<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Menko Airlangga: Asean Sepakati Pulihkan Ekonomi dari Covid-19</title><description>Menteri Kordinator bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menghadiri pertemuan Asean Economic Community Council (AECC).</description><link>https://economy.okezone.com/read/2020/11/10/320/2307558/menko-airlangga-asean-sepakati-pulihkan-ekonomi-dari-covid-19</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2020/11/10/320/2307558/menko-airlangga-asean-sepakati-pulihkan-ekonomi-dari-covid-19"/><item><title>Menko Airlangga: Asean Sepakati Pulihkan Ekonomi dari Covid-19</title><link>https://economy.okezone.com/read/2020/11/10/320/2307558/menko-airlangga-asean-sepakati-pulihkan-ekonomi-dari-covid-19</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2020/11/10/320/2307558/menko-airlangga-asean-sepakati-pulihkan-ekonomi-dari-covid-19</guid><pubDate>Selasa 10 November 2020 22:09 WIB</pubDate><dc:creator>Giri Hartomo</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/11/10/320/2307558/menko-airlangga-asean-sepakati-pulihkan-ekonomi-dari-covid-19-AUrfzR0tn2.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Menko Perekonomian Airlangga Hartarto (Foto: Kemenko Perekonomian)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/11/10/320/2307558/menko-airlangga-asean-sepakati-pulihkan-ekonomi-dari-covid-19-AUrfzR0tn2.jpg</image><title>Menko Perekonomian Airlangga Hartarto (Foto: Kemenko Perekonomian)</title></images><description>JAKARTA - Menteri Kordinator bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menghadiri pertemuan Asean Economic Community Council (AECC). Pertemuan yang dipimpin oleh Tran Tuan Anh dari Vietnam ini dihadiri oleh seluruh AECC Ministers dari 10 negara anggota Asean (AMS).
Airlangga mengatakan, ada berbagai topik yang dibahas dalam pertemuan tersebut. Dari mulai upaya pemulihan ekonomi di kawasan Asean hingga pelaksanaan revolusi industri 4.0.
Baca Juga: Menko Luhut: RI Masih Impor Gantungan Baju
 
&amp;ldquo;Pertemuan ini kami membahas 13 prioritas ekonomi dalam masa dipimpin Vietnam tujuan mewujudkan kawasan Asean yang lebih komprehensif dan responsif,&amp;rdquo; ujarnya dalam konferensi pers secara virtual, Selasa (10/11/2020).
Meskipun tengah menghadapi pandemi  Covid-19, Indonesia dan AMS lainnya tetap berkomitmen untuk melaksanakan integrasi ekonomi Asean menuju Asean yang maju dan modern, melalui implementasi Prioritas Tahunan AEC 2025. Pada tahun ini, Indonesia menyelesaikan 39% komitmen, sedangkan di level Asean mencapai 35%.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMC8xMS8wNi82Ny8xMjQyMDAvMC8=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
&amp;ldquo;Indonesia mendorong penyelesaian 6 prioritas tersisa terkait transformasi digital dan revolusi industri 4 dengan penyusunan roadmap dan rencana aksi mendorong smart manufacturing di Asean,&amp;rdquo; jelasnya.
Airlangga pun menerangkan, Asean telah menyepakati kerangka kerja pemulihan ekonomi yang diberi nama Asean Comprehensive Recovery Framework (ACRF). Ini merupakan tindak lanjut dari arahan Leaders pada KTT ASEAN ke-36 tanggal 26 Juni 2020 untuk melakukan pemulihan ekonomi akibat dampak Covid-19.
ACRF melibatkan seluruh pilar ASEAN, terutama pilar ekonomi, dengan fokus pada penanganan dampak COVID-19 yang cepat dan fleksibel, serta memiliki beberapa fase yaitu reopening, recovery, dan resilient.Ada lima strategi di dalam ACRF yaitu meningkatkan sistem kesehatan,  memperkuat ketahanan manusia, memaksimalkan potensi pasar intra Asean  mempercepat digitalisasi yang inklusif, serta maju menuju masa depan  yang tangguh dan berkelanjutan.
&amp;ldquo;Indonesia mengupayakan agar program ini tidak bersifat business as  usual dan mendorong badan sektoral terkait untuk melaksanakan program  atau inisiatif sesuai timeline yang telah ditetapkan,&amp;rdquo; jelas Airlangga.
Dalam pertemuan itu juga, Menko Perekonomian menyampaikan respons  kebijakan yang telah diambil pemerintah Indonesia melalui Program  Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (PC-PEN).  Airlangga  menggarisbawahi pemanfaatan teknologi digital dalam pelaksanaan  pemulihan ekonomi, baik itu bagi Indonesia maupun Asean.
&amp;ldquo;Hal ini penting tidak hanya untuk meningkatkan efisiensi dan  produktivitas, tetapi juga mendorong inklusivitas dan mempromosikan  inovasi,&amp;rdquo; jelasnya .
