<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Pemerintah AS Ajak ByteDance Musyawarah, TikTok Batal Diblokir?</title><description>Departemen Keuangan AS mengatakan pihaknya tengah  membuka peluang musyawarah dengan perusahaan pemilik aplikasi berbagi  video TikTok.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2020/11/12/320/2308400/pemerintah-as-ajak-bytedance-musyawarah-tiktok-batal-diblokir</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2020/11/12/320/2308400/pemerintah-as-ajak-bytedance-musyawarah-tiktok-batal-diblokir"/><item><title>Pemerintah AS Ajak ByteDance Musyawarah, TikTok Batal Diblokir?</title><link>https://economy.okezone.com/read/2020/11/12/320/2308400/pemerintah-as-ajak-bytedance-musyawarah-tiktok-batal-diblokir</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2020/11/12/320/2308400/pemerintah-as-ajak-bytedance-musyawarah-tiktok-batal-diblokir</guid><pubDate>Kamis 12 November 2020 12:24 WIB</pubDate><dc:creator>Djairan</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/11/12/320/2308400/pemerintah-as-ajak-bytedance-musyawarah-tiktok-batal-diblokir-RevBGene6q.jpg" expression="full" type="image/jpeg">TikTok (Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/11/12/320/2308400/pemerintah-as-ajak-bytedance-musyawarah-tiktok-batal-diblokir-RevBGene6q.jpg</image><title>TikTok (Shutterstock)</title></images><description>WASHINGTON - Departemen Keuangan Amerika Serikat (AS) mengatakan pihaknya tengah membuka peluang musyawarah dengan perusahaan pemilik aplikasi berbagi video TikTok, ByteDance asal China. AS menginginkan adanya penyelesaian masalah privasi data pengguna TikTok yang disebut-sebut mengancam keamanan nasional AS.

&quot;Departemen Keuangan tengah fokus pada pencapaian resolusi risiko keamanan nasional yang timbul dari TikTok, yang dulunya hasil akuisisi atas Musical.ly oleh ByteDance. Kami telah menjelaskan kepada ByteDance tentang langkah-langkah yang diperlukan untuk mencapai resolusi itu,&quot; ujar juru bicara Departemen Keuangan AS, Monica Crowley dikutip dari Reuters Kamis (12/11/2020)
&amp;nbsp;Baca juga: ByteDance Menentang Trump soal Divestasi TikTok
Pernyataan itu muncul sehari setelah TikTok mengajukan permohonan ke pengadilan banding federal AS. Pihaknya meminta pengadilan mencegah pemerintah AS yang memaksa TikTok menjual sebagian sahamnya kepada perusahaan AS

Jika tidak, maka terancam diblokir mulai 12 November. Paksaan AS agar TikTok mendivestasi sahamnya didasarkan pada penyelidikan sejak ByteDance mengakuisisi Musical.ly dan mengubahnya menjadi TikTok pada 2017.
Baca juga: Microsoft Beli TikTok Bakal Masuk Akuisisi Terbesar Sepanjang Sejarah
Di Bawah arahan Presiden Donald Trump, Komite Investasi Asing AS (CFIUS) menuding TikTok menyetor lebih dari 100 juta data pengguna AS ke pemerintah China.&quot;Kami tetap fokus untuk mencari jalan keluar dengan terus melibatkan  CFIUS, dan kami berharap dapat mencapai resolusi bersama dalam masalah  keamanan nasional yang mereka tuduhkan, meskipun kami menyangkal tuduhan  tersebut,&quot; kata juru bicara TikTok.

Pada September, TikTok mencapai kesepakatan untuk menjual sekitar 20  persen sahamnya di AS kepada Oracle dan Walmart. Namun Trump menolak,  dia ingin perusahan AS menjadi pemilik utama TikTok di AS. Kini  kesepakatan itu berada dalam ketidakpastian di tengah perubahan  pemerintahan di Gedung Putih.</description><content:encoded>WASHINGTON - Departemen Keuangan Amerika Serikat (AS) mengatakan pihaknya tengah membuka peluang musyawarah dengan perusahaan pemilik aplikasi berbagi video TikTok, ByteDance asal China. AS menginginkan adanya penyelesaian masalah privasi data pengguna TikTok yang disebut-sebut mengancam keamanan nasional AS.

&quot;Departemen Keuangan tengah fokus pada pencapaian resolusi risiko keamanan nasional yang timbul dari TikTok, yang dulunya hasil akuisisi atas Musical.ly oleh ByteDance. Kami telah menjelaskan kepada ByteDance tentang langkah-langkah yang diperlukan untuk mencapai resolusi itu,&quot; ujar juru bicara Departemen Keuangan AS, Monica Crowley dikutip dari Reuters Kamis (12/11/2020)
&amp;nbsp;Baca juga: ByteDance Menentang Trump soal Divestasi TikTok
Pernyataan itu muncul sehari setelah TikTok mengajukan permohonan ke pengadilan banding federal AS. Pihaknya meminta pengadilan mencegah pemerintah AS yang memaksa TikTok menjual sebagian sahamnya kepada perusahaan AS

Jika tidak, maka terancam diblokir mulai 12 November. Paksaan AS agar TikTok mendivestasi sahamnya didasarkan pada penyelidikan sejak ByteDance mengakuisisi Musical.ly dan mengubahnya menjadi TikTok pada 2017.
Baca juga: Microsoft Beli TikTok Bakal Masuk Akuisisi Terbesar Sepanjang Sejarah
Di Bawah arahan Presiden Donald Trump, Komite Investasi Asing AS (CFIUS) menuding TikTok menyetor lebih dari 100 juta data pengguna AS ke pemerintah China.&quot;Kami tetap fokus untuk mencari jalan keluar dengan terus melibatkan  CFIUS, dan kami berharap dapat mencapai resolusi bersama dalam masalah  keamanan nasional yang mereka tuduhkan, meskipun kami menyangkal tuduhan  tersebut,&quot; kata juru bicara TikTok.

Pada September, TikTok mencapai kesepakatan untuk menjual sekitar 20  persen sahamnya di AS kepada Oracle dan Walmart. Namun Trump menolak,  dia ingin perusahan AS menjadi pemilik utama TikTok di AS. Kini  kesepakatan itu berada dalam ketidakpastian di tengah perubahan  pemerintahan di Gedung Putih.</content:encoded></item></channel></rss>
