<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Indonesia Resesi, Daya Beli Terguncang akibat Covid-19</title><description>Pandemi virus corona membuat berbagai sektor bisnis mengalami gangguan</description><link>https://economy.okezone.com/read/2020/11/11/320/2307957/indonesia-resesi-daya-beli-terguncang-akibat-covid-19</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2020/11/11/320/2307957/indonesia-resesi-daya-beli-terguncang-akibat-covid-19"/><item><title>Indonesia Resesi, Daya Beli Terguncang akibat Covid-19</title><link>https://economy.okezone.com/read/2020/11/11/320/2307957/indonesia-resesi-daya-beli-terguncang-akibat-covid-19</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2020/11/11/320/2307957/indonesia-resesi-daya-beli-terguncang-akibat-covid-19</guid><pubDate>Rabu 11 November 2020 15:40 WIB</pubDate><dc:creator>Giri Hartomo</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/11/11/320/2307957/indonesia-resesi-daya-beli-terguncang-akibat-covid-19-A2fahs0Emy.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Indonesia Alami Resesi. (Foto: Okezone.com/Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/11/11/320/2307957/indonesia-resesi-daya-beli-terguncang-akibat-covid-19-A2fahs0Emy.jpg</image><title>Indonesia Alami Resesi. (Foto: Okezone.com/Shutterstock)</title></images><description>JAKARTA - Pandemi virus corona membuat berbagai sektor bisnis mengalami gangguan. Dampaknya ekonomi Indonesia mengalami resesi karena selama dua kuartal berturut-turut pertumbuhan ekonomi minus.
Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki mengatakan, dampak pandemi membuat daya beli masyarakat menurun. Apalagi ekonomi Indonesia dipengaruhi konsumsi rumah tangga.
Baca Juga:&amp;nbsp;Indonesia Resesi, Sri Mulyani Waspadai Potensi Pandemi Covid-19 Gelombang Kedua
&quot;Ekonomi kita dalam lima tahun terakhir sangat ditentukan oleh faktor-faktor domestik. Salah satunya adalah belanja pemerintah dan konsumsi masyarakat yang di atas 50%. Nah saat ini konsumsi masyarakat terganggu di tengah pandemi,&quot; ujarnya dalam diskusi virtual, Rabu (11/11/2020).
Menurut Teten, daya beli masyarakat terganggu karena banyak masyarakat kehilangan pekerjaan. Mengingat banyak perusahaan juga terganggu kerjanya sehingga harus melakukan efisiensi.
&quot;Karena daya beli masyarakat terganggu karena kehilangan pekerjaan karena kehilangan pekerjaan, kehilangan pendapatan termasuk juga pelaku UMKM omsetnya banyak yang turun,&quot; jelasnya.
Baca Juga:&amp;nbsp;Pemulihan On The Track, Ekonomi Kuartal IV Diprediksi Tumbuh 0,6%
Memang menurut Teten, pemerintah mengeluarkan berbagai macam stimulus untuk masyarakat hingga para pelaku usaha. Namun menurutnya, akan sangat sulit untuk mengembalikan daya beli seperti kondisi normal.
&quot;Meskipun sekarang pemerintah menggelontorkan banyak bantuan sosial termasuk juga banpres tapi untuk mengembalikan daya beli masyarakat ke keadaan normal sangat berat,&quot; jelasnya.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMC8xMS8wNS82Ny8xMjQxMzIvMC8=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;</description><content:encoded>JAKARTA - Pandemi virus corona membuat berbagai sektor bisnis mengalami gangguan. Dampaknya ekonomi Indonesia mengalami resesi karena selama dua kuartal berturut-turut pertumbuhan ekonomi minus.
Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki mengatakan, dampak pandemi membuat daya beli masyarakat menurun. Apalagi ekonomi Indonesia dipengaruhi konsumsi rumah tangga.
Baca Juga:&amp;nbsp;Indonesia Resesi, Sri Mulyani Waspadai Potensi Pandemi Covid-19 Gelombang Kedua
&quot;Ekonomi kita dalam lima tahun terakhir sangat ditentukan oleh faktor-faktor domestik. Salah satunya adalah belanja pemerintah dan konsumsi masyarakat yang di atas 50%. Nah saat ini konsumsi masyarakat terganggu di tengah pandemi,&quot; ujarnya dalam diskusi virtual, Rabu (11/11/2020).
Menurut Teten, daya beli masyarakat terganggu karena banyak masyarakat kehilangan pekerjaan. Mengingat banyak perusahaan juga terganggu kerjanya sehingga harus melakukan efisiensi.
&quot;Karena daya beli masyarakat terganggu karena kehilangan pekerjaan karena kehilangan pekerjaan, kehilangan pendapatan termasuk juga pelaku UMKM omsetnya banyak yang turun,&quot; jelasnya.
Baca Juga:&amp;nbsp;Pemulihan On The Track, Ekonomi Kuartal IV Diprediksi Tumbuh 0,6%
Memang menurut Teten, pemerintah mengeluarkan berbagai macam stimulus untuk masyarakat hingga para pelaku usaha. Namun menurutnya, akan sangat sulit untuk mengembalikan daya beli seperti kondisi normal.
&quot;Meskipun sekarang pemerintah menggelontorkan banyak bantuan sosial termasuk juga banpres tapi untuk mengembalikan daya beli masyarakat ke keadaan normal sangat berat,&quot; jelasnya.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMC8xMS8wNS82Ny8xMjQxMzIvMC8=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;</content:encoded></item></channel></rss>
