<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Menko Luhut Sebut Indonesia Sudah Keluar dari Resesi</title><description>Luhut Binsar Panjaitan memastikan Indonesia sudah keluar dari resesi ekonomi yang disebabkan pandemi Covid-19.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2020/11/12/320/2308705/menko-luhut-sebut-indonesia-sudah-keluar-dari-resesi</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2020/11/12/320/2308705/menko-luhut-sebut-indonesia-sudah-keluar-dari-resesi"/><item><title>Menko Luhut Sebut Indonesia Sudah Keluar dari Resesi</title><link>https://economy.okezone.com/read/2020/11/12/320/2308705/menko-luhut-sebut-indonesia-sudah-keluar-dari-resesi</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2020/11/12/320/2308705/menko-luhut-sebut-indonesia-sudah-keluar-dari-resesi</guid><pubDate>Kamis 12 November 2020 20:09 WIB</pubDate><dc:creator>Taufik Fajar</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/11/12/320/2308705/menko-luhut-sebut-indonesia-sudah-keluar-dari-resesi-OrCUbbnzye.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Menko Maritim dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan (Foto: Okezone.com)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/11/12/320/2308705/menko-luhut-sebut-indonesia-sudah-keluar-dari-resesi-OrCUbbnzye.jpg</image><title>Menko Maritim dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan (Foto: Okezone.com)</title></images><description>JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan memastikan Indonesia sudah keluar dari resesi ekonomi yang disebabkan pandemi Covid-19. Sebelumnya ekonomi Indonesia mengalami resesi setelah rilis pertumbuhan ekonomi kuartal III-2020 yang kembali terkontraksi.
Baca Juga: Dampak Covid-19, 1.500 Pekerja di Bekasi Jadi Korban PHK
&quot;Merujuk pada perbaikan dari kontraksi ekonomi per kuartal kita sudah mulai keluar dari resesi, dari kontraksi 5,32% kemarin hanya 3,49%. Angka ini saya kira sudah bagus,&quot; ujar dia dalam webinar secara virtual, Kamis (12/11/2020).
Dia juga menjelaskan dari data pertumbuhan ekonomi kuartalan tersebut, sudah menunjukkan perbaikan. Pihaknya juga yakin tidak ada masalah likuditas yang berarti di semua bank baik dari buku I, II, III hingga IV.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMC8xMS8wNi82Ny8xMjQyMDAvMC8=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
&quot;Jadi yang lebih penting lagi semua bank buku 1 hingga 4 tidak ada masalah dengan cashflow di dalam,&quot; jelasnya.
Menurut dia ketersediaan dana pemerintah sudah cukup untuk menghadapi sisa dampak dari pandemi. Di mana secara ekonomi, kondisi Indonesia sudah membaik.
&quot;Ketersediaan dana itu juga cukup. Sehingga kita betul-betul dalam konteks ekonomi sudah membaik,&quot; tandas dia.Sebelumnya, Ekonom UOB Indonesia Enrico  Tanuwidjaja mengatakan, melihat pertumbuhan ekonomi triwulan-ke-triwulan yang positif di kuartal III 2020, Indonesia  tampaknya berada dalam momentum pemulihan. Meski begitu, lintasan  pemulihan masih belum pasti dan akan bergantung pada beberapa hal.
Baca Juga: Dampak Covid-19, 1.500 Pekerja di Bekasi Jadi Korban PHK
 
Pertama, perjalanan Covid-19 tersebar di seluruh Indonesia dan  protokol efektivitas kesehatan itu akan menentukan tingkat ukuran  pembatasan sosial di seluruh provinsi.
&quot;Kedua, mobilitas masyarakat akibat penanggulangan covid-19. Ketiga  seberapa efektif pencairan dana PEN dan kecenderungan masyarakat untuk  membelanjakannya. Keempat, waktu kapan vaksin yang aman dan efektif  dapat didistribusikan secara nasional,&quot; kata Ekonom UOB Indonesia Enrico  Tanuwidjaja saat dihubungi di Jakarta, Selasa (10/11/2020).
</description><content:encoded>JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan memastikan Indonesia sudah keluar dari resesi ekonomi yang disebabkan pandemi Covid-19. Sebelumnya ekonomi Indonesia mengalami resesi setelah rilis pertumbuhan ekonomi kuartal III-2020 yang kembali terkontraksi.
Baca Juga: Dampak Covid-19, 1.500 Pekerja di Bekasi Jadi Korban PHK
&quot;Merujuk pada perbaikan dari kontraksi ekonomi per kuartal kita sudah mulai keluar dari resesi, dari kontraksi 5,32% kemarin hanya 3,49%. Angka ini saya kira sudah bagus,&quot; ujar dia dalam webinar secara virtual, Kamis (12/11/2020).
Dia juga menjelaskan dari data pertumbuhan ekonomi kuartalan tersebut, sudah menunjukkan perbaikan. Pihaknya juga yakin tidak ada masalah likuditas yang berarti di semua bank baik dari buku I, II, III hingga IV.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMC8xMS8wNi82Ny8xMjQyMDAvMC8=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
&quot;Jadi yang lebih penting lagi semua bank buku 1 hingga 4 tidak ada masalah dengan cashflow di dalam,&quot; jelasnya.
Menurut dia ketersediaan dana pemerintah sudah cukup untuk menghadapi sisa dampak dari pandemi. Di mana secara ekonomi, kondisi Indonesia sudah membaik.
&quot;Ketersediaan dana itu juga cukup. Sehingga kita betul-betul dalam konteks ekonomi sudah membaik,&quot; tandas dia.Sebelumnya, Ekonom UOB Indonesia Enrico  Tanuwidjaja mengatakan, melihat pertumbuhan ekonomi triwulan-ke-triwulan yang positif di kuartal III 2020, Indonesia  tampaknya berada dalam momentum pemulihan. Meski begitu, lintasan  pemulihan masih belum pasti dan akan bergantung pada beberapa hal.
Baca Juga: Dampak Covid-19, 1.500 Pekerja di Bekasi Jadi Korban PHK
 
Pertama, perjalanan Covid-19 tersebar di seluruh Indonesia dan  protokol efektivitas kesehatan itu akan menentukan tingkat ukuran  pembatasan sosial di seluruh provinsi.
&quot;Kedua, mobilitas masyarakat akibat penanggulangan covid-19. Ketiga  seberapa efektif pencairan dana PEN dan kecenderungan masyarakat untuk  membelanjakannya. Keempat, waktu kapan vaksin yang aman dan efektif  dapat didistribusikan secara nasional,&quot; kata Ekonom UOB Indonesia Enrico  Tanuwidjaja saat dihubungi di Jakarta, Selasa (10/11/2020).
</content:encoded></item></channel></rss>
