<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Stigma Corona yang Bikin Parno Warga, dari Dikucilkan hingga Takut Sakit</title><description>Saat ini masih ada masyarakat yang takut dilakukan tes swab polymerase chain reaction (PCR).</description><link>https://economy.okezone.com/read/2020/11/12/320/2308547/stigma-corona-yang-bikin-parno-warga-dari-dikucilkan-hingga-takut-sakit</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2020/11/12/320/2308547/stigma-corona-yang-bikin-parno-warga-dari-dikucilkan-hingga-takut-sakit"/><item><title>Stigma Corona yang Bikin Parno Warga, dari Dikucilkan hingga Takut Sakit</title><link>https://economy.okezone.com/read/2020/11/12/320/2308547/stigma-corona-yang-bikin-parno-warga-dari-dikucilkan-hingga-takut-sakit</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2020/11/12/320/2308547/stigma-corona-yang-bikin-parno-warga-dari-dikucilkan-hingga-takut-sakit</guid><pubDate>Kamis 12 November 2020 15:55 WIB</pubDate><dc:creator>Binti Mufarida</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/11/12/320/2308547/stigma-corona-yang-bikin-parno-warga-dari-dikucilkan-hingga-takut-sakit-wzwGpfbdvj.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Dokter (The Atlantic)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/11/12/320/2308547/stigma-corona-yang-bikin-parno-warga-dari-dikucilkan-hingga-takut-sakit-wzwGpfbdvj.jpg</image><title>Dokter (The Atlantic)</title></images><description>JAKARTA - Penasehat Menteri Koordinator (Menko) Maritim dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan, Monica Nirmala mengatakan saat ini masih ada masyarakat yang takut dilakukan tes swab polymerase chain reaction (PCR) sebagai bagian dari 3T (testing, tracing, dan treatment) untuk memutus Covid-19.

&amp;ldquo;Kalau yang saya temukan setelah banyak diskusi gitu ya di lapangan, di daerah, memang ada kekhawatiran gitu ya, ada ketakutan, mungkin kalau di tes petugas kesehatan yang pakai baju putih-putih gitu ya agak takut gitu,&amp;rdquo; dalam dialog KPC PEN bertema Optimisme Masyarakat Terhadap 3T secara virtual, Kamis (12/11/2020).
 
&amp;nbsp;Baca juga: Sri Mulyani: Ada 2 Sektor Masih Alami Pelemahan, Sisanya Proses Perbaikan
&amp;ldquo;Jadi mungkin di kesempatan ini saya ingin menekankan gitu ya, kepada publik bahwa jangan takut dengan tenaga kesehatan gitu. Justru mereka ingin memeriksa Bapak Ibu itu karena mereka sayang gitu, ingin tahu bagaimana kondisi kesehatan Bapak Ibu gitu,&amp;rdquo; ungkap Monica.

Monica mengatakan, takut sakit dan dikucilkan menjadi alasan masyarakat tidak mau dilakukan tes Covid-19.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Lawan Covid-19, Menkeu Perkuat Kemitraan dengan Australia
&amp;ldquo;Jadi betul bahwa ada ketakutan di sana. Dan mungkin enggak hanya takut sakitnya ya, tapi juga takut mungkin takut dikucilkan dari orang lain. Ada banyak ya faktor yang menyebabkan ketakutan itu. Oleh karena itu memang kita harus tangani satu-satu,&amp;rdquo; jelasnya.

