<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Gandeng SMF, Kemenpar Dorong Pemulihan Sektor Pariwisata</title><description>SMF bersinergi dengan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif untuk mendorong Pemulihan Ekonomi Nasional.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2020/11/12/320/2308685/gandeng-smf-kemenpar-dorong-pemulihan-sektor-pariwisata</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2020/11/12/320/2308685/gandeng-smf-kemenpar-dorong-pemulihan-sektor-pariwisata"/><item><title>Gandeng SMF, Kemenpar Dorong Pemulihan Sektor Pariwisata</title><link>https://economy.okezone.com/read/2020/11/12/320/2308685/gandeng-smf-kemenpar-dorong-pemulihan-sektor-pariwisata</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2020/11/12/320/2308685/gandeng-smf-kemenpar-dorong-pemulihan-sektor-pariwisata</guid><pubDate>Kamis 12 November 2020 19:08 WIB</pubDate><dc:creator></dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/11/12/320/2308685/gandeng-smf-kemenpar-dorong-pemulihan-sektor-pariwisata-g1XUezV8fY.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Kerjasama Kemenpar dan SMF (Foto: Antara)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/11/12/320/2308685/gandeng-smf-kemenpar-dorong-pemulihan-sektor-pariwisata-g1XUezV8fY.jpg</image><title>Kerjasama Kemenpar dan SMF (Foto: Antara)</title></images><description>JAKARTA - PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) atau SMF bersinergi dengan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif untuk mendorong Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) di sektor pariwisata melalui dukungan pembiayaan pembangunan pondok wisata di destinasi pariwisata Indonesia.
&quot;Sebagai Special Mission Vehicle (SMV) Kementerian Keuangan RI, di tengah pandemi ini SMF berkomitmen untuk dapat memberikan manfaat yang lebih luas,&quot; kata Direktur Utama SMF Ananta Wiyogo di Jakarta dilansir dari Antara, Kamis (12/11/2020).
Baca Juga: Kang Emil: Pariwisata Jabar Lebih Dulu Bangkit dari Bali
 
Sinergi itu diwujudkan dengan penandatanganan nota kesepahaman dan perjanjian kerja sama antara Direktur SMF Trisnadi Yulrisman SMF dengan Direktur Akses Pembiayaan Kementerian Parekraf Hanifah dan Deputi Bidang Industri dan Investasi Kementerian Parekraf Fadjar Hutomo.
Perjanjian kerja sama tersebut melingkupi lima hal yakni fasilitas dan koordinasi kebijakan kedua pihak dalam melaksanakan pembiayaan pembangunan pondok wisata atau homestay di Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN).
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMC8xMS8wNy82Ny8xMjQyMzYvMC8=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
KSPN adalah kawasan pariwisata atau memiliki potensi untuk pengembangan pariwisata nasional dan memiliki pengaruh penting dalam satu atau lebih aspek seperti pertumbuhan ekonomi, sosial dan budaya, pemberdayaan sumber daya alam, daya dukung lingkungan hidup, serta pertahanan dan keamanan.
Selain itu, kerja sama juga mencakup pertukaran data dan atau informasi yang dibutuhkan, pembiayaan pondok wisata di destinasi pariwisata Indonesia meliputi pendanaan dan pemberdayaan lembaga penyalur.Kemudian, pelaksanaan regulasi, profiling, promosi dan advokasi  investasi serta monitoring dan evaluasi dalam rangka pertumbuhan  pembangunan homestay.
SMF dalam kerja sama ini berperan sebagai pemberi pembiayaan homestay  kepada masyarakat di desa atau lokasi wisata melalui lembaga penyalur  dan pemberdayaan lembaga penyalur di Daerah Super Prioritas (DSP).
Melengkapi peran tersebut, SMF berkoordinasi dengan Kementerian  Parekraf melakukan pendampingan kepada lembaga penyalur dalam rangka  peningkatan kapasitas dan meningkatkan peran masyarakat.
Ananta optimis program pembiayaan ini dapat memberikan dampak dari  sisi dampak sosial karena pengembangan pondok wisata itu dapat  meningkatkan kualitas aspek kesehatan, pendidikan, pekerjaan, kekayaan,  tingkat pendapatan, kualitas hidup, perdagangan, dan kesadaran  masyarakat terhadap lingkungannya.
