<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Efek Indonesia Resesi, Pengangguran Makin Banyak</title><description>Fase  resesi sudah memukul pintu gerbang terakhir perekonomian yakni sektor keuangan.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2020/11/09/320/2306531/efek-indonesia-resesi-pengangguran-makin-banyak</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2020/11/09/320/2306531/efek-indonesia-resesi-pengangguran-makin-banyak"/><item><title>Efek Indonesia Resesi, Pengangguran Makin Banyak</title><link>https://economy.okezone.com/read/2020/11/09/320/2306531/efek-indonesia-resesi-pengangguran-makin-banyak</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2020/11/09/320/2306531/efek-indonesia-resesi-pengangguran-makin-banyak</guid><pubDate>Senin 09 November 2020 12:40 WIB</pubDate><dc:creator>Rina Anggraeni</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/11/09/320/2306531/efek-indonesia-resesi-pengangguran-makin-banyak-68uDZUpDP6.jpeg" expression="full" type="image/jpeg">Krisis Ekonomi (Ilustrasi: Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/11/09/320/2306531/efek-indonesia-resesi-pengangguran-makin-banyak-68uDZUpDP6.jpeg</image><title>Krisis Ekonomi (Ilustrasi: Shutterstock)</title></images><description>JAKARTA - Fase  resesi sudah memukul pintu gerbang terakhir perekonomian yakni sektor keuangan, setelah menghantam 3 fondasi lainnya yakni masyarakat, dunia usaha dan pemerintah.
Ekonom Indef Tauhid Ahmad mengatakan pengangguran  pada Agustus 2020 sebesar 7,07%  atau sebanyak 9,77 juta orang menjadi pengangguran. Dengan kata lain terjadi kenaikan pengangguran sebesar 37,61% selama pandemi dibandingkan sebelum pandemi.
Baca Juga:&amp;nbsp;Kunci Ekonomi Sembuh dari Resesi Ada di Orang Kaya, Ini Penjelasannya&amp;nbsp;
&quot;Ini membuktikan bahwa pandemi menyebabkan perusahaan melakukan PHK, merumahkan karyawan, hingga kegiatan UMKM berhenti,&quot; kata Tauhid Ahmad di Jakarta, Senin (9/11/2020).
Kata dia, beragam  program untuk mencegah pengangguran nampaknya tidak terlalu optimal, baik insentif untuk dunia usaha, bantuan untuk UMKM hingga restrukturisasi pinjaman. Penting untuk memikirkan ulang strategi menciptakan lapangan pekerjaan baru di tengah pemulihan ekonomi.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMC8xMS8wNi82Ny8xMjQyMDAvMC8=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;&amp;nbsp;
Apalagi, dampak  terbesar sesungguhnya berada pada kategori setengah pengangguran yakni penduduk yang bekerja di bawah jam kerja normal (kurang dari 35 jam per minggu) dan masih mencari pekerjaan atau masih bersedia menerima pekerjaan lain.
&quot;Perkembangannya jauh memburuk dari 6,42% (Agustus 2019) menjadi 10,19% (Agustus 2020) atau dengan kata lain peningkatan setengah pengangguran naik sebesar 58,72%,&quot; katanya.Selain itu,  masih terkontraksi dan tidak cukup mendorong pertumbuhan ekonomi
Konsumsi rumah tangga sebagai kontributor pertumbuhan terbesar masih  mengalami kontraksi meskipun lebih baik jika dibandingkan kuartal  sebelumnya.
Dengan pertumbuhan konsumsi rumah tangga sebesar minus 4,04 persen  (yoy) maka jika dibandingkan dengan tingkat pertumbuhan natural (natural  rate growth) pada kuartal yang sama masih berada pada minus 9,04%,&quot;  katanya.</description><content:encoded>JAKARTA - Fase  resesi sudah memukul pintu gerbang terakhir perekonomian yakni sektor keuangan, setelah menghantam 3 fondasi lainnya yakni masyarakat, dunia usaha dan pemerintah.
Ekonom Indef Tauhid Ahmad mengatakan pengangguran  pada Agustus 2020 sebesar 7,07%  atau sebanyak 9,77 juta orang menjadi pengangguran. Dengan kata lain terjadi kenaikan pengangguran sebesar 37,61% selama pandemi dibandingkan sebelum pandemi.
Baca Juga:&amp;nbsp;Kunci Ekonomi Sembuh dari Resesi Ada di Orang Kaya, Ini Penjelasannya&amp;nbsp;
&quot;Ini membuktikan bahwa pandemi menyebabkan perusahaan melakukan PHK, merumahkan karyawan, hingga kegiatan UMKM berhenti,&quot; kata Tauhid Ahmad di Jakarta, Senin (9/11/2020).
Kata dia, beragam  program untuk mencegah pengangguran nampaknya tidak terlalu optimal, baik insentif untuk dunia usaha, bantuan untuk UMKM hingga restrukturisasi pinjaman. Penting untuk memikirkan ulang strategi menciptakan lapangan pekerjaan baru di tengah pemulihan ekonomi.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMC8xMS8wNi82Ny8xMjQyMDAvMC8=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;&amp;nbsp;
Apalagi, dampak  terbesar sesungguhnya berada pada kategori setengah pengangguran yakni penduduk yang bekerja di bawah jam kerja normal (kurang dari 35 jam per minggu) dan masih mencari pekerjaan atau masih bersedia menerima pekerjaan lain.
&quot;Perkembangannya jauh memburuk dari 6,42% (Agustus 2019) menjadi 10,19% (Agustus 2020) atau dengan kata lain peningkatan setengah pengangguran naik sebesar 58,72%,&quot; katanya.Selain itu,  masih terkontraksi dan tidak cukup mendorong pertumbuhan ekonomi
Konsumsi rumah tangga sebagai kontributor pertumbuhan terbesar masih  mengalami kontraksi meskipun lebih baik jika dibandingkan kuartal  sebelumnya.
Dengan pertumbuhan konsumsi rumah tangga sebesar minus 4,04 persen  (yoy) maka jika dibandingkan dengan tingkat pertumbuhan natural (natural  rate growth) pada kuartal yang sama masih berada pada minus 9,04%,&quot;  katanya.</content:encoded></item></channel></rss>
