<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Emirates Group Rugi USD3,8 Miliar di Semester I-2020</title><description>Emirates Group mencatat pendapatan sebesar AED 13,7 miliar (USD3,7 miliar) untuk enam bulan pertama di tahun 2020.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2020/11/12/320/2308734/emirates-group-rugi-usd3-8-miliar-di-semester-i-2020</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2020/11/12/320/2308734/emirates-group-rugi-usd3-8-miliar-di-semester-i-2020"/><item><title>Emirates Group Rugi USD3,8 Miliar di Semester I-2020</title><link>https://economy.okezone.com/read/2020/11/12/320/2308734/emirates-group-rugi-usd3-8-miliar-di-semester-i-2020</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2020/11/12/320/2308734/emirates-group-rugi-usd3-8-miliar-di-semester-i-2020</guid><pubDate>Kamis 12 November 2020 21:45 WIB</pubDate><dc:creator>Taufik Fajar</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/11/12/320/2308734/emirates-group-rugi-usd3-8-miliar-di-semester-i-2020-9rgykIazso.jpeg" expression="full" type="image/jpeg">Pesawat (Foto: Okezone.com)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/11/12/320/2308734/emirates-group-rugi-usd3-8-miliar-di-semester-i-2020-9rgykIazso.jpeg</image><title>Pesawat (Foto: Okezone.com)</title></images><description>JAKARTA - Emirates Group mencatat pendapatan sebesar AED 13,7 miliar (USD3,7 miliar) untuk enam bulan pertama di tahun 2020. Pendapatan Emirates turun 74% dari AED53,3 miliar (USD14,5 miliar) pada periode yang sama tahun lalu.
Penurunan pendapatan yang drastis ini disebabkan oleh pandemi Covid-19 yang mengakibatkan berhentinya penerbangan di seluruh dunia selama berminggu-minggu. Penutupan dan pembatasan perjalanan yang diberlakukan di banyak negara.
Baca Juga: Total 27 Penerbangan Tertunda Akibat Penjemputan Habib Rizieq di Bandara Soetta
Sebagai bagian dari tindakan penanggulangan Emirates Group terhadap pandemi ini, pusat Emirates di Dubai juga menangguhkan penerbangan penumpang terjadwal selama 8 minggu pada bulan April dan Mei.
Emirates Group melaporkan rugi bersih pertengahan tahun 2020 sebesar AED 14,1 miliar (USD3,8 miliar). Posisi kas Emirates Group pada 30 September 2020 mencapai AED 20,7 miliar (USD5,6 miliar). Dibandingkan dengan AED 25,6 miliar (USD 7,0 miliar) pada 31 Maret 2020.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMC8xMS8xMS8xLzEyNDM5Mi8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
Chairman dan Chief Executive, Emirates Airline dan Group Sheikh Ahmed bin Saeed Al Maktoum mengatakan, pihaknya mengawali tahun fiskal ini di tengah lockdown global, saat lalu lintas penumpang udara terhenti total. Dalam situasi yang tidak pernah terjadi sebelumnya di industri penerbangan dan perjalanan, Emirates Group mencatat kerugian tengah tahun untuk pertama kalinya  dalam lebih dari 30 tahun.
&quot;Saat lalu lintas penumpang terhenti, Emirates dan dnata beradaptasi dengan cepat untuk melayani permintaan kargo dan berbagai peluang lainnya. Hal ini telah membantu kami memulihkan pendapatan dari nol menjadi 26% dari posisi kami pada waktu yang sama tahun lalu,&quot; ujar dia dalam keterangan tertulisnya, Kamis (12/11/2020).&quot;Tidak ada yang bisa memprediksi masa depan, tetapi kami mengharapkan pemulihan yang cepat dalam permintaan perjalanan begitu vaksin  COVID-19 tersedia dan sedang mempersiapkan diri untuk melayani  peningkatan tersebut. Untuk sementara ini, Emirates dan dnata terus  bersikap responsif dalam mengerahkan sumber daya yang dimiliki untuk  melayani dan memenuhi permintaan pelanggan kami,&quot; jelasnya.
