<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Kemudahan Akses Listrik Indonesia di Peringkat 33  Dunia</title><description>Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) optimis investasi di Indonesia akan semakin meningkat.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2020/11/15/320/2309797/kemudahan-akses-listrik-indonesia-di-peringkat-33-dunia</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2020/11/15/320/2309797/kemudahan-akses-listrik-indonesia-di-peringkat-33-dunia"/><item><title>Kemudahan Akses Listrik Indonesia di Peringkat 33  Dunia</title><link>https://economy.okezone.com/read/2020/11/15/320/2309797/kemudahan-akses-listrik-indonesia-di-peringkat-33-dunia</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2020/11/15/320/2309797/kemudahan-akses-listrik-indonesia-di-peringkat-33-dunia</guid><pubDate>Minggu 15 November 2020 08:45 WIB</pubDate><dc:creator>Michelle Natalia</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/11/15/320/2309797/kemudahan-akses-listrik-indonesia-di-peringkat-33-dunia-PV72fyHl9u.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Listrik (Ilustrasi: Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/11/15/320/2309797/kemudahan-akses-listrik-indonesia-di-peringkat-33-dunia-PV72fyHl9u.jpg</image><title>Listrik (Ilustrasi: Shutterstock)</title></images><description>JAKARTA - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) optimis investasi di Indonesia akan semakin meningkat menyusul kenaikan peringkat kemudahan akses listrik atau getting electricity yang cukup signifikan dalam lima tahun terakhir.
Berdasarkan hasil pemeringkatan kemudahan akses listrik yang dikeluarkan oleh World Bank, Indonesia berhasil naik ke peringkat 33 pada tahun 2020. Sebelumnya, Indonesia hanya menempati posisi 75 pada 2015. Dengan hasil ini masyarakat semakin mudah untuk mendapatkan akses listrik.
Baca juga: Sistem Kelistrikan Jakarta Kembali Normal, Tak Ada Lagi Pemadaman
&quot;Ini jadi salah satu indikator dalam memperbaiki iklim berbisnis di Indonesia,&quot; kata Kepala Biro Komunikasi, Layanan Informasi Publik dan Kerja Sama (KLIK) Kementerian ESDM Agung Pribadi di Jakarta, Minggu (15/11/2020).
Menurut Agung, keberhasilan menggenjot peringkat getting electricity dilakukan melalui berbagai usaha, yaitu memastikan pasokan listrik yang andal dan terjangkau, mendorong inovasi serta memastikan layanan konsumen menjadi prioritas utama.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMC8xMS8wMi8xLzEyNDAwMy8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;&amp;nbsp;
Direktur Niaga dan Manajemen Pelanggan PT PLN (Persero) Bob Saril, salam keterangan resminya menegaskan, ketersediaan pasokan tak lepas dari pembangunan infrastruktur yang dilakukan oleh PLN. Di sisi pembangkit, hingga September 2020, kapasitasnya telah mencapai 63,3 Gigawatt (GW), meningkat sekitar 7,8 GW sejak tahun 2015 yang ketika itu baru mencapai 55,52 GW.
&quot;Dengan adanya penambahan infrastruktur ini tentu membuat ketersediaan pasokan listrik dan keandalannya meningkat. Listrik tak hanya tersedia di Jawa dan pusat kota, tetapi di seluruh Indonesia, sampai ke pelosok desa,&quot; tutur Bob.PLN juga melakukan pembangunan gardu induk (GI) dan jaringan  transmisi. Untuk GI, pada tahun 2015 terdapat 1.499 buah dengan total  kapasitas sebesar 92 ribu Mega Volt Ampere (MVA). Jumlah tersebut  meningkat menjadi 2.161 buah pada September 2020 dengan total kapasitas  mencapai 146 ribu MVA. Terdapat penambahan 662 buah dengan total  kapasitas meningkat sekitar 54 ribu MVA.
Sementara di sisi jaringan transmisi, pada tahun 2015 panjang  jaringan transmisi baru mencapai 41 ribu kilometer sirkuit (kms)  meningkat menjadi 60 ribu kms. Terdapat penambahan panjang jaringan  transmisi hampir 19 ribu kms.
Di sisi layanan, penyambungan baru atau tambah daya dengan Sertifikat  Laik Operasi (SLO) kini bisa dilakukan satu pintu. Sebelumnya,  dilakukan secara terpisah karena yang mengeluarkan SLO adalah Lembaga  Inspeksi Teknik Tenaga Listrik. Melalui semangat transformasi, dalam  waktu dekat, PLN juga akan meluncurkan New PLN Mobile, aplikasi layanan  terintegrasi bagi pelanggan dari PLN.