Kalau misalnya kekhawatiran tentang kondisi kesehatannya, kata Monica, justru harus berpikir bahwa kalau tidak segera dideteksi secara dini, maka akan terlanjur parah. &amp;ldquo;Kasihan orangtua kita atau anak cucu kita dan lain sebagainya,&amp;rdquo; katanya.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMC8xMC8wNS8xLzEyMzEyMi8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;Tapi kalau masalah takut dikucilkan oleh orang di sekitar, maka  Monica pun mengimbau agar publik tidak menjauhi orang yang sakit. &amp;ldquo;Oleh  karena itu mungkin juga saya menghimbau kepada publik bahwa justru orang  yang sakit itu jangan dijauhi.&amp;rdquo;

&amp;ldquo;Dalam artian secara sosial dimusuhi itu ya, tetapi justru harus  didukung, dikasih dukungan. Misalnya dikirimi makanan atau dikirimi  kata-kata yang menyemangati hal-hal positif yang menyemangati itu sangat  penting untuk penyembuhan dari pasien itu sendiri. Jadi justru kita  kalau melawan Covid, kita juga harus melawan ketakutan itu sendiri  gitu,&amp;rdquo; tegas Monica.</description><content:encoded>JAKARTA - Penasehat Menteri Koordinator (Menko) Maritim dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan, Monica Nirmala mengatakan saat ini masih ada masyarakat yang takut dilakukan tes swab polymerase chain reaction (PCR) sebagai bagian dari 3T (testing, tracing, dan treatment) untuk memutus Covid-19.

&amp;ldquo;Kalau yang saya temukan setelah banyak diskusi gitu ya di lapangan, di daerah, memang ada kekhawatiran gitu ya, ada ketakutan, mungkin kalau di tes petugas kesehatan yang pakai baju putih-putih gitu ya agak takut gitu,&amp;rdquo; dalam dialog KPC PEN bertema Optimisme Masyarakat Terhadap 3T secara virtual, Kamis (12/11/2020).
 
&amp;nbsp;Baca juga: Sri Mulyani: Ada 2 Sektor Masih Alami Pelemahan, Sisanya Proses Perbaikan
&amp;ldquo;Jadi mungkin di kesempatan ini saya ingin menekankan gitu ya, kepada publik bahwa jangan takut dengan tenaga kesehatan gitu. Justru mereka ingin memeriksa Bapak Ibu itu karena mereka sayang gitu, ingin tahu bagaimana kondisi kesehatan Bapak Ibu gitu,&amp;rdquo; ungkap Monica.

Monica mengatakan, takut sakit dan dikucilkan menjadi alasan masyarakat tidak mau dilakukan tes Covid-19.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Lawan Covid-19, Menkeu Perkuat Kemitraan dengan Australia
&amp;ldquo;Jadi betul bahwa ada ketakutan di sana. Dan mungkin enggak hanya takut sakitnya ya, tapi juga takut mungkin takut dikucilkan dari orang lain. Ada banyak ya faktor yang menyebabkan ketakutan itu. Oleh karena itu memang kita harus tangani satu-satu,&amp;rdquo; jelasnya.

Kalau misalnya kekhawatiran tentang kondisi kesehatannya, kata Monica, justru harus berpikir bahwa kalau tidak segera dideteksi secara dini, maka akan terlanjur parah. &amp;ldquo;Kasihan orangtua kita atau anak cucu kita dan lain sebagainya,&amp;rdquo; katanya.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMC8xMC8wNS8xLzEyMzEyMi8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;Tapi kalau masalah takut dikucilkan oleh orang di sekitar, maka  Monica pun mengimbau agar publik tidak menjauhi orang yang sakit. &amp;ldquo;Oleh  karena itu mungkin juga saya menghimbau kepada publik bahwa justru orang  yang sakit itu jangan dijauhi.&amp;rdquo;

&amp;ldquo;Dalam artian secara sosial dimusuhi itu ya, tetapi justru harus  didukung, dikasih dukungan. Misalnya dikirimi makanan atau dikirimi  kata-kata yang menyemangati hal-hal positif yang menyemangati itu sangat  penting untuk penyembuhan dari pasien itu sendiri. Jadi justru kita  kalau melawan Covid, kita juga harus melawan ketakutan itu sendiri  gitu,&amp;rdquo; tegas Monica.</content:encoded></item></channel></rss>
