<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Diskon Harbolnas 11.11 Tidak Membuat Orang Kaya Tergiur</title><description>Hari Belanja Online Nasional (Harbolnas) 11.11 dilakukan di tengah resesi ekonomi.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2020/11/11/622/2307760/diskon-harbolnas-11-11-tidak-membuat-orang-kaya-tergiur</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2020/11/11/622/2307760/diskon-harbolnas-11-11-tidak-membuat-orang-kaya-tergiur"/><item><title>Diskon Harbolnas 11.11 Tidak Membuat Orang Kaya Tergiur</title><link>https://economy.okezone.com/read/2020/11/11/622/2307760/diskon-harbolnas-11-11-tidak-membuat-orang-kaya-tergiur</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2020/11/11/622/2307760/diskon-harbolnas-11-11-tidak-membuat-orang-kaya-tergiur</guid><pubDate>Rabu 11 November 2020 11:18 WIB</pubDate><dc:creator>Kunthi Fahmar Shandy</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/11/11/622/2307760/diskon-harbolnas-11-11-tidak-membuat-orang-kaya-tergiur-apoyAf81kI.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Online Shop (Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/11/11/622/2307760/diskon-harbolnas-11-11-tidak-membuat-orang-kaya-tergiur-apoyAf81kI.jpg</image><title>Online Shop (Shutterstock)</title></images><description>JAKARTA - Hari Belanja Online Nasional (Harbolnas) 11.11 dilakukan di tengah resesi ekonomi. Apalagi, daya beli masyarakat pun menurun karena kurangnya pemasukan hingga menunda belanja.

Direktur Riset CORE Indonesia Piter Abdullah mengatakan penurunan konsumsi saat ini terutama disebabkan oleh kelompok menengah atas untuk menahan belanja. Terutama konsumsi barang sekunder dan tersier.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Harbolnas 11.11, Begini Taktik Hadapi Flash Sale
&quot;Sedangkan harbolnas yang mengandalkan diskon dan lain sebagainya hanya berdampak ke kelompok menengah bawah saja. Tidak akan bisa mendorong kembali konsumsi barang mewahnya kelompok menengah atas,&quot; kata Piter saat dihubungi, Jakarta, Rabu (11/11/2020).

Menurut dia, daya beli sebagian masyarakat yang turun karena pandemi belum kembali. Bantuan pemerintah juga tidak bisa menutup seluruh penurunan daya beli yang dialami masyarakat karena kena PHK oleh perusahan.
&amp;nbsp;Baca juga: BLT Subsidi Gaji Rp1,2 Juta Cair Eh Ada Harbolnas, Belanja Enggak Nih?
Perlu dicatat bahwa penurunan konsumsi bukan hanya karena turunnya daya beli yang terjadi dikelompok bawah. Akan tetapi justru Lebih disebabkan kelompok menengah atas menahan konsumsi karena khawatir akan pandemi.

&quot;Jadi sampai akhir tahun ini konsumsi diyakini masih Akan negatif,&quot; tandasnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Hari Belanja Online Nasional (Harbolnas) 11.11 dilakukan di tengah resesi ekonomi. Apalagi, daya beli masyarakat pun menurun karena kurangnya pemasukan hingga menunda belanja.

Direktur Riset CORE Indonesia Piter Abdullah mengatakan penurunan konsumsi saat ini terutama disebabkan oleh kelompok menengah atas untuk menahan belanja. Terutama konsumsi barang sekunder dan tersier.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Harbolnas 11.11, Begini Taktik Hadapi Flash Sale
&quot;Sedangkan harbolnas yang mengandalkan diskon dan lain sebagainya hanya berdampak ke kelompok menengah bawah saja. Tidak akan bisa mendorong kembali konsumsi barang mewahnya kelompok menengah atas,&quot; kata Piter saat dihubungi, Jakarta, Rabu (11/11/2020).

Menurut dia, daya beli sebagian masyarakat yang turun karena pandemi belum kembali. Bantuan pemerintah juga tidak bisa menutup seluruh penurunan daya beli yang dialami masyarakat karena kena PHK oleh perusahan.
&amp;nbsp;Baca juga: BLT Subsidi Gaji Rp1,2 Juta Cair Eh Ada Harbolnas, Belanja Enggak Nih?
Perlu dicatat bahwa penurunan konsumsi bukan hanya karena turunnya daya beli yang terjadi dikelompok bawah. Akan tetapi justru Lebih disebabkan kelompok menengah atas menahan konsumsi karena khawatir akan pandemi.

&quot;Jadi sampai akhir tahun ini konsumsi diyakini masih Akan negatif,&quot; tandasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