Sebagai informasi, pemerintah terus mengejar target rasio  elektrifikasi sebesar 100% pada akhir tahun 2020. Saat ini masih  terdapat sekitar 400 desa di wilayah 3T (terdepan, terluar dan  tertinggal) yang belum berlistrik. Sementara itu, rasio elektrifikasi  nasional mencapai 99,09% di semester I tahun 2020.</description><content:encoded>JAKARTA - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) optimis investasi di Indonesia akan semakin meningkat menyusul kenaikan peringkat kemudahan akses listrik atau getting electricity yang cukup signifikan dalam lima tahun terakhir.
Berdasarkan hasil pemeringkatan kemudahan akses listrik yang dikeluarkan oleh World Bank, Indonesia berhasil naik ke peringkat 33 pada tahun 2020. Sebelumnya, Indonesia hanya menempati posisi 75 pada 2015. Dengan hasil ini masyarakat semakin mudah untuk mendapatkan akses listrik.
Baca juga: Sistem Kelistrikan Jakarta Kembali Normal, Tak Ada Lagi Pemadaman
&quot;Ini jadi salah satu indikator dalam memperbaiki iklim berbisnis di Indonesia,&quot; kata Kepala Biro Komunikasi, Layanan Informasi Publik dan Kerja Sama (KLIK) Kementerian ESDM Agung Pribadi di Jakarta, Minggu (15/11/2020).
Menurut Agung, keberhasilan menggenjot peringkat getting electricity dilakukan melalui berbagai usaha, yaitu memastikan pasokan listrik yang andal dan terjangkau, mendorong inovasi serta memastikan layanan konsumen menjadi prioritas utama.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMC8xMS8wMi8xLzEyNDAwMy8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;&amp;nbsp;
Direktur Niaga dan Manajemen Pelanggan PT PLN (Persero) Bob Saril, salam keterangan resminya menegaskan, ketersediaan pasokan tak lepas dari pembangunan infrastruktur yang dilakukan oleh PLN. Di sisi pembangkit, hingga September 2020, kapasitasnya telah mencapai 63,3 Gigawatt (GW), meningkat sekitar 7,8 GW sejak tahun 2015 yang ketika itu baru mencapai 55,52 GW.
&quot;Dengan adanya penambahan infrastruktur ini tentu membuat ketersediaan pasokan listrik dan keandalannya meningkat. Listrik tak hanya tersedia di Jawa dan pusat kota, tetapi di seluruh Indonesia, sampai ke pelosok desa,&quot; tutur Bob.PLN juga melakukan pembangunan gardu induk (GI) dan jaringan  transmisi. Untuk GI, pada tahun 2015 terdapat 1.499 buah dengan total  kapasitas sebesar 92 ribu Mega Volt Ampere (MVA). Jumlah tersebut  meningkat menjadi 2.161 buah pada September 2020 dengan total kapasitas  mencapai 146 ribu MVA. Terdapat penambahan 662 buah dengan total  kapasitas meningkat sekitar 54 ribu MVA.
Sementara di sisi jaringan transmisi, pada tahun 2015 panjang  jaringan transmisi baru mencapai 41 ribu kilometer sirkuit (kms)  meningkat menjadi 60 ribu kms. Terdapat penambahan panjang jaringan  transmisi hampir 19 ribu kms.
Di sisi layanan, penyambungan baru atau tambah daya dengan Sertifikat  Laik Operasi (SLO) kini bisa dilakukan satu pintu. Sebelumnya,  dilakukan secara terpisah karena yang mengeluarkan SLO adalah Lembaga  Inspeksi Teknik Tenaga Listrik. Melalui semangat transformasi, dalam  waktu dekat, PLN juga akan meluncurkan New PLN Mobile, aplikasi layanan  terintegrasi bagi pelanggan dari PLN.
Sebagai informasi, pemerintah terus mengejar target rasio  elektrifikasi sebesar 100% pada akhir tahun 2020. Saat ini masih  terdapat sekitar 400 desa di wilayah 3T (terdepan, terluar dan  tertinggal) yang belum berlistrik. Sementara itu, rasio elektrifikasi  nasional mencapai 99,09% di semester I tahun 2020.</content:encoded></item></channel></rss>
