<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Impor Sektor Industri Agro Ditargetkan Turun 20,54%</title><description>Kementerian Perindustrian (Kemenperin) mendorong penurunan impor sektor industri agro.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2020/11/10/320/2307562/impor-sektor-industri-agro-ditargetkan-turun-20-54</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2020/11/10/320/2307562/impor-sektor-industri-agro-ditargetkan-turun-20-54"/><item><title>Impor Sektor Industri Agro Ditargetkan Turun 20,54%</title><link>https://economy.okezone.com/read/2020/11/10/320/2307562/impor-sektor-industri-agro-ditargetkan-turun-20-54</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2020/11/10/320/2307562/impor-sektor-industri-agro-ditargetkan-turun-20-54</guid><pubDate>Selasa 10 November 2020 22:21 WIB</pubDate><dc:creator>Oktiani Endarwati</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/11/10/320/2307562/impor-sektor-industri-agro-ditargetkan-turun-20-54-ocdWhDvMdE.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Grafik Ekonomi (Foto: Ilustrasi Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/11/10/320/2307562/impor-sektor-industri-agro-ditargetkan-turun-20-54-ocdWhDvMdE.jpg</image><title>Grafik Ekonomi (Foto: Ilustrasi Shutterstock)</title></images><description>JAKARTA - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) mendorong penurunan impor sektor industri agro. Adapun sektor industri agro yang akan didorong penurunan impornya adalah industri pengolahan susu, industri pengolahan buah, industri gula berbasis tebu, dan industri kertas sebesar 20,54% atau senilai Rp32.862,35 miliar.
Baca Juga:&amp;nbsp; Neraca Dagang September Diproyeksi Surplus USD2,33 Miliar
 
Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita mengatakan, pengembangan industri agro di Indonesia cukup prospektif. Potensi ini antara lain karena didukung pasar domestik yang besar, sumber daya pertanian yang berlimpah sebagai sumber bahan baku industri agro dalam negeri, perubahan pola konsumsi konsumen yang cenderung beralih ke makanan kemasan modern, serta munculnya pemain-pemain industri agro nasional yang sudah mampu bersaing ditingkat global.
&quot;Dengan adanya peluang tersebut, kebijakan pemerintah dalam pembangunan industri agro adalah menjadikan Indonesia menjadi pemain terkemuka di pasar regional dengan strategi utama melalui peningkatan ekspor produk industri agro serta mengurangi ketergantungan impor bahan baku, bahan penolong, dan barang modal,&quot; ujarnya dalam keterangan tertulis, Selasa (10/11/2020).
Adapun langkah-langkah strategis dalam upaya peningkatan ekspor di sektor industri agro, di antaranya adalah penguatan kemampuan industri agro secara menyeluruh dengan fokus pada perbaikan sektor hulu pertanian. Berikutnya, penerapan sektor pertanian dan industri agro dengan teknologi industri 4.0.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMC8wOC8yMi80LzEyMjI0MC8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
&quot;Meningkatkan efisiensi value-chain dengan membangun jaringan cold-chain yang lebih baik, serta peningkatan produksi industri agro modern dengan inovasi produk didukung dengan insentif super deduction tax untuk research and development (R&amp;amp;D),&quot; tutur Agus.
Di samping itu, juga dilakukan upaya untuk memperkuat daya saing produk industri agro dari segi kualitas, harga, dan kemampuan delivery dalam rangka memenuhi pasar ASEAN dan global, serta meningkatkan kemampuan SDM, teknis dan teknologi industri agro guna memperkuat kemampuan produksi nasional di pasar global.
&quot;Upaya lain yang akan dipacu adalah penambahan produksi untuk industri pengolahan susu, industri pengolahan buah, industri gula berbasis tebu, dan industri kertas sebesar Rp120.019,81 miliar atau naik 35,29% dibandingkan tahun 2019. Langkah selanjutnya mendorong realisasi investasi sebanyak 25 proyek dengan total nilai investasi sebesar Rp30 triliun,&quot; jelas Menperin.
Agus melanjutkan, industri agro selama ini memberikan kontribusi besar terhadap perekonomian nasional. Sepanjang triwulan III tahun 2020, sumbangsih industri agro signifikan terhadap PDB sektor pengolahan nonmigas mencapai 52,94%.&quot;Di tengah pertumbuhan industri nonmigas yang terkontraksi 4,20%,  industri makanan dan minuman masih tumbuh positif sebesar 0,66%. Kami  terus berupaya meningkatkan kinerjanya,&quot; tuturnya.
Sub-sektor industri agro yang memberikan kontribusi besar pada PDB  sektor pengolahan nonmigas pada triwulan III-2020, yakni industri  makanan dan minuman dengan sumbangsih mencapai 39,51%. Selanjutnya,  diikuti industri pengolahan tembakau (4,8%), industri kertas dan barang  dari kertas (4,22%), serta industri kayu, barang dari kayu, rotan dan  furnitur (2,84%).