Airlangga juga menekankan pentingnya memfasilitasi movement natural  persons, termasuk untuk perjalanan bisnis, dengan memastikan  perlindungan kesehatan masyarakat. Oleh karena itu, Indonesia  menginisiasi dibentuknya ASEAN Travel Corridor Arrangement (TCA) untuk  menghidupkan kembali sektor-sektor yang terkena dampak Covid-19.
&amp;ldquo;Pemerintah Indonesia berharap bisa memperkuat kerja sama ekonomi  antar AMS untuk mempercepat upaya pemulihan ekonomi melalui sinergi  pemerintah dan swasta. Selain itu, dengan menyediakan lapangan pekerjaan  yang berkualitas bagi seluruh masyarakat Indonesia,&amp;rdquo; kata Menko  Airlangga.
Airlangga pun memaparkan, ada beberapa capaian penting ekonomi Asean  pada tahun ini. Pertama, integrasi Asean Digital Index. Kedua,  kesepakatan peta jalan smart manufacturing yang bertujuan untuk membantu  perusahan-perusahan di Kawasan Asean beralih dari otomatisasi menuju  smart manufacturing.
Ketiga, pemanfaatan e-signature and seals untuk Certificate of Origin  (CO) serta live implementation of e-Form D dalam Asean Single Window.  Terakhir, penyelesaian Legal Scrubbing Regional Comprehensive Economic  Partnership (RCEP) sehingga dapat ditandatangani pada Pertemuan KTT RCEP  ke-4 nanti.
Pada pertemuan ini, para menteri AECC telah memberikan endorsement  pada dokumen Asean Digital Tourism Declaration. Deklarasi ini merupakan  tindak lanjut dari Asean Declaration on Industrial Transformation to  Industry 4.0 yang telah diadopsi oleh Asean Leaders pada KTT ke-35 Asean  bulan November 2019.
&amp;ldquo;Deklarasi tersebut diharapkan dapat mendorong pengembangan industri  pariwisata melalui transformasi digital untuk mempercepat pertumbuhan  ekonomi,&amp;rdquo; imbuh Menko Airlangga.
Selain itu, juga dilakukan evaluasi (Mid-Term Review) atas  pelaksanaan AEC Blueprint 2025. Indonesia menyambut baik penyelesaian  Preliminary Report MTR yang dapat memberikan informasi komprehensif  terkait perkembangan integrasi ekonomi di ASEAN selama lima tahun, serta  menjadi dasar bagi upaya peningkatan implementasi measures 5 tahun ke  depan.
Isu lain yang dibahas adalah perkembangan Fourth Industrial  Revolution (4IR) di ASEAN. Perkembangan 4IR semakin disorot, terlebih  dengan adanya Pandemi Covid-19. Hal ini menjadi momentum bagi Asean  khususnya Indonesia untuk mengintensifkan upaya transformasi ekonomi,  meningkatkan keterampilan tenaga kerja, dan mempercepat transformasi  digital.
&amp;ldquo;Indonesia mendukung inisiatif ini sebagai salah satu upaya Indonesia  dalam mewujudkan Prioritas Nasional Making Indonesia 4.0,&amp;rdquo; kata  Airlangga.</description><content:encoded>JAKARTA - Menteri Kordinator bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menghadiri pertemuan Asean Economic Community Council (AECC). Pertemuan yang dipimpin oleh Tran Tuan Anh dari Vietnam ini dihadiri oleh seluruh AECC Ministers dari 10 negara anggota Asean (AMS).
Airlangga mengatakan, ada berbagai topik yang dibahas dalam pertemuan tersebut. Dari mulai upaya pemulihan ekonomi di kawasan Asean hingga pelaksanaan revolusi industri 4.0.
Baca Juga: Menko Luhut: RI Masih Impor Gantungan Baju
 
&amp;ldquo;Pertemuan ini kami membahas 13 prioritas ekonomi dalam masa dipimpin Vietnam tujuan mewujudkan kawasan Asean yang lebih komprehensif dan responsif,&amp;rdquo; ujarnya dalam konferensi pers secara virtual, Selasa (10/11/2020).
Meskipun tengah menghadapi pandemi  Covid-19, Indonesia dan AMS lainnya tetap berkomitmen untuk melaksanakan integrasi ekonomi Asean menuju Asean yang maju dan modern, melalui implementasi Prioritas Tahunan AEC 2025. Pada tahun ini, Indonesia menyelesaikan 39% komitmen, sedangkan di level Asean mencapai 35%.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMC8xMS8wNi82Ny8xMjQyMDAvMC8=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
&amp;ldquo;Indonesia mendorong penyelesaian 6 prioritas tersisa terkait transformasi digital dan revolusi industri 4 dengan penyusunan roadmap dan rencana aksi mendorong smart manufacturing di Asean,&amp;rdquo; jelasnya.
