<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title> 5 Hal yang Bisa Bikin Ekonomi RI Sembuh dari Resesi</title><description>Pemerintah diminta mempercepat belanja, baik belanja modal pemerintah maupun program pemulihan ekonomi nasional.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2020/11/09/320/2306519/5-hal-yang-bisa-bikin-ekonomi-ri-sembuh-dari-resesi</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2020/11/09/320/2306519/5-hal-yang-bisa-bikin-ekonomi-ri-sembuh-dari-resesi"/><item><title> 5 Hal yang Bisa Bikin Ekonomi RI Sembuh dari Resesi</title><link>https://economy.okezone.com/read/2020/11/09/320/2306519/5-hal-yang-bisa-bikin-ekonomi-ri-sembuh-dari-resesi</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2020/11/09/320/2306519/5-hal-yang-bisa-bikin-ekonomi-ri-sembuh-dari-resesi</guid><pubDate>Senin 09 November 2020 12:25 WIB</pubDate><dc:creator>Kunthi Fahmar Shandy</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/11/09/320/2306519/5-hal-yang-bisa-bikin-ekonomi-ri-sembuh-dari-resesi-h9NlL68vUX.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Resesi Ekonomi (Foto: Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/11/09/320/2306519/5-hal-yang-bisa-bikin-ekonomi-ri-sembuh-dari-resesi-h9NlL68vUX.jpg</image><title>Resesi Ekonomi (Foto: Shutterstock)</title></images><description>JAKARTA - Pemerintah diminta mempercepat belanja, baik belanja modal pemerintah maupun program pemulihan ekonomi nasional yang dirasakan masih belum optimal. Hal ini agar ekonomi Indonesia pulih dari resesi.

&quot;Penting juga memperhatikan belanja pemerintah daerah yang tampaknya perlu didorong lebih kencang lagi. Paling tidak belanja ketiganya bisa mencapai 95% pada akhir kuartal IV tahun 2020 akan sangat membantu sekali perekonomian nasional,&quot; kata Ekonom Indef Eko Listiyanto di Jakarta, Senin (9/11/2020).
Baca Juga:&amp;nbsp;Kunci Ekonomi Sembuh dari Resesi Ada di Orang Kaya, Ini Penjelasannya&amp;nbsp;
Kedua, skema bantuan sosial perlu diubah dengan fokus pada 20% masyarakat kelompok terbawah dengan penambahan besaran bantuan hingga Rp1,5 juta per rumah tangga dan skema bantuan tunai.

&quot;Sambil pada saat yang sama juga dilakukan updating data guna persiapan program bantuan sosial tahun 2021 yang lebih baik lagi,&quot; sebut dia.
&amp;nbsp;&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMC8xMS8wNi82Ny8xMjQyMDAvMC8=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
Ketiga, perlu ada terobosan penciptaan lapangan kerja dengan fokus pembangunan infrastruktur padat tenaga kerja, industri padat tenaga kerja hingga stimulus UMKM non restrukturisasi agar percepatan pemulihan lebih baik lagi.

Keempat, konsumsi masyarakat kelas menengah perlu ditingkatkan dengan dibarengi upaya-upaya kampanye dan protokol kesehatan pada pusat perbelanjaan atau hotel lalu pariwisata dan restoran yang benar-benar clear and clean.

Kelima, memperbaiki pola penanganan pandemi dengan fokus pada penyadaran masyarakat menghadapi gelombang ke 2 pandemi. &quot;Termasuk upaya serius dalam melakukan tracing agar gelombang ke-2 benar-benar tidak terjadi,&quot; tandasnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Pemerintah diminta mempercepat belanja, baik belanja modal pemerintah maupun program pemulihan ekonomi nasional yang dirasakan masih belum optimal. Hal ini agar ekonomi Indonesia pulih dari resesi.

&quot;Penting juga memperhatikan belanja pemerintah daerah yang tampaknya perlu didorong lebih kencang lagi. Paling tidak belanja ketiganya bisa mencapai 95% pada akhir kuartal IV tahun 2020 akan sangat membantu sekali perekonomian nasional,&quot; kata Ekonom Indef Eko Listiyanto di Jakarta, Senin (9/11/2020).
Baca Juga:&amp;nbsp;Kunci Ekonomi Sembuh dari Resesi Ada di Orang Kaya, Ini Penjelasannya&amp;nbsp;
Kedua, skema bantuan sosial perlu diubah dengan fokus pada 20% masyarakat kelompok terbawah dengan penambahan besaran bantuan hingga Rp1,5 juta per rumah tangga dan skema bantuan tunai.

&quot;Sambil pada saat yang sama juga dilakukan updating data guna persiapan program bantuan sosial tahun 2021 yang lebih baik lagi,&quot; sebut dia.
&amp;nbsp;&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMC8xMS8wNi82Ny8xMjQyMDAvMC8=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
Ketiga, perlu ada terobosan penciptaan lapangan kerja dengan fokus pembangunan infrastruktur padat tenaga kerja, industri padat tenaga kerja hingga stimulus UMKM non restrukturisasi agar percepatan pemulihan lebih baik lagi.

Keempat, konsumsi masyarakat kelas menengah perlu ditingkatkan dengan dibarengi upaya-upaya kampanye dan protokol kesehatan pada pusat perbelanjaan atau hotel lalu pariwisata dan restoran yang benar-benar clear and clean.

Kelima, memperbaiki pola penanganan pandemi dengan fokus pada penyadaran masyarakat menghadapi gelombang ke 2 pandemi. &quot;Termasuk upaya serius dalam melakukan tracing agar gelombang ke-2 benar-benar tidak terjadi,&quot; tandasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
