<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Mendag Sebut Neraca Dagang Surplus Jadi Sinyal Positif saat Resesi</title><description>neraca perdagangan Indonesia yang terjaga surplus sepanjang tahun ini menjadi sinyal positif.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2020/11/09/320/2306650/mendag-sebut-neraca-dagang-surplus-jadi-sinyal-positif-saat-resesi</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2020/11/09/320/2306650/mendag-sebut-neraca-dagang-surplus-jadi-sinyal-positif-saat-resesi"/><item><title>Mendag Sebut Neraca Dagang Surplus Jadi Sinyal Positif saat Resesi</title><link>https://economy.okezone.com/read/2020/11/09/320/2306650/mendag-sebut-neraca-dagang-surplus-jadi-sinyal-positif-saat-resesi</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2020/11/09/320/2306650/mendag-sebut-neraca-dagang-surplus-jadi-sinyal-positif-saat-resesi</guid><pubDate>Senin 09 November 2020 14:46 WIB</pubDate><dc:creator>Rina Anggraeni</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/11/09/320/2306650/mendag-sebut-neraca-dagang-surplus-jadi-sinyal-positif-saat-resesi-7TpHEV1Hin.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Logistik (Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/11/09/320/2306650/mendag-sebut-neraca-dagang-surplus-jadi-sinyal-positif-saat-resesi-7TpHEV1Hin.jpg</image><title>Logistik (Shutterstock)</title></images><description>JAKARTA - Menteri Perdagangan (Mendag) Agus Suparmanto menyebutkan, neraca perdagangan Indonesia yang terjaga surplus sepanjang tahun ini menjadi sinyal positif di tengah tekanan ekonomi akibat pandemi Covid-19.

Sebagai informasi, Januari-September 2020 neraca dagang tercatat surplus USD13,51 miliar. Kinerja itu melampaui surplus neraca perdagangan tahun 2017 yang sebesar USD11,84 miliar.
 
&amp;nbsp;Baca juga: 6 Fakta Kemenangan Joe Biden bagi Ekonomi RI dan Global
&quot;Neraca dagang di 2020 menunjukkan kinerja yang baik, ini sinyal positif. Defisit hanya Januari dan April, namun Mei-September surplus, perdagangan memiliki tren sangat meningkat,&quot; ujarnya dalam konferensi pers virtual terkait dampak Covid-19, Senin (9/11/2020).

Saat ini, kinerja perdagangan yang positif akan menjadi motivasi bagi pelaku usaha dalam negeri untuk semakin meningkatkan ekspor. Khususnya bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang memang tengah di genjot untuk merambah pasar global.
 
&amp;nbsp;Baca juga: &amp;nbsp;Efek Indonesia Resesi, Pengangguran Makin Banyak
&quot;Kita dorong peningkatan ekspor, sehingga ini sangat positif pengaruhnya terhadap PDB (Produk Domestik Bruto). Faktor-faktor ini akan terus kita dorong,&quot; ujarnya.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMC8xMS8wNi82Ny8xMjQyMDAvMC8=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;Lebih lanjut, Agus mengatakan, peningkatan eskpor baja utamanya  disebabkan permintaan dari China dan Malaysia karena mulai pulihnya  industri di kedua negara tersebut.

Sementara, ekspor minyak nabati terdorong naiknya harga minyak kelapa  sawit (crude palm oil/CPO) di pasar internasional, seiring pula dengan  meningkatkan permintaan dari China.

&quot;Ini memang menjadi faktor yang menopang neraca dagang kita, dan sekaligus merupakan sinyal positif bagi kita,&quot; tandasnya.
</description><content:encoded>JAKARTA - Menteri Perdagangan (Mendag) Agus Suparmanto menyebutkan, neraca perdagangan Indonesia yang terjaga surplus sepanjang tahun ini menjadi sinyal positif di tengah tekanan ekonomi akibat pandemi Covid-19.

Sebagai informasi, Januari-September 2020 neraca dagang tercatat surplus USD13,51 miliar. Kinerja itu melampaui surplus neraca perdagangan tahun 2017 yang sebesar USD11,84 miliar.
 
&amp;nbsp;Baca juga: 6 Fakta Kemenangan Joe Biden bagi Ekonomi RI dan Global
&quot;Neraca dagang di 2020 menunjukkan kinerja yang baik, ini sinyal positif. Defisit hanya Januari dan April, namun Mei-September surplus, perdagangan memiliki tren sangat meningkat,&quot; ujarnya dalam konferensi pers virtual terkait dampak Covid-19, Senin (9/11/2020).

Saat ini, kinerja perdagangan yang positif akan menjadi motivasi bagi pelaku usaha dalam negeri untuk semakin meningkatkan ekspor. Khususnya bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang memang tengah di genjot untuk merambah pasar global.
 
&amp;nbsp;Baca juga: &amp;nbsp;Efek Indonesia Resesi, Pengangguran Makin Banyak
&quot;Kita dorong peningkatan ekspor, sehingga ini sangat positif pengaruhnya terhadap PDB (Produk Domestik Bruto). Faktor-faktor ini akan terus kita dorong,&quot; ujarnya.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMC8xMS8wNi82Ny8xMjQyMDAvMC8=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;Lebih lanjut, Agus mengatakan, peningkatan eskpor baja utamanya  disebabkan permintaan dari China dan Malaysia karena mulai pulihnya  industri di kedua negara tersebut.

Sementara, ekspor minyak nabati terdorong naiknya harga minyak kelapa  sawit (crude palm oil/CPO) di pasar internasional, seiring pula dengan  meningkatkan permintaan dari China.

&quot;Ini memang menjadi faktor yang menopang neraca dagang kita, dan sekaligus merupakan sinyal positif bagi kita,&quot; tandasnya.
</content:encoded></item></channel></rss>