Airlangga pun menerangkan, Asean telah menyepakati kerangka kerja pemulihan ekonomi yang diberi nama Asean Comprehensive Recovery Framework (ACRF). Ini merupakan tindak lanjut dari arahan Leaders pada KTT ASEAN ke-36 tanggal 26 Juni 2020 untuk melakukan pemulihan ekonomi akibat dampak Covid-19.
ACRF melibatkan seluruh pilar ASEAN, terutama pilar ekonomi, dengan fokus pada penanganan dampak COVID-19 yang cepat dan fleksibel, serta memiliki beberapa fase yaitu reopening, recovery, dan resilient.Ada lima strategi di dalam ACRF yaitu meningkatkan sistem kesehatan,  memperkuat ketahanan manusia, memaksimalkan potensi pasar intra Asean  mempercepat digitalisasi yang inklusif, serta maju menuju masa depan  yang tangguh dan berkelanjutan.
&amp;ldquo;Indonesia mengupayakan agar program ini tidak bersifat business as  usual dan mendorong badan sektoral terkait untuk melaksanakan program  atau inisiatif sesuai timeline yang telah ditetapkan,&amp;rdquo; jelas Airlangga.
Dalam pertemuan itu juga, Menko Perekonomian menyampaikan respons  kebijakan yang telah diambil pemerintah Indonesia melalui Program  Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (PC-PEN).  Airlangga  menggarisbawahi pemanfaatan teknologi digital dalam pelaksanaan  pemulihan ekonomi, baik itu bagi Indonesia maupun Asean.
&amp;ldquo;Hal ini penting tidak hanya untuk meningkatkan efisiensi dan  produktivitas, tetapi juga mendorong inklusivitas dan mempromosikan  inovasi,&amp;rdquo; jelasnya .
Airlangga juga menekankan pentingnya memfasilitasi movement natural  persons, termasuk untuk perjalanan bisnis, dengan memastikan  perlindungan kesehatan masyarakat. Oleh karena itu, Indonesia  menginisiasi dibentuknya ASEAN Travel Corridor Arrangement (TCA) untuk  menghidupkan kembali sektor-sektor yang terkena dampak Covid-19.
&amp;ldquo;Pemerintah Indonesia berharap bisa memperkuat kerja sama ekonomi  antar AMS untuk mempercepat upaya pemulihan ekonomi melalui sinergi  pemerintah dan swasta. Selain itu, dengan menyediakan lapangan pekerjaan  yang berkualitas bagi seluruh masyarakat Indonesia,&amp;rdquo; kata Menko  Airlangga.
Airlangga pun memaparkan, ada beberapa capaian penting ekonomi Asean  pada tahun ini. Pertama, integrasi Asean Digital Index. Kedua,  kesepakatan peta jalan smart manufacturing yang bertujuan untuk membantu  perusahan-perusahan di Kawasan Asean beralih dari otomatisasi menuju  smart manufacturing.
Ketiga, pemanfaatan e-signature and seals untuk Certificate of Origin  (CO) serta live implementation of e-Form D dalam Asean Single Window.  Terakhir, penyelesaian Legal Scrubbing Regional Comprehensive Economic  Partnership (RCEP) sehingga dapat ditandatangani pada Pertemuan KTT RCEP  ke-4 nanti.
Pada pertemuan ini, para menteri AECC telah memberikan endorsement  pada dokumen Asean Digital Tourism Declaration. Deklarasi ini merupakan  tindak lanjut dari Asean Declaration on Industrial Transformation to  Industry 4.0 yang telah diadopsi oleh Asean Leaders pada KTT ke-35 Asean  bulan November 2019.
&amp;ldquo;Deklarasi tersebut diharapkan dapat mendorong pengembangan industri  pariwisata melalui transformasi digital untuk mempercepat pertumbuhan  ekonomi,&amp;rdquo; imbuh Menko Airlangga.
Selain itu, juga dilakukan evaluasi (Mid-Term Review) atas  pelaksanaan AEC Blueprint 2025. Indonesia menyambut baik penyelesaian  Preliminary Report MTR yang dapat memberikan informasi komprehensif  terkait perkembangan integrasi ekonomi di ASEAN selama lima tahun, serta  menjadi dasar bagi upaya peningkatan implementasi measures 5 tahun ke  depan.
Isu lain yang dibahas adalah perkembangan Fourth Industrial  Revolution (4IR) di ASEAN. Perkembangan 4IR semakin disorot, terlebih  dengan adanya Pandemi Covid-19. Hal ini menjadi momentum bagi Asean  khususnya Indonesia untuk mengintensifkan upaya transformasi ekonomi,  meningkatkan keterampilan tenaga kerja, dan mempercepat transformasi  digital.
&amp;ldquo;Indonesia mendukung inisiatif ini sebagai salah satu upaya Indonesia  dalam mewujudkan Prioritas Nasional Making Indonesia 4.0,&amp;rdquo; kata  Airlangga.</content:encoded></item></channel></rss>