Pada Januari-Agustus 2020, total nilai ekspor industri agro menembus  USD29,27 miliar atau berkontribusi hingga 35,36% pada ekspor sektor  manufaktur sebesar USD82,76 miliar.
Dari realisasi nilai investasi PMA dan PMDN di sektor industri  pengolahan nonmigas yang mencapai Rp201,9 triliun pada Januari-September  2020, kontribusi industri agro sebesar Rp91,9 triliun. &quot;Ini salah satu  bukti bahwa industri agro masih bergeliat di tanah air,&quot; papar Menperin.</description><content:encoded>JAKARTA - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) mendorong penurunan impor sektor industri agro. Adapun sektor industri agro yang akan didorong penurunan impornya adalah industri pengolahan susu, industri pengolahan buah, industri gula berbasis tebu, dan industri kertas sebesar 20,54% atau senilai Rp32.862,35 miliar.
Baca Juga:&amp;nbsp; Neraca Dagang September Diproyeksi Surplus USD2,33 Miliar
 
Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita mengatakan, pengembangan industri agro di Indonesia cukup prospektif. Potensi ini antara lain karena didukung pasar domestik yang besar, sumber daya pertanian yang berlimpah sebagai sumber bahan baku industri agro dalam negeri, perubahan pola konsumsi konsumen yang cenderung beralih ke makanan kemasan modern, serta munculnya pemain-pemain industri agro nasional yang sudah mampu bersaing ditingkat global.
&quot;Dengan adanya peluang tersebut, kebijakan pemerintah dalam pembangunan industri agro adalah menjadikan Indonesia menjadi pemain terkemuka di pasar regional dengan strategi utama melalui peningkatan ekspor produk industri agro serta mengurangi ketergantungan impor bahan baku, bahan penolong, dan barang modal,&quot; ujarnya dalam keterangan tertulis, Selasa (10/11/2020).
Adapun langkah-langkah strategis dalam upaya peningkatan ekspor di sektor industri agro, di antaranya adalah penguatan kemampuan industri agro secara menyeluruh dengan fokus pada perbaikan sektor hulu pertanian. Berikutnya, penerapan sektor pertanian dan industri agro dengan teknologi industri 4.0.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMC8wOC8yMi80LzEyMjI0MC8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
&quot;Meningkatkan efisiensi value-chain dengan membangun jaringan cold-chain yang lebih baik, serta peningkatan produksi industri agro modern dengan inovasi produk didukung dengan insentif super deduction tax untuk research and development (R&amp;amp;D),&quot; tutur Agus.
Di samping itu, juga dilakukan upaya untuk memperkuat daya saing produk industri agro dari segi kualitas, harga, dan kemampuan delivery dalam rangka memenuhi pasar ASEAN dan global, serta meningkatkan kemampuan SDM, teknis dan teknologi industri agro guna memperkuat kemampuan produksi nasional di pasar global.
&quot;Upaya lain yang akan dipacu adalah penambahan produksi untuk industri pengolahan susu, industri pengolahan buah, industri gula berbasis tebu, dan industri kertas sebesar Rp120.019,81 miliar atau naik 35,29% dibandingkan tahun 2019. Langkah selanjutnya mendorong realisasi investasi sebanyak 25 proyek dengan total nilai investasi sebesar Rp30 triliun,&quot; jelas Menperin.
Agus melanjutkan, industri agro selama ini memberikan kontribusi besar terhadap perekonomian nasional. Sepanjang triwulan III tahun 2020, sumbangsih industri agro signifikan terhadap PDB sektor pengolahan nonmigas mencapai 52,94%.&quot;Di tengah pertumbuhan industri nonmigas yang terkontraksi 4,20%,  industri makanan dan minuman masih tumbuh positif sebesar 0,66%. Kami  terus berupaya meningkatkan kinerjanya,&quot; tuturnya.
Sub-sektor industri agro yang memberikan kontribusi besar pada PDB  sektor pengolahan nonmigas pada triwulan III-2020, yakni industri  makanan dan minuman dengan sumbangsih mencapai 39,51%. Selanjutnya,  diikuti industri pengolahan tembakau (4,8%), industri kertas dan barang  dari kertas (4,22%), serta industri kayu, barang dari kayu, rotan dan  furnitur (2,84%).
Pada Januari-Agustus 2020, total nilai ekspor industri agro menembus  USD29,27 miliar atau berkontribusi hingga 35,36% pada ekspor sektor  manufaktur sebesar USD82,76 miliar.
Dari realisasi nilai investasi PMA dan PMDN di sektor industri  pengolahan nonmigas yang mencapai Rp201,9 triliun pada Januari-September  2020, kontribusi industri agro sebesar Rp91,9 triliun. &quot;Ini salah satu  bukti bahwa industri agro masih bergeliat di tanah air,&quot; papar Menperin.</content:encoded></item></channel></rss>
