<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Ada Vaksin Covid-19, Tren WFH Tak Akan Ditinggalkan</title><description>Perusahaan farmasi itu menyatakan bahwa vaksin Covid-19 yang mereka uji diklaim 90% efektif menangkal virus SARS-CoV2.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2020/11/11/622/2307934/ada-vaksin-covid-19-tren-wfh-tak-akan-ditinggalkan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2020/11/11/622/2307934/ada-vaksin-covid-19-tren-wfh-tak-akan-ditinggalkan"/><item><title>Ada Vaksin Covid-19, Tren WFH Tak Akan Ditinggalkan</title><link>https://economy.okezone.com/read/2020/11/11/622/2307934/ada-vaksin-covid-19-tren-wfh-tak-akan-ditinggalkan</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2020/11/11/622/2307934/ada-vaksin-covid-19-tren-wfh-tak-akan-ditinggalkan</guid><pubDate>Rabu 11 November 2020 19:02 WIB</pubDate><dc:creator>Fadel Prayoga</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/11/11/622/2307934/ada-vaksin-covid-19-tren-wfh-tak-akan-ditinggalkan-hwC66Iu3TQ.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Karyawan (Foto: Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/11/11/622/2307934/ada-vaksin-covid-19-tren-wfh-tak-akan-ditinggalkan-hwC66Iu3TQ.jpg</image><title>Karyawan (Foto: Shutterstock)</title></images><description>JAKARTA - Kabar terbaru tentang vaksin Covid-19 dirilis Pfizer. Ya, perusahaan farmasi itu menyatakan bahwa vaksin Covid-19 yang mereka uji diklaim 90% efektif menangkal virus SARS-CoV2. Namun, tren kerja dari rumah atau work from home (WFH) tak akan ditinggalkan meski nanti vaksin resmi diedarkan.
Baca Juga: Harbolnas 11.11, Duit BLT Bisa Dipakai Beli Kebutuhan Pokok
 
&amp;ldquo;Saya sebenarnya tidak berpikir tren teknologi ini akan membalikkan dirinya sendiri,&quot; kata Executive Chairman IBM Ginni Rometty seperti dilansir dari CNBC, Rabu (11/11/2020).
Baca Juga: Begini Cara Bikin Dapur Tetap Ngebul meski Gaji Dipotong
Dia menilai WFH itu sudah menjadi sebuah kebiasaan baru di dunia ini sejak adanya Pandemi Covid-19. Bekerja di kantor hanya dilakukan oleh sebagian orang, tapi yang lainnya akan tetap menyelesaikan pekerjaan dari rumahnya.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMC8xMS8wNy82Ny8xMjQyMzUvMC8=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
&amp;ldquo;Vaksin memungkinkan kita untuk kembali ke kondisi normal yang lebih baru. Tapi saya yakin beberapa hal ini dalam cara kerja hybrid akan tetap ada, dan akselerasi digital akan terus berlanjut karena orang sekarang telah melihat kemudahan dari adanya teknologi,&quot; ujarnya.
Covid-19 menyebabkan peningkatan permintaan akan layanan kesehatan  dan pendidikan digital meningkat. Contohnya, di banyak negara, guru dan  dokter, serta siswa, orang tua, dan pasien, dipaksa untuk menyesuaikan  dengan cara virtual untuk mengakses pelajaran sekolah dan konsultasi  kesehatan dengan dokter.
Beberapa negara di Eropa kembali menerapkan pembatasan wilayah secara  ketat atau lockdown demi memperlambat kebangkitan kembali kasus virus  corona. Tetapi beberapa investor mempertanyakan sejauh mana tren terkait  pandemi dalam teknologi akan berlanjut jika vaksin memungkinkan  pembukaan kembali ekonomi yang lebih luas di seluruh dunia.</description><content:encoded>JAKARTA - Kabar terbaru tentang vaksin Covid-19 dirilis Pfizer. Ya, perusahaan farmasi itu menyatakan bahwa vaksin Covid-19 yang mereka uji diklaim 90% efektif menangkal virus SARS-CoV2. Namun, tren kerja dari rumah atau work from home (WFH) tak akan ditinggalkan meski nanti vaksin resmi diedarkan.
Baca Juga: Harbolnas 11.11, Duit BLT Bisa Dipakai Beli Kebutuhan Pokok
 
&amp;ldquo;Saya sebenarnya tidak berpikir tren teknologi ini akan membalikkan dirinya sendiri,&quot; kata Executive Chairman IBM Ginni Rometty seperti dilansir dari CNBC, Rabu (11/11/2020).
Baca Juga: Begini Cara Bikin Dapur Tetap Ngebul meski Gaji Dipotong
Dia menilai WFH itu sudah menjadi sebuah kebiasaan baru di dunia ini sejak adanya Pandemi Covid-19. Bekerja di kantor hanya dilakukan oleh sebagian orang, tapi yang lainnya akan tetap menyelesaikan pekerjaan dari rumahnya.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMC8xMS8wNy82Ny8xMjQyMzUvMC8=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
&amp;ldquo;Vaksin memungkinkan kita untuk kembali ke kondisi normal yang lebih baru. Tapi saya yakin beberapa hal ini dalam cara kerja hybrid akan tetap ada, dan akselerasi digital akan terus berlanjut karena orang sekarang telah melihat kemudahan dari adanya teknologi,&quot; ujarnya.
Covid-19 menyebabkan peningkatan permintaan akan layanan kesehatan  dan pendidikan digital meningkat. Contohnya, di banyak negara, guru dan  dokter, serta siswa, orang tua, dan pasien, dipaksa untuk menyesuaikan  dengan cara virtual untuk mengakses pelajaran sekolah dan konsultasi  kesehatan dengan dokter.
Beberapa negara di Eropa kembali menerapkan pembatasan wilayah secara  ketat atau lockdown demi memperlambat kebangkitan kembali kasus virus  corona. Tetapi beberapa investor mempertanyakan sejauh mana tren terkait  pandemi dalam teknologi akan berlanjut jika vaksin memungkinkan  pembukaan kembali ekonomi yang lebih luas di seluruh dunia.</content:encoded></item></channel></rss>
