portofolio. Dalam tahap ini, Kementerian BUMN membentuk empat klaster utama guna mendorong kinerja bisnis holding Aviasi dan Pariwisata. Di mana, kedelapan emiten dimasukkan ke dalam empat klaster secara terpisah. Keempatnya adalah, klaster Airlines, klaster Airports, klaster Manajemen Destinasi, serta klaster Service Aviasi dan Logistik.
Untuk klaster Airport diisi oleh AP I Airports dan AP 2. Klaster Manajemen Destinasi diisi ITDC, TWC, Hotel Inna, Aerowisata, Garuda Indonesia Holiday France. Sedangkan klaster Airlines ada Garuda Indonesia dan Pelita Air Service.Sementara klaster Aviasi dan Logistik di dalamnya ada Gapura, Angkasa  Pura Solusi, GMF Indonesia, Garuda Indonesia Kargo, Angkasa Pura Kargo,  Aero Express, Angkasa Pura Supports, Aerofood ACS, dan Sarinah. Erick  menargetkan pembentukan klaster ini akan rampung pada dua tahun  mendatang atau 2021-2022.
Terkait dengan tugas anggota holding Aviasi dan Pariwisata, AP I  Airports bertugas mengelola bandar udara (bandara) di Wilayah Tengah dan  Timur Indonesia, misalnya Bandara Manado, Bali, dan Yogya. AP II  bertugas mengelola bandara di kawasan Barat dan Tengah misalnya, Jakarta  dan Medan. Sedangkan Garuda Indonesia bertugas sebagai penyedia layanan  full service carrier dan low cost carrier.
ITDC bertugas bertugas sebagai pengembangan destinasi wisata seperti  di wilaya Mandalika, Labuan Bajo, termasuk content creator untuk  pariwisata Indonesia. TWC bertugas sebagai pengembangan heritage seperti  based asset mis, candi, atraksi kultur, produk kerajinan lokal, yang  bertujuan menarik daya tarik wisatawan.
Sementara itu, Inna bertugas mengelola usaha pemasaran dan  pengembangan destinasi portofolio group holding. Dan terakhir emiten  Sarina ditugaskan untuk melakukan pengembangan dan pemasaran produk  lokal.</content:encoded></item></channel></rss>
