<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Kejar Singapura, Nilai Industri Fintech Diprediksi USD100 Miliar</title><description>Teknologi Finansial atau Fintech memiliki potensi besar dalam mempercepat inklusi keuangan</description><link>https://economy.okezone.com/read/2020/11/10/320/2307183/kejar-singapura-nilai-industri-fintech-diprediksi-usd100-miliar</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2020/11/10/320/2307183/kejar-singapura-nilai-industri-fintech-diprediksi-usd100-miliar"/><item><title>Kejar Singapura, Nilai Industri Fintech Diprediksi USD100 Miliar</title><link>https://economy.okezone.com/read/2020/11/10/320/2307183/kejar-singapura-nilai-industri-fintech-diprediksi-usd100-miliar</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2020/11/10/320/2307183/kejar-singapura-nilai-industri-fintech-diprediksi-usd100-miliar</guid><pubDate>Selasa 10 November 2020 12:07 WIB</pubDate><dc:creator>Ferdi Rantung</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/11/10/320/2307183/kejar-singapura-nilai-industri-fintech-diprediksi-usd100-miliar-LStHCRBnvT.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Tingkatkan Literasi Keuangan dengan Fintech. (Foto: Okezone.com/Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/11/10/320/2307183/kejar-singapura-nilai-industri-fintech-diprediksi-usd100-miliar-LStHCRBnvT.jpg</image><title>Tingkatkan Literasi Keuangan dengan Fintech. (Foto: Okezone.com/Shutterstock)</title></images><description>JAKARTA- Teknologi Finansial atau Fintech memiliki potensi besar dalam mempercepat inklusi keuangan. Penggunaan teknologi dapat mengakses layanan keuangan dengan aman, nyaman, dan berbiaya terjangkau.
&amp;ldquo;Selamat atas peluncuran IFSoc. Saya memiliki keyakinan bahwa ini bisa mengangkat potensi, tantangan, dan lanskap kebijakan terkait fintech di masa mendatang,&amp;rdquo; ujar Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartato, dalam video virtual, Selasa (10/11/2020).
Baca Juga:&amp;nbsp;Kolaborasi Fintech dengan Perbankan di Indonesia, Saling Untung?
Airlangga menjelaskan, fintech akan terus memainkan peranan penting dalam inklusi keuangan yang sudah mencapai sekitar 76%.
&amp;ldquo;Saya percaya kita bisa memenuhi target keuangan yang inklusif di tahun 2024 sebesar 90%,&amp;rdquo; terangnya.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAxOC8wNC8wNC80LzExMDY5NC8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
Oleh karenanya, digitalisasi layanan keuangan akan menjadi isu krusial dan menjadi tantangan bersama, termasuk soal kebutuhan infrastruktur yang lebih kuat.
&quot;Termasuk soal kebutuhan infrastruktur yang lebih kuat,&quot; katanya.
Sementara itu, pada 2019, laporan Google, Temasek, dan Bain &amp;amp; Co menunjukkan bahwa ekonomi digital Indonesia adalah yang terbesar dengan pertumbuhan tercepat di ASEAN.
Baca Juga:&amp;nbsp;Investasi Bodong Merajarela, OJK: Kuncinya Logis dan Legal
Fintech memilki peranan besar dalam hal ini, dengan estimasi nilai sebesar USD40 miliar dan pertumbuhan tahunan sebesar hampir 50%.
&amp;ldquo;Pada tahun 2025, fintech diperkirakan bernilai lebih dari USD100 miliar, didorong terutama oleh pembayaran digital, e-commerce, layanan transportasi online, distribusi barang, dan lain-lain,&amp;rdquo; papar Airlangga.
