<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Ada Vaksin dan UU Cipta Kerja, Bos Indocement Pede Penjualan Naik 5%</title><description>PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk (INTP) optimis bahwa penjualan semen akan membaik di tahun 2021.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2020/11/10/278/2307499/ada-vaksin-dan-uu-cipta-kerja-bos-indocement-pede-penjualan-naik-5</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2020/11/10/278/2307499/ada-vaksin-dan-uu-cipta-kerja-bos-indocement-pede-penjualan-naik-5"/><item><title>Ada Vaksin dan UU Cipta Kerja, Bos Indocement Pede Penjualan Naik 5%</title><link>https://economy.okezone.com/read/2020/11/10/278/2307499/ada-vaksin-dan-uu-cipta-kerja-bos-indocement-pede-penjualan-naik-5</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2020/11/10/278/2307499/ada-vaksin-dan-uu-cipta-kerja-bos-indocement-pede-penjualan-naik-5</guid><pubDate>Selasa 10 November 2020 19:15 WIB</pubDate><dc:creator>Aditya Pratama</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/11/10/278/2307499/ada-vaksin-dan-uu-cipta-kerja-bos-indocement-pede-penjualan-naik-5-49fhOIeuMl.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Semen (Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/11/10/278/2307499/ada-vaksin-dan-uu-cipta-kerja-bos-indocement-pede-penjualan-naik-5-49fhOIeuMl.jpg</image><title>Semen (Shutterstock)</title></images><description>JAKARTA - PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk (INTP) optimis bahwa penjualan semen akan membaik di tahun 2021. Dengan adanya uji coba vaksin Covid-19 dan omnibus law cipta kerja bisa meningkatkan penjualan semen.

Direktur Utama Indocement Tunggal Prakarsa, Christian Kartawijaya mengatakan, dengan adanya kabar pengembangan vaksin Covid-19 milik Pfizer asal Amerika Serikat yang berkolaborasi dengan BioNTech (Jerman) yang disebut efektif menangkal virus Covid-19 hingga lebih dari 90 persen tanpa adanya efek samping berbahaya tentu akan menjadi kabar baik bagi membantu perekonomian Indonesia.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Indocement Kantongi Laba Bersih Rp1,11 Triliun, Turun 5%
Selain itu, dia menyebut dengan disahkan Omnibus Law Cipta Kerja oleh Presiden Joko Widodo dan banyaknya relokasi industri serta kemudahan izin investasi akan bisa menaikkan penjualan semen di tahun depan.

&quot;Tidak kalah pentingnya mengenai infrastruktur, Indocement melihat pertumbuhan 4-5% itu juga dari segi infrastruktur budget dinaikkan oleh Pak Jokowi dari tahun 2020 sekitar Rp280 triliun menjadi Rp414 triliun,&quot; ujar Christian dalam video conference, Selasa (10/11/2020).
 
&amp;nbsp;Baca juga: Anak Usaha Indocement Operasikan Tambang Batuan Adesit Baru
&quot;Ini membuat kami optimis bahwa konsumsi semen mestinya membaik dengan kondisi seperti itu, 4-5% positif tahun depan,&quot; sambungnya.

Selain itu, terkait strategi keuangan menghadapi Covid-19, Christian menyampaikan bahwa Indocement memiliki beberapa strategi, pertama, perseroan mencoba untuk mengurangi biaya-biaya fix cost dalam artian efisiensi biaya.&quot;Kami melakukan digitalisasi, jadi Indocement beruntung sudah  melakukan digital dari segi sales yang connect ke customer, kita sudah  menginvestasikan sejak dua tahun ini untuk bisa take ordering dengan  digital, dengan apps,&quot; katanya.

Strategi kedua, Christian menyampaikan bahwa perseroan memakai low  specification coal yang cukup signifikan di tahun 2020. Hal ini  dilakukan karena produksi yang agak rendah dan perseroan memutuskan  memakai low specification coal lebih banyak.

&quot;Jadi, kita meningkat menjadi dari 69 persen di 2019 menjadi 79  persen, jadi 10 persen naik. Jadi, kami melihat harga coal juga turun  dan ini membantu dari segi cost, biaya,&quot; ucapnya.</description><content:encoded>JAKARTA - PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk (INTP) optimis bahwa penjualan semen akan membaik di tahun 2021. Dengan adanya uji coba vaksin Covid-19 dan omnibus law cipta kerja bisa meningkatkan penjualan semen.

Direktur Utama Indocement Tunggal Prakarsa, Christian Kartawijaya mengatakan, dengan adanya kabar pengembangan vaksin Covid-19 milik Pfizer asal Amerika Serikat yang berkolaborasi dengan BioNTech (Jerman) yang disebut efektif menangkal virus Covid-19 hingga lebih dari 90 persen tanpa adanya efek samping berbahaya tentu akan menjadi kabar baik bagi membantu perekonomian Indonesia.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Indocement Kantongi Laba Bersih Rp1,11 Triliun, Turun 5%
Selain itu, dia menyebut dengan disahkan Omnibus Law Cipta Kerja oleh Presiden Joko Widodo dan banyaknya relokasi industri serta kemudahan izin investasi akan bisa menaikkan penjualan semen di tahun depan.

&quot;Tidak kalah pentingnya mengenai infrastruktur, Indocement melihat pertumbuhan 4-5% itu juga dari segi infrastruktur budget dinaikkan oleh Pak Jokowi dari tahun 2020 sekitar Rp280 triliun menjadi Rp414 triliun,&quot; ujar Christian dalam video conference, Selasa (10/11/2020).
 
&amp;nbsp;Baca juga: Anak Usaha Indocement Operasikan Tambang Batuan Adesit Baru
&quot;Ini membuat kami optimis bahwa konsumsi semen mestinya membaik dengan kondisi seperti itu, 4-5% positif tahun depan,&quot; sambungnya.

Selain itu, terkait strategi keuangan menghadapi Covid-19, Christian menyampaikan bahwa Indocement memiliki beberapa strategi, pertama, perseroan mencoba untuk mengurangi biaya-biaya fix cost dalam artian efisiensi biaya.&quot;Kami melakukan digitalisasi, jadi Indocement beruntung sudah  melakukan digital dari segi sales yang connect ke customer, kita sudah  menginvestasikan sejak dua tahun ini untuk bisa take ordering dengan  digital, dengan apps,&quot; katanya.

Strategi kedua, Christian menyampaikan bahwa perseroan memakai low  specification coal yang cukup signifikan di tahun 2020. Hal ini  dilakukan karena produksi yang agak rendah dan perseroan memutuskan  memakai low specification coal lebih banyak.

&quot;Jadi, kita meningkat menjadi dari 69 persen di 2019 menjadi 79  persen, jadi 10 persen naik. Jadi, kami melihat harga coal juga turun  dan ini membantu dari segi cost, biaya,&quot; ucapnya.</content:encoded></item></channel></rss>
