<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Soal RUU Minuman Alkohol, Gapmmi: Kami Belum Dipanggil DPR</title><description>Gapmmi menilai Pembahasan mengenai Rancangan Undang-Undang (RUU) Larangan Minuman Beralkohol harus dibahas secara bersama-sama</description><link>https://economy.okezone.com/read/2020/11/13/320/2308950/soal-ruu-minuman-alkohol-gapmmi-kami-belum-dipanggil-dpr</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2020/11/13/320/2308950/soal-ruu-minuman-alkohol-gapmmi-kami-belum-dipanggil-dpr"/><item><title>Soal RUU Minuman Alkohol, Gapmmi: Kami Belum Dipanggil DPR</title><link>https://economy.okezone.com/read/2020/11/13/320/2308950/soal-ruu-minuman-alkohol-gapmmi-kami-belum-dipanggil-dpr</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2020/11/13/320/2308950/soal-ruu-minuman-alkohol-gapmmi-kami-belum-dipanggil-dpr</guid><pubDate>Jum'at 13 November 2020 11:56 WIB</pubDate><dc:creator>Rina Anggraeni</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/11/13/320/2308950/soal-ruu-minuman-alkohol-gapmmi-kami-belum-dipanggil-dpr-2m2LM6ohji.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Minuman Beralkohol (Foto: Koran Sindo)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/11/13/320/2308950/soal-ruu-minuman-alkohol-gapmmi-kami-belum-dipanggil-dpr-2m2LM6ohji.jpg</image><title>Minuman Beralkohol (Foto: Koran Sindo)</title></images><description>JAKARTA - Gabungan Pengusaha Makanan dan Minuman Indonesia (Gapmmi) menilai Pembahasan mengenai Rancangan Undang-Undang (RUU) Larangan Minuman Beralkohol harus dibahas secara bersama-sama. Ketua GAPMMI Adhi Lukman mengatakan pihak DPR belum memanggil pengusaha untuk membahas adanya larangan minuman beralkohol.
&quot;Kami belum diajak diskusi. Juga kementerian belum tahu juga,&quot; ujar Adhi saat dihubungi di Jakarta, Jumat (13/11/2020).
Baca juga: RUU Larangan Minuman Alkohol Dibahas, Saham DLTA dan MLBI Anjlok
Kata dia, juga belum melihat Rancangan Undang-Undang (RUU) Larangan Minuman Beralkohol. Hal ini dikarenakan RUU itu belum sama sekali dibahas dengan pihak pengusaha.
&quot;Kami juga belum lihat RUU itu kayak gimana,&quot; katanya.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAxOS8wOS8yMC8xLzEyMDc4OS8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;&amp;nbsp;
Sebelumnya, minuman beralkohol yang dilarang diklasifikasi berdasarkan golongan dan kadarnya sebagai berikut:
a. Minuman beralkohol golongan A adalah minuman beralkohol dengan kadar etanol (C2H5OH) lebih dari 1% sampai dengan 5%.
b. Minuman beralkohol golongan B adalah minuman beralkohol dengan kadar etanol (C2H5OH) lebih dari 5% sampai dengan 20% danc. Minuman beralkohol golongan C adalah minuman beralkohol dengan kadar etanol (C2H5OH) lebih dari 20% sampai dengan 55% .
Selain minuman beralkohol berdasarkan golongan sebagaimana dimaksud pada ayat 1 dilarang minuman beralkohol yang meliputi:
a. Minuman beralkohol tradisional dan
b. Minuman beralkohol campuran atau racikan</description><content:encoded>JAKARTA - Gabungan Pengusaha Makanan dan Minuman Indonesia (Gapmmi) menilai Pembahasan mengenai Rancangan Undang-Undang (RUU) Larangan Minuman Beralkohol harus dibahas secara bersama-sama. Ketua GAPMMI Adhi Lukman mengatakan pihak DPR belum memanggil pengusaha untuk membahas adanya larangan minuman beralkohol.
&quot;Kami belum diajak diskusi. Juga kementerian belum tahu juga,&quot; ujar Adhi saat dihubungi di Jakarta, Jumat (13/11/2020).
Baca juga: RUU Larangan Minuman Alkohol Dibahas, Saham DLTA dan MLBI Anjlok
Kata dia, juga belum melihat Rancangan Undang-Undang (RUU) Larangan Minuman Beralkohol. Hal ini dikarenakan RUU itu belum sama sekali dibahas dengan pihak pengusaha.
&quot;Kami juga belum lihat RUU itu kayak gimana,&quot; katanya.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAxOS8wOS8yMC8xLzEyMDc4OS8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;&amp;nbsp;
Sebelumnya, minuman beralkohol yang dilarang diklasifikasi berdasarkan golongan dan kadarnya sebagai berikut:
a. Minuman beralkohol golongan A adalah minuman beralkohol dengan kadar etanol (C2H5OH) lebih dari 1% sampai dengan 5%.
b. Minuman beralkohol golongan B adalah minuman beralkohol dengan kadar etanol (C2H5OH) lebih dari 5% sampai dengan 20% danc. Minuman beralkohol golongan C adalah minuman beralkohol dengan kadar etanol (C2H5OH) lebih dari 20% sampai dengan 55% .
Selain minuman beralkohol berdasarkan golongan sebagaimana dimaksud pada ayat 1 dilarang minuman beralkohol yang meliputi:
a. Minuman beralkohol tradisional dan
b. Minuman beralkohol campuran atau racikan</content:encoded></item></channel></rss>
