<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Ini Penyebab Wall Street Terus Menguat</title><description>Direktur Investama Hans Kwee mengungkapkan penyebab bursa saham Wall Street menguat.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2020/11/15/278/2309913/ini-penyebab-wall-street-terus-menguat</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2020/11/15/278/2309913/ini-penyebab-wall-street-terus-menguat"/><item><title>Ini Penyebab Wall Street Terus Menguat</title><link>https://economy.okezone.com/read/2020/11/15/278/2309913/ini-penyebab-wall-street-terus-menguat</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2020/11/15/278/2309913/ini-penyebab-wall-street-terus-menguat</guid><pubDate>Minggu 15 November 2020 14:02 WIB</pubDate><dc:creator>Michelle Natalia</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/11/15/278/2309913/ini-penyebab-wall-street-terus-menguat-W2wTNOci4D.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Bursa saham Wall Street ditutup menguat (Foto: Ilustrasi Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/11/15/278/2309913/ini-penyebab-wall-street-terus-menguat-W2wTNOci4D.jpg</image><title>Bursa saham Wall Street ditutup menguat (Foto: Ilustrasi Shutterstock)</title></images><description>JAKARTA - Direktur Investama Hans Kwee mengungkapkan penyebab bursa saham Wall Street menguat. Hal ini berdasarkan data Refinitiv sudah 90% emiten dalam indeks S&amp;amp;P 500 melaporkan kinerja kuartal III.
Adapun, laba emiten diperkirakan hanya turun 7,8% (YoY) dibandingkan dengan perkiraan pada bulan Oktober dimana sebagian analis memperkirakan laba perusahaan pada kuartal ke tiga akan turun 21,4%.
Baca Juga: Wall Street Perkasa Disuntik Vaksin, S&amp;amp;P Cetak Rekor Tertinggi
 
&quot;Hal ini membuat Indeks S&amp;amp;P 500 bursa saham Wall Street naik didorong optimisme kinerja laba emiten tersebut dan juga optimisme terhadap perekonomian serta di ikuti harapan keberhasilan uji coba vaksin Covid-19,&quot; kata Hans Kwee di Jakarta, Minggu (15/11/2020).
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMC8xMS8xMi80LzEyNDQyMC8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;&amp;nbsp;
Kata dia, saat ini rapat dewan Gubernur BI yang terdekat pada 19 November 2020 akan membuat  suku bunga tidak berubah di angka 4%. Tentunya ini akan mempengaruhi pasar saham.
&quot;Support IHSG ada di level 5,395 sampai 5,246 dan resistance di level 5,520 sampai 5,550,&quot; katanya.Kemarin, Bursa saham Amerika Serikat (AS), Wall Street menguat pada penutupan perdagangan.
Penguatan Wall Street ditopang karena investor bertaruh lagi pada  saham yang akan mendapat manfaat dari vaksin Covid-19. Dengan adanya  vaksin ini diharapkan efektif dan pemulihan ekonomi di tahun depan.
Indeks S&amp;amp;P 500 naik 1,4% menjadi 3.585,15, dan membukukan rekor  penutupan tertinggi. Indeks Dow Jones Industrial Average melonjak 399,64  poin, atau 1,4%, ditutup pada 29.479,81. Sementara indeks Nasdaq  Composite naik 1% menjadi 11.829,29. Demikian seperti dilansir CNBC.</description><content:encoded>JAKARTA - Direktur Investama Hans Kwee mengungkapkan penyebab bursa saham Wall Street menguat. Hal ini berdasarkan data Refinitiv sudah 90% emiten dalam indeks S&amp;amp;P 500 melaporkan kinerja kuartal III.
Adapun, laba emiten diperkirakan hanya turun 7,8% (YoY) dibandingkan dengan perkiraan pada bulan Oktober dimana sebagian analis memperkirakan laba perusahaan pada kuartal ke tiga akan turun 21,4%.
Baca Juga: Wall Street Perkasa Disuntik Vaksin, S&amp;amp;P Cetak Rekor Tertinggi
 
&quot;Hal ini membuat Indeks S&amp;amp;P 500 bursa saham Wall Street naik didorong optimisme kinerja laba emiten tersebut dan juga optimisme terhadap perekonomian serta di ikuti harapan keberhasilan uji coba vaksin Covid-19,&quot; kata Hans Kwee di Jakarta, Minggu (15/11/2020).
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMC8xMS8xMi80LzEyNDQyMC8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;&amp;nbsp;
Kata dia, saat ini rapat dewan Gubernur BI yang terdekat pada 19 November 2020 akan membuat  suku bunga tidak berubah di angka 4%. Tentunya ini akan mempengaruhi pasar saham.
&quot;Support IHSG ada di level 5,395 sampai 5,246 dan resistance di level 5,520 sampai 5,550,&quot; katanya.Kemarin, Bursa saham Amerika Serikat (AS), Wall Street menguat pada penutupan perdagangan.
Penguatan Wall Street ditopang karena investor bertaruh lagi pada  saham yang akan mendapat manfaat dari vaksin Covid-19. Dengan adanya  vaksin ini diharapkan efektif dan pemulihan ekonomi di tahun depan.
Indeks S&amp;amp;P 500 naik 1,4% menjadi 3.585,15, dan membukukan rekor  penutupan tertinggi. Indeks Dow Jones Industrial Average melonjak 399,64  poin, atau 1,4%, ditutup pada 29.479,81. Sementara indeks Nasdaq  Composite naik 1% menjadi 11.829,29. Demikian seperti dilansir CNBC.</content:encoded></item></channel></rss>
