<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Kelakuan Mafia Tanah Zaman Now Pakai Jasa Buzzer di Medsos</title><description>Sofyan A. Djalil mengungkapkan kegeramannya terhadap kelakuan mafia tanah.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2020/11/10/470/2307289/kelakuan-mafia-tanah-zaman-now-pakai-jasa-buzzer-di-medsos</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2020/11/10/470/2307289/kelakuan-mafia-tanah-zaman-now-pakai-jasa-buzzer-di-medsos"/><item><title>Kelakuan Mafia Tanah Zaman Now Pakai Jasa Buzzer di Medsos</title><link>https://economy.okezone.com/read/2020/11/10/470/2307289/kelakuan-mafia-tanah-zaman-now-pakai-jasa-buzzer-di-medsos</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2020/11/10/470/2307289/kelakuan-mafia-tanah-zaman-now-pakai-jasa-buzzer-di-medsos</guid><pubDate>Selasa 10 November 2020 14:29 WIB</pubDate><dc:creator>Michelle Natalia</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/11/10/470/2307289/kelakuan-mafia-tanah-zaman-now-pakai-jasa-buzzer-di-medsos-XlvJCDsnGn.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Uang Rupiah (Foto: Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/11/10/470/2307289/kelakuan-mafia-tanah-zaman-now-pakai-jasa-buzzer-di-medsos-XlvJCDsnGn.jpg</image><title>Uang Rupiah (Foto: Shutterstock)</title></images><description>JAKARTA - Menteri Agraria dan Tata Ruang (ATR)/BPN Sofyan A. Djalil mengungkapkan kegeramannya terhadap kelakuan mafia tanah. Untuk itu, pihak Kementerian ATR/BPN akan menindak keras mafia tanah.
&quot;Kita sekarang keras sekarang dengan mafia tanah, apalagi sekarang mereka fight back menggunakan sosial media (sosmed),&quot; ujar Sofyan dalam konferensi pers virtual di Jakarta, Selasa(10/11/2020).
Baca Juga: 7 Cara Hindari Mafia Tanah
 
Dia mengatakan, para mafia tanah saat ini menggunakan buzzer di sosmed melawan kementerian. Kendati demikian, pihak Kementerian ATR tidak akan diam.
&quot;Kita tidak akan menyerah, kita bekerjasama dengan aparat penegak hukum, baik Kapolri dan Kejaksaan Agung,&quot; tambahnya.



Sambung Sofyan mengatakan, di Jakarta Timur, dirinya langsung menghukum 9 orang pejabat BPN akibat pelanggaran yang mereka lakukan.
&quot;Ada yang dipecat dan dibuang ke tempat jauh, ada yang turun pangkat, karena melakukan pelanggaran yang menyebabkan mafia bisa bergerak,&quot; ucapnya.Terlebih, saat ini para mafia tanah menggunakan mekanisme buzzer  sosmed  untuk melawan, dengan skenario seakan mereka menjadi korban.
Sofyan menegaskan, bagi pihaknya, mafia adalah mafia. Pihak  Kementerian ATR/BPN sejauh ini terus menangkap mafia, yang paling banyak  di Medan.
&quot;Kita tangkap, penjarakan. Bekerja mengurangi mafia tanah bukanlah  hal yang mudah. Ke depannya, saya yakin mereka akan berpikir dua kali  tiga kali sebelum beraksi,&quot; pungkasnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Menteri Agraria dan Tata Ruang (ATR)/BPN Sofyan A. Djalil mengungkapkan kegeramannya terhadap kelakuan mafia tanah. Untuk itu, pihak Kementerian ATR/BPN akan menindak keras mafia tanah.
&quot;Kita sekarang keras sekarang dengan mafia tanah, apalagi sekarang mereka fight back menggunakan sosial media (sosmed),&quot; ujar Sofyan dalam konferensi pers virtual di Jakarta, Selasa(10/11/2020).
Baca Juga: 7 Cara Hindari Mafia Tanah
 
Dia mengatakan, para mafia tanah saat ini menggunakan buzzer di sosmed melawan kementerian. Kendati demikian, pihak Kementerian ATR tidak akan diam.
&quot;Kita tidak akan menyerah, kita bekerjasama dengan aparat penegak hukum, baik Kapolri dan Kejaksaan Agung,&quot; tambahnya.



Sambung Sofyan mengatakan, di Jakarta Timur, dirinya langsung menghukum 9 orang pejabat BPN akibat pelanggaran yang mereka lakukan.
&quot;Ada yang dipecat dan dibuang ke tempat jauh, ada yang turun pangkat, karena melakukan pelanggaran yang menyebabkan mafia bisa bergerak,&quot; ucapnya.Terlebih, saat ini para mafia tanah menggunakan mekanisme buzzer  sosmed  untuk melawan, dengan skenario seakan mereka menjadi korban.
Sofyan menegaskan, bagi pihaknya, mafia adalah mafia. Pihak  Kementerian ATR/BPN sejauh ini terus menangkap mafia, yang paling banyak  di Medan.
&quot;Kita tangkap, penjarakan. Bekerja mengurangi mafia tanah bukanlah  hal yang mudah. Ke depannya, saya yakin mereka akan berpikir dua kali  tiga kali sebelum beraksi,&quot; pungkasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
