<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>9 Emiten Siap Buyback Saham Rp4,2 Triliun</title><description>Bursa Efek Indonesia (BEI) menyampaikan bahwa sembilan emiten tercatat masih dalam periode buyback saham</description><link>https://economy.okezone.com/read/2020/11/11/278/2307752/9-emiten-siap-buyback-saham-rp4-2-triliun</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2020/11/11/278/2307752/9-emiten-siap-buyback-saham-rp4-2-triliun"/><item><title>9 Emiten Siap Buyback Saham Rp4,2 Triliun</title><link>https://economy.okezone.com/read/2020/11/11/278/2307752/9-emiten-siap-buyback-saham-rp4-2-triliun</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2020/11/11/278/2307752/9-emiten-siap-buyback-saham-rp4-2-triliun</guid><pubDate>Rabu 11 November 2020 11:11 WIB</pubDate><dc:creator>Aditya Pratama</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/11/11/278/2307752/9-emiten-siap-buyback-saham-rp4-2-triliun-SB621O7QlC.jpg" expression="full" type="image/jpeg">9 Emiten Sedang Buyback Saham. (Foto: Okezone.com/Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/11/11/278/2307752/9-emiten-siap-buyback-saham-rp4-2-triliun-SB621O7QlC.jpg</image><title>9 Emiten Sedang Buyback Saham. (Foto: Okezone.com/Shutterstock)</title></images><description>JAKARTA - Bursa Efek Indonesia (BEI) menyampaikan bahwa sembilan emiten tercatat masih dalam periode pembelian kembali (buyback) saham. Adapun total anggaran yang digunakan untuk aksi buyback sebanyak Rp4,2 triliun.
Direktur Penilaian Perusahaan BEI, I Gede Nyoman Yetna mengatakan, per 9 September 2020 sudah ada tujuh emiten yang melaksanakan buyback dengan realisasi Rp898,2 miliar atau 21,5% dari total rencana.
Baca Juga:&amp;nbsp;Vaksin Bikin IHSG Menguat, Investor Borong Saham Perbankan
Selain itu, terdapat 74 Perusahaan Tercatat yang telah menyelesaikan periode buyback dan telah merealisasikan pelaksanaan buyback dengan nilai realisasi sebesar Rp4,21 triliun.
&quot;Diharapkan kebijakan tersebut dapat memberikan stimulus perekonomian dan mengurangi dampak pasar yang berfluktuasi secara signifikan, sehingga memberikan dampak positif bagi para pelaku pasar,&quot; ujar Nyoman dalam keterangan tertulis, Rabu (11/11/2020).
Baca Juga:&amp;nbsp;Laba BRI Turun 42,9% Jadi Rp14,1 Triliun di Kuartal III
Sejak diterbitkannya SE OJK No. 3/SEOJK.04/2020 tentang Kondisi Lain Sebagai Kondisi Pasar yang Berfluktuasi Secara Signifikan dalam Pelaksanaan Pembelian kembali Saham yang Dikeluarkan oleh Emiten atau Perusahaan Publik, BEI senantiasa memantau perkembangan pelaksanaan buyback tersebut.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMC8xMS8xMC82Ny8xMjQzMzgvMC8=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
Dari sekian emiten yang melakukan buyback saham salah satunya adalah PT MNC Investama Tbk (BHIT), dimana perseroan akan melakukan buyback maksimal lima miliar saham dengan batas harga Rp135. Untuk melakukan aksi tersebut BHIT mengalokasikan dana hingga Rp675 miliar.
Buyback yang dilakukan MNC Investama berlangsung dari 2 November 2020 hingga 2 Februari 2021 mendatang. Per 8 November, BHIT telah merealisasikan buyback saham senilai Rp102,70 miliar.</description><content:encoded>JAKARTA - Bursa Efek Indonesia (BEI) menyampaikan bahwa sembilan emiten tercatat masih dalam periode pembelian kembali (buyback) saham. Adapun total anggaran yang digunakan untuk aksi buyback sebanyak Rp4,2 triliun.
Direktur Penilaian Perusahaan BEI, I Gede Nyoman Yetna mengatakan, per 9 September 2020 sudah ada tujuh emiten yang melaksanakan buyback dengan realisasi Rp898,2 miliar atau 21,5% dari total rencana.
Baca Juga:&amp;nbsp;Vaksin Bikin IHSG Menguat, Investor Borong Saham Perbankan
Selain itu, terdapat 74 Perusahaan Tercatat yang telah menyelesaikan periode buyback dan telah merealisasikan pelaksanaan buyback dengan nilai realisasi sebesar Rp4,21 triliun.
&quot;Diharapkan kebijakan tersebut dapat memberikan stimulus perekonomian dan mengurangi dampak pasar yang berfluktuasi secara signifikan, sehingga memberikan dampak positif bagi para pelaku pasar,&quot; ujar Nyoman dalam keterangan tertulis, Rabu (11/11/2020).
Baca Juga:&amp;nbsp;Laba BRI Turun 42,9% Jadi Rp14,1 Triliun di Kuartal III
Sejak diterbitkannya SE OJK No. 3/SEOJK.04/2020 tentang Kondisi Lain Sebagai Kondisi Pasar yang Berfluktuasi Secara Signifikan dalam Pelaksanaan Pembelian kembali Saham yang Dikeluarkan oleh Emiten atau Perusahaan Publik, BEI senantiasa memantau perkembangan pelaksanaan buyback tersebut.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMC8xMS8xMC82Ny8xMjQzMzgvMC8=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
Dari sekian emiten yang melakukan buyback saham salah satunya adalah PT MNC Investama Tbk (BHIT), dimana perseroan akan melakukan buyback maksimal lima miliar saham dengan batas harga Rp135. Untuk melakukan aksi tersebut BHIT mengalokasikan dana hingga Rp675 miliar.
Buyback yang dilakukan MNC Investama berlangsung dari 2 November 2020 hingga 2 Februari 2021 mendatang. Per 8 November, BHIT telah merealisasikan buyback saham senilai Rp102,70 miliar.</content:encoded></item></channel></rss>