Pada tahun ini, Indonesia juga terus mengejar Singapura dalam jumlah fintech. Singapura memiliki 39% dari seluruh jumlah fintech di ASEAN, diikuti oleh Indonesia (20%), Malaysia (15%), dan Thailand (10%).Kemudian dalam hal penyaluran pinjaman, akumulasi penyaluran peer-to-peer (P2P) lending mencapai lebih dari Rp100 triliun hingga September 2020, naik sebesar 113,05% secara year-on-year (yoy).
Di penghujung sambutannya, Menko Airlangga mengajak semua pihak untuk terus bekerja sama mengakselerasi pemulihan ekonomi nasional dan mengejar pertumbuhan positif.
&amp;ldquo;Kolaborasi pemerintah, akademisi, media massa, sektor bisnis, dan masyarakat diperlukan untuk pemulihan ekonomi nasional. Termasuk dalam hal inisiatif sektor keuangan dan teknologi finansial,&amp;rdquo; tegasnya.</description><content:encoded>JAKARTA- Teknologi Finansial atau Fintech memiliki potensi besar dalam mempercepat inklusi keuangan. Penggunaan teknologi dapat mengakses layanan keuangan dengan aman, nyaman, dan berbiaya terjangkau.
&amp;ldquo;Selamat atas peluncuran IFSoc. Saya memiliki keyakinan bahwa ini bisa mengangkat potensi, tantangan, dan lanskap kebijakan terkait fintech di masa mendatang,&amp;rdquo; ujar Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartato, dalam video virtual, Selasa (10/11/2020).
Baca Juga:&amp;nbsp;Kolaborasi Fintech dengan Perbankan di Indonesia, Saling Untung?
Airlangga menjelaskan, fintech akan terus memainkan peranan penting dalam inklusi keuangan yang sudah mencapai sekitar 76%.
&amp;ldquo;Saya percaya kita bisa memenuhi target keuangan yang inklusif di tahun 2024 sebesar 90%,&amp;rdquo; terangnya.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAxOC8wNC8wNC80LzExMDY5NC8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
Oleh karenanya, digitalisasi layanan keuangan akan menjadi isu krusial dan menjadi tantangan bersama, termasuk soal kebutuhan infrastruktur yang lebih kuat.
&quot;Termasuk soal kebutuhan infrastruktur yang lebih kuat,&quot; katanya.
Sementara itu, pada 2019, laporan Google, Temasek, dan Bain &amp;amp; Co menunjukkan bahwa ekonomi digital Indonesia adalah yang terbesar dengan pertumbuhan tercepat di ASEAN.
Baca Juga:&amp;nbsp;Investasi Bodong Merajarela, OJK: Kuncinya Logis dan Legal
Fintech memilki peranan besar dalam hal ini, dengan estimasi nilai sebesar USD40 miliar dan pertumbuhan tahunan sebesar hampir 50%.
&amp;ldquo;Pada tahun 2025, fintech diperkirakan bernilai lebih dari USD100 miliar, didorong terutama oleh pembayaran digital, e-commerce, layanan transportasi online, distribusi barang, dan lain-lain,&amp;rdquo; papar Airlangga.
Pada tahun ini, Indonesia juga terus mengejar Singapura dalam jumlah fintech. Singapura memiliki 39% dari seluruh jumlah fintech di ASEAN, diikuti oleh Indonesia (20%), Malaysia (15%), dan Thailand (10%).Kemudian dalam hal penyaluran pinjaman, akumulasi penyaluran peer-to-peer (P2P) lending mencapai lebih dari Rp100 triliun hingga September 2020, naik sebesar 113,05% secara year-on-year (yoy).
Di penghujung sambutannya, Menko Airlangga mengajak semua pihak untuk terus bekerja sama mengakselerasi pemulihan ekonomi nasional dan mengejar pertumbuhan positif.
&amp;ldquo;Kolaborasi pemerintah, akademisi, media massa, sektor bisnis, dan masyarakat diperlukan untuk pemulihan ekonomi nasional. Termasuk dalam hal inisiatif sektor keuangan dan teknologi finansial,&amp;rdquo; tegasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
