<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>WFH karena Pandemi Pukul Properti Segmen Sewa-menyewa</title><description>Ekonom Indef Nailul Huda mengatakan hampir semua sektor mengalami penurunan penjualan, termasuk sektor properti.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2020/11/12/470/2308530/wfh-karena-pandemi-pukul-properti-segmen-sewa-menyewa</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2020/11/12/470/2308530/wfh-karena-pandemi-pukul-properti-segmen-sewa-menyewa"/><item><title>WFH karena Pandemi Pukul Properti Segmen Sewa-menyewa</title><link>https://economy.okezone.com/read/2020/11/12/470/2308530/wfh-karena-pandemi-pukul-properti-segmen-sewa-menyewa</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2020/11/12/470/2308530/wfh-karena-pandemi-pukul-properti-segmen-sewa-menyewa</guid><pubDate>Kamis 12 November 2020 15:35 WIB</pubDate><dc:creator>Michelle Natalia</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/11/12/470/2308530/wfh-karena-pandemi-pukul-properti-segmen-sewa-menyewa-p0QAKgwQpX.jpeg" expression="full" type="image/jpeg">Rumah (Foto: Ilustrasi Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/11/12/470/2308530/wfh-karena-pandemi-pukul-properti-segmen-sewa-menyewa-p0QAKgwQpX.jpeg</image><title>Rumah (Foto: Ilustrasi Shutterstock)</title></images><description>JAKARTA - Ekonom Indef Nailul Huda mengatakan hampir semua sektor mengalami penurunan penjualan, termasuk sektor properti.
Di sektor properti permintaan turun drastis ketika pandemi. Sebab, orang-orang yang biasanya menyewa kontrakan dekat kantor kini bisa bekerja dari rumah.
Baca juga: Penjualan Properti untuk Semua Tipe Rumah Mengalami Penurunan
&quot;Maka permintaan properti, seperti penjualan rumah, persewaan, dan lainnya turun tajam,&quot; kata Nailul Huda saat dihubungi di Jakarta, Kamis (12/11/2020)
&amp;nbsp;Sebenarnya jika perekonomian sudah berjalan baik dan normal, maka permintaan sektor properti akan membaik dengan sendirinya.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMC8xMS8wNS82Ny8xMjQxMzIvMC8=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
&quot;Pemerintah sebenarnya cukup fokus untuk menyelesaikan permasalahan pandemi, maka sektor properti akan mengikuti,&quot; katanya.
Jikapun diberikan insentif ke sektor properti namun nampaknya akan percuma karena penurunan permintaan bukan dari harga namun memang orang-orang tidak terlalu membutuhkan properti saat ini.Sebelumnya, Bank Indonesia mencatat, pada triwulan IIl-2020 pengembang masih  mengandalkan modal dari dana internal perusahaan sebagai sumber utama  pembiayaan proyek perumahan. Di mana, dengan persentase sebesar 66,87%  terhadap modal perusahaan.
Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi Bank Indonesia Onny  Widjanarko mengatakan sumber pembiayaan properti berikutnya yang  digunakan oleh pengembang antara lain pinjaman perbankan dan pembayaran  dari konsumen dengan proporsi masing-masing 22,17% dan 8,56% dan total  modal.</description><content:encoded>JAKARTA - Ekonom Indef Nailul Huda mengatakan hampir semua sektor mengalami penurunan penjualan, termasuk sektor properti.
Di sektor properti permintaan turun drastis ketika pandemi. Sebab, orang-orang yang biasanya menyewa kontrakan dekat kantor kini bisa bekerja dari rumah.
Baca juga: Penjualan Properti untuk Semua Tipe Rumah Mengalami Penurunan
&quot;Maka permintaan properti, seperti penjualan rumah, persewaan, dan lainnya turun tajam,&quot; kata Nailul Huda saat dihubungi di Jakarta, Kamis (12/11/2020)
&amp;nbsp;Sebenarnya jika perekonomian sudah berjalan baik dan normal, maka permintaan sektor properti akan membaik dengan sendirinya.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMC8xMS8wNS82Ny8xMjQxMzIvMC8=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
&quot;Pemerintah sebenarnya cukup fokus untuk menyelesaikan permasalahan pandemi, maka sektor properti akan mengikuti,&quot; katanya.
Jikapun diberikan insentif ke sektor properti namun nampaknya akan percuma karena penurunan permintaan bukan dari harga namun memang orang-orang tidak terlalu membutuhkan properti saat ini.Sebelumnya, Bank Indonesia mencatat, pada triwulan IIl-2020 pengembang masih  mengandalkan modal dari dana internal perusahaan sebagai sumber utama  pembiayaan proyek perumahan. Di mana, dengan persentase sebesar 66,87%  terhadap modal perusahaan.
Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi Bank Indonesia Onny  Widjanarko mengatakan sumber pembiayaan properti berikutnya yang  digunakan oleh pengembang antara lain pinjaman perbankan dan pembayaran  dari konsumen dengan proporsi masing-masing 22,17% dan 8,56% dan total  modal.</content:encoded></item></channel></rss>