Senada dengan itu Deputi Bidang Industri dan Investasi Fadjar Hutomo  berharap sinergi kedua pihak akan mendorong semakin banyak pelaku  pariwisata khususnya pemilik homestay mendapat fasilitas akses  pembiayaan hingga berkontribusi memulihkan ekonomi.
Program pembiayaan homestay merupakan salah satu program penugasan khusus kepada SMF dari Pemerintah.
Sepanjang tahun 2019 dan 2020, SMF telah bersinergi dengan  Kementerian Parekraf dalam merealisasikan program kemitraan berupa  program pembiayaan homestay di destinasi pariwisata prioritas di Jawa  Tengah, DIY Yogyakarta, dan Nusa Tenggara Barat (NTB).</description><content:encoded>JAKARTA - PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) atau SMF bersinergi dengan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif untuk mendorong Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) di sektor pariwisata melalui dukungan pembiayaan pembangunan pondok wisata di destinasi pariwisata Indonesia.
&quot;Sebagai Special Mission Vehicle (SMV) Kementerian Keuangan RI, di tengah pandemi ini SMF berkomitmen untuk dapat memberikan manfaat yang lebih luas,&quot; kata Direktur Utama SMF Ananta Wiyogo di Jakarta dilansir dari Antara, Kamis (12/11/2020).
Baca Juga: Kang Emil: Pariwisata Jabar Lebih Dulu Bangkit dari Bali
 
Sinergi itu diwujudkan dengan penandatanganan nota kesepahaman dan perjanjian kerja sama antara Direktur SMF Trisnadi Yulrisman SMF dengan Direktur Akses Pembiayaan Kementerian Parekraf Hanifah dan Deputi Bidang Industri dan Investasi Kementerian Parekraf Fadjar Hutomo.
Perjanjian kerja sama tersebut melingkupi lima hal yakni fasilitas dan koordinasi kebijakan kedua pihak dalam melaksanakan pembiayaan pembangunan pondok wisata atau homestay di Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN).
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMC8xMS8wNy82Ny8xMjQyMzYvMC8=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
KSPN adalah kawasan pariwisata atau memiliki potensi untuk pengembangan pariwisata nasional dan memiliki pengaruh penting dalam satu atau lebih aspek seperti pertumbuhan ekonomi, sosial dan budaya, pemberdayaan sumber daya alam, daya dukung lingkungan hidup, serta pertahanan dan keamanan.
Selain itu, kerja sama juga mencakup pertukaran data dan atau informasi yang dibutuhkan, pembiayaan pondok wisata di destinasi pariwisata Indonesia meliputi pendanaan dan pemberdayaan lembaga penyalur.Kemudian, pelaksanaan regulasi, profiling, promosi dan advokasi  investasi serta monitoring dan evaluasi dalam rangka pertumbuhan  pembangunan homestay.
SMF dalam kerja sama ini berperan sebagai pemberi pembiayaan homestay  kepada masyarakat di desa atau lokasi wisata melalui lembaga penyalur  dan pemberdayaan lembaga penyalur di Daerah Super Prioritas (DSP).
Melengkapi peran tersebut, SMF berkoordinasi dengan Kementerian  Parekraf melakukan pendampingan kepada lembaga penyalur dalam rangka  peningkatan kapasitas dan meningkatkan peran masyarakat.
Ananta optimis program pembiayaan ini dapat memberikan dampak dari  sisi dampak sosial karena pengembangan pondok wisata itu dapat  meningkatkan kualitas aspek kesehatan, pendidikan, pekerjaan, kekayaan,  tingkat pendapatan, kualitas hidup, perdagangan, dan kesadaran  masyarakat terhadap lingkungannya.
Senada dengan itu Deputi Bidang Industri dan Investasi Fadjar Hutomo  berharap sinergi kedua pihak akan mendorong semakin banyak pelaku  pariwisata khususnya pemilik homestay mendapat fasilitas akses  pembiayaan hingga berkontribusi memulihkan ekonomi.
Program pembiayaan homestay merupakan salah satu program penugasan khusus kepada SMF dari Pemerintah.
Sepanjang tahun 2019 dan 2020, SMF telah bersinergi dengan  Kementerian Parekraf dalam merealisasikan program kemitraan berupa  program pembiayaan homestay di destinasi pariwisata prioritas di Jawa  Tengah, DIY Yogyakarta, dan Nusa Tenggara Barat (NTB).</content:encoded></item></channel></rss>