Dia menambahkan, pihaknya memanfaatkan cadangan kasnya yang kuat, dan  melalui pemegang saham dan komunitas keuangannya yang luas dan dapat  memastikan bahwa Emirates memiliki akses ke pendanaan yang cukup untuk  menopang seluruh bisnis dan membantu melewati waktu yang menantang ini.
&quot;Pada setengah tahun pertama 2020 pemegang saham kami menyuntik dana  sebesar USD2 miliar ke Emirates melalui investasi ekuitas, dan mereka  akan mendukung kami dalam pemulihan kami,&quot; tuturnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Emirates Group mencatat pendapatan sebesar AED 13,7 miliar (USD3,7 miliar) untuk enam bulan pertama di tahun 2020. Pendapatan Emirates turun 74% dari AED53,3 miliar (USD14,5 miliar) pada periode yang sama tahun lalu.
Penurunan pendapatan yang drastis ini disebabkan oleh pandemi Covid-19 yang mengakibatkan berhentinya penerbangan di seluruh dunia selama berminggu-minggu. Penutupan dan pembatasan perjalanan yang diberlakukan di banyak negara.
Baca Juga: Total 27 Penerbangan Tertunda Akibat Penjemputan Habib Rizieq di Bandara Soetta
Sebagai bagian dari tindakan penanggulangan Emirates Group terhadap pandemi ini, pusat Emirates di Dubai juga menangguhkan penerbangan penumpang terjadwal selama 8 minggu pada bulan April dan Mei.
Emirates Group melaporkan rugi bersih pertengahan tahun 2020 sebesar AED 14,1 miliar (USD3,8 miliar). Posisi kas Emirates Group pada 30 September 2020 mencapai AED 20,7 miliar (USD5,6 miliar). Dibandingkan dengan AED 25,6 miliar (USD 7,0 miliar) pada 31 Maret 2020.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMC8xMS8xMS8xLzEyNDM5Mi8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
Chairman dan Chief Executive, Emirates Airline dan Group Sheikh Ahmed bin Saeed Al Maktoum mengatakan, pihaknya mengawali tahun fiskal ini di tengah lockdown global, saat lalu lintas penumpang udara terhenti total. Dalam situasi yang tidak pernah terjadi sebelumnya di industri penerbangan dan perjalanan, Emirates Group mencatat kerugian tengah tahun untuk pertama kalinya  dalam lebih dari 30 tahun.
&quot;Saat lalu lintas penumpang terhenti, Emirates dan dnata beradaptasi dengan cepat untuk melayani permintaan kargo dan berbagai peluang lainnya. Hal ini telah membantu kami memulihkan pendapatan dari nol menjadi 26% dari posisi kami pada waktu yang sama tahun lalu,&quot; ujar dia dalam keterangan tertulisnya, Kamis (12/11/2020).&quot;Tidak ada yang bisa memprediksi masa depan, tetapi kami mengharapkan pemulihan yang cepat dalam permintaan perjalanan begitu vaksin  COVID-19 tersedia dan sedang mempersiapkan diri untuk melayani  peningkatan tersebut. Untuk sementara ini, Emirates dan dnata terus  bersikap responsif dalam mengerahkan sumber daya yang dimiliki untuk  melayani dan memenuhi permintaan pelanggan kami,&quot; jelasnya.
Dia menambahkan, pihaknya memanfaatkan cadangan kasnya yang kuat, dan  melalui pemegang saham dan komunitas keuangannya yang luas dan dapat  memastikan bahwa Emirates memiliki akses ke pendanaan yang cukup untuk  menopang seluruh bisnis dan membantu melewati waktu yang menantang ini.
&quot;Pada setengah tahun pertama 2020 pemegang saham kami menyuntik dana  sebesar USD2 miliar ke Emirates melalui investasi ekuitas, dan mereka  akan mendukung kami dalam pemulihan kami,&quot; tuturnya.</content:encoded></item></channel></rss>
