<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Indonesia Resesi, Yuk Buat Skala Prioritas Pengeluaran</title><description>Pemerintah Indonesia meyakini bahwa kuartal IV-2020 perekonomian akan membaik.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2020/11/11/622/2307904/indonesia-resesi-yuk-buat-skala-prioritas-pengeluaran</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2020/11/11/622/2307904/indonesia-resesi-yuk-buat-skala-prioritas-pengeluaran"/><item><title>Indonesia Resesi, Yuk Buat Skala Prioritas Pengeluaran</title><link>https://economy.okezone.com/read/2020/11/11/622/2307904/indonesia-resesi-yuk-buat-skala-prioritas-pengeluaran</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2020/11/11/622/2307904/indonesia-resesi-yuk-buat-skala-prioritas-pengeluaran</guid><pubDate>Rabu 11 November 2020 21:11 WIB</pubDate><dc:creator>Fadel Prayoga</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/11/11/622/2307904/indonesia-resesi-yuk-buat-skala-prioritas-pengeluaran-6gcfEAMVm4.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Tips Mengatur Keuangan (Foto: Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/11/11/622/2307904/indonesia-resesi-yuk-buat-skala-prioritas-pengeluaran-6gcfEAMVm4.jpg</image><title>Tips Mengatur Keuangan (Foto: Shutterstock)</title></images><description>JAKARTA - Pemerintah Indonesia meyakini bahwa kuartal IV-2020 perekonomian akan membaik. Diperkirakan pertumbuhan ekonomi akan berada pada angka minus 1,1% hingga 0,2%.
Baca Juga: Harbolnas 11.11, Duit BLT Bisa Dipakai Beli Kebutuhan Pokok
 
Namun, hal tersebut dinilai sebagai bentuk yang tak masuk akal lantaran daya beli masyarakat masih belum mengalami peningkatan. Seperti diketahui, Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia itu paling besar disumbang dari belanja rumah tangga.
Melihat ketidakpastian ekonomi yang sedang melanda Indonesia, maka apa yang harus dilakukan masyarakat Tanah Air?
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMC8wOC8yMi80LzEyMjIzNi8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
Perencana Keuangan dari Advisors Alliance Group Andy Nugroho memberikan tips-tips agar mampu bertahan di tengah krisis ini.
Dia meminta kepada seluruh masyarakat membuat bujeting bulanan, sehingga mengetahui mana pengeluaran prioritas atau tidak. Salah satu pengeluaran yang pokok itu seperti pembayaran listrik, transport dan uang sekolah anak.
&quot;Dalam kondisi tidak pasti, sebaiknya kita lebih banyak  memprioritaskan pengeluaran kita hanya untuk hal-hal yang sangat penting  dan mendesak untuk dipenuhi,&quot; ujarnya kepada Okezone.
Dia mengimbau agar para pekerja mengurangi pengeluaran yang bersifat  konsumtif seperti membeli makanan dan minuman kekinian. Padahal, perut  mereka tak membutuhkan asupan tersebut.
&quot;Dan mengurangi konsumsi hal-hal yang bersifat kesenangan dan keinginan semata,&quot; kata dia.</description><content:encoded>JAKARTA - Pemerintah Indonesia meyakini bahwa kuartal IV-2020 perekonomian akan membaik. Diperkirakan pertumbuhan ekonomi akan berada pada angka minus 1,1% hingga 0,2%.
Baca Juga: Harbolnas 11.11, Duit BLT Bisa Dipakai Beli Kebutuhan Pokok
 
Namun, hal tersebut dinilai sebagai bentuk yang tak masuk akal lantaran daya beli masyarakat masih belum mengalami peningkatan. Seperti diketahui, Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia itu paling besar disumbang dari belanja rumah tangga.
Melihat ketidakpastian ekonomi yang sedang melanda Indonesia, maka apa yang harus dilakukan masyarakat Tanah Air?
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMC8wOC8yMi80LzEyMjIzNi8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
Perencana Keuangan dari Advisors Alliance Group Andy Nugroho memberikan tips-tips agar mampu bertahan di tengah krisis ini.
Dia meminta kepada seluruh masyarakat membuat bujeting bulanan, sehingga mengetahui mana pengeluaran prioritas atau tidak. Salah satu pengeluaran yang pokok itu seperti pembayaran listrik, transport dan uang sekolah anak.
&quot;Dalam kondisi tidak pasti, sebaiknya kita lebih banyak  memprioritaskan pengeluaran kita hanya untuk hal-hal yang sangat penting  dan mendesak untuk dipenuhi,&quot; ujarnya kepada Okezone.
Dia mengimbau agar para pekerja mengurangi pengeluaran yang bersifat  konsumtif seperti membeli makanan dan minuman kekinian. Padahal, perut  mereka tak membutuhkan asupan tersebut.
&quot;Dan mengurangi konsumsi hal-hal yang bersifat kesenangan dan keinginan semata,&quot; kata dia.</content:encoded></item></channel></rss>
